Tol Getaci dan Tol Dalam Kota Bandung, 2 dari 9 ruas tol baru yang bakal dibangun mulai 2026

– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi dan Pemerintah Pusat bakal membangun 9 ruas jalan tol baru di Jabar dengan panjang total 266,66 kilometer dan investasi Rp134,5 Triliun.

Dari sebanyak 9 ruas jalan tol baru yang bakal menghubungkan antarkota dan antarwilayah di Jawa Barat tesebut, satu di antaranya adalah Jalan Tol Getaci.

Bacaan Lainnya

Pembangunan 9 ruas jalan tol baru yang juga dimaksudkan untuk memperlancar konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, akan dimuiai tahun 2026.

Rencana itu diungkapkan Pemprov Jabar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam ungghan di akun resmi Instagram Bappeda Jabar @bappedajabar, yang dikutip Jumat 2 Januari 2026.

“Pemerintah pusat merencanakan pembangunan 9 ruas Jalan Tol baru di wilayah Provinsi Jawa Barat pada periode 2025–2029 dengan total panjang ±266,66 km dan indikasi investasi Rp134,5 Triliun,” demikian unggahan Bappeda Jabar di instagram resminya.

Dijelaskan, target pembangunan tidak hanya sekadar menambah ruas jalan tol, tetapi juga membuat program untuk membangun sistem jalan yang saling terhubung.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, memang telah menargetkan pada 2027 seluruh jalan di Jawa Barat mulai jalan nasional, jalan tol, jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga jalan desa harus terkoneksi dengan baik dalam keadaan mulus.

Selain untuk memperlancar konektivitas antardaerah, kata KDM hal tersebut dilakukan sekaligus untuk melahirkan sirkulasi ekonomi yang lancar hingga ke pelosok Jabar.

Daftar 9 Jalan Tol Baru yang Bakal Dibangun di Jabar

Lalu ruas jalan tol baru mana saja yang bakal dibangun di masa kepemiminan KDM? Berikut daftar 9 ruas jalan tol baru yang bakal dibangun di Jawa Barat tersebut mulai tahun 2026:

1. Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR)

Jalan Tol Dalam Kota Bandung, rutenya membentang dari Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur), Jalan PHH Mustofa (Suci), RS Ujungberung, hingga KM 149 Gede Bage. Tol ini akan memiliki cabang dari Ujungberung menuju Cileunyi.

Jalan Tol Dalam Kota Bandung memiliki panjang 18,10 km, biaya berkisar Rp10,1 triliun. Target pembangunan konstruksi 2026–2029. Jalan tol ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas dalam kota Bandung.

2. Tol Getaci

Setelah 2 kali mengalami gagal lelang, akhirnya dibawah Gubenrur KDM, Jalan Tol Getaci dengan prioritas utama ruas Gedebage-Tasikmalaya sepanjang 95 km (untuk sementara tidak sampai Cilacap) bakal segera diwujudkan.

Pelaksanaan pembangunan Tol Getaci ruas Gedebage-Garut-Tasikmalaya ini akan dimulai tahun 2026 dan diagendakan selesai dan beroperasi penuh di tahun 2029.

3. Tol Sukabumi–Ciranjang

Tol Sukabumi–Ciranjang memiliki panjang 28,80 km, biaya berkisar Rp9,4 triliun, target pembangunan konstruksi 2027–2029. Dibangun untuk mengatasi kemacetan di jalur ini.

4. Tol Ciranjang–Padalarang

Tol Ciranjang–Padalarang merupakan kelanjutan dari Sukabumi-Ciranjang. Panjangnya 27,80 km, biaya berkisar Rp7,7 triliun, target pembangunan konstruksi 2027–2029

5. Tol Bogor–Serpong via Parung 

Jaln Tol Bogor–Serpong via Parung memiliki panjang 32,03 km, biaya berkisar Rp12,3 triliun, target pembangunan konstruksi 2025–2027

6. Tol Sentul Selatan–Karawang Barat

Tol Sentul Selatan–Karawang Barat membentang sepanjang 33,62 km, biaya berkisar Rp33,3 triliun, target pembangunan konstruksi 2025–2028

7. Tol Cikunir–Karawaci (Elevated)

Jalan Tol Cikunir–Karawaci sepanjang 40,00 km ini target pembangunan konstruksinya 2027–2029 dengan estimasi biaya berkisar Rp26,1 triliun

8. Tol Akses Patimban Extend

Akses Patimban Extend memiliki panjang 22,69 km, biaya berkisar Rp5,4 triliun, target pembangunan konstruksi 2026–2028

9. Tol Caringin–Cisarua

Jalan tol ini membentang sepanjang 18,41 km, biaya berkisar Rp8,08 triliun, target pembangunan konstruksi 2026–2028

Demikian 9 jalan tol baru yang bakal dibangun di Jabar di era Gubernur KDM. Dengan hadirnya 9 jalan tol baru ini, waktu perjalanan antardaerah pun akan semakin singkat dan lancar.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *