Tiga warga Papua bawa bendera KNPB di Gowa, Dandim beri penjelasan

Ringkasan Berita:

  • Sebuah video yang menunjukkan tiga penduduk asli Papua membawa bendera Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di kawasan hutan Desa Belapunranga, Kabupaten Gowa, menjadi viral di media sosial.
  • Personel TNI–Polri memastikan kejadian tersebut bukan merupakan pengibaran bendera, melainkan hanya membawa bendera saat menyampaikan pernyataan dukungan HUT KNPB, dan kondisi dianggap stabil.

TRIBUN-GOWA.COM — Video viral tiga warga Papua yang memegang bendera Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bacaan Lainnya

Desa Belapunranga terletak sejauh 37 Km dari Sungguminasa, Kabupaten Gowa.

Desa ini berbatasan dengan Desa Belabori, Desa Borisallo, Kelurahan Lanna/Bonto Parang, serta Kecamatan Pattallassang.

Video berdurasi satu menit diterima oleh TribunGowa.com. Menampilkan tiga pria asal Papua berada di kawasan hutan Desa Belapunranga.

Seseorang terlihat memegang sebatang tongkat yang dihiasi bendera berwarna merah dengan gambar bintang di tengahnya.

Seorang laki-laki berdiri di tengah video menyampaikan pernyataan dalam rangka Hari Ulang Tahun Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

“Salam siang dan salam sore, kami dari Komite Nasional Papua Barat konsulat wilayah Makassar sedang melakukan kegiatan fisik di Makassar yang berlangsung di Bili-Bili. Cuaca sedang hujan, namun para anggota di bawah pimpinan 77 sedang bekerja dan mendukung kelancaran perayaan HUT konsulat Indonesia yang ke-16,” kata pria berkaos hijau dalam video tersebut.

Ia juga menyebut kegiatannya diisi dengan kegiatan menanam ubi kayu.

Video tersebut kemudian menyebar di Facebook dan mendapatkan berbagai respons dari pengguna internet.

Anggota Kodim 1409 Gowa bersama Polres Gowa segera mengunjungi tempat pembuatan video.

Petugas melakukan pengecekan terhadap beberapa rumah kebun dan lokasi yang diduga menjadi tempat pemotretan guna memastikan kondisi tetap aman.

Dandim Kodim 1409 Gowa, Letkol Inf Heri Kuswanto, menegaskan kejadian dalam video bukanlah upacara pengibaran bendera.

“Bukan sekadar pengibaran bendera, melainkan orang-orang yang membawa bendera tersebut. Pengibaran memiliki makna tersendiri. Ini hanya dibawa dan mereka menyatakan dukungan terhadap perayaan ulang tahun KNPB yang ke-16,” katanya saat diwawancarai oleh wartawan di Kodim Gowa Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Selasa (16/12/2025) malam.

Menurut Heri, kelompok tersebut terdiri dari penduduk asli Papua yang tinggal di Makassar.

Mereka melakukan aktivitas berkebun.

“Orang Papua ini sudah lama mengenal penduduk setempat dan selama ini melakukan kegiatan bertani di sana,” katanya.

Namun kebaikan penduduk setempat disalahpahami dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Ketika pemilik lahan tidak berada di lokasi, mereka kemudian memberikan dukungan terhadap organisasi KNPB sambil mengibarkan bendera.

“Kegiatan tersebut jatuh pada hari ulang tahun KNPB. Setelah pemilik lahan pulang, mereka menyampaikan pernyataan dukungan dan membawa bendera organisasi tersebut,” katanya.

Heri mengakui telah berkoordinasi dengan Polres Gowa terkait video yang viral tersebut.

Mereka telah memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi keributan di tengah lingkungan warga.

Ia meminta masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan kegiatan serupa agar dapat dilakukan pencegahan lebih awal.

“Jika ada warga Papua di Gowa melakukan kegiatan semacam ini, mohon laporkan agar dapat dilakukan pencegahan dan tidak terulang kembali,” tegas Heri.

Ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam kategori kegiatan yang perlu diwaspadai, dan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polres Gowa.

“Berikutnya kemungkinan akan dilakukan pemanggilan atau pemeriksaan oleh pihak kepolisian,” katanya.

Kejadian tersebut terjadi pada 13 Desember 2025.

Setelah kegiatan berakhir, bendera yang dibawa kembali dilipat dan tidak dipasang secara tetap.

Hanya tiga orang yang terlihat dalam video, tetapi menurut data di lapangan, diperkirakan sekitar 25 orang yang tiba di lokasi tersebut.

Mereka diketahui tiba dengan alasan berkebun dan menanam, tetapi kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan pernyataan dukungan terhadap organisasi.

Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa asal Papua yang tinggal di asrama di Kota Makassar.

Ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan segera melaporkan jika menemukan kegiatan yang mencurigakan.

“Kami berharap, jika ada orang-orang seperti ini segera melaporkan ke polisi atau TNI. Jangan sampai tindakan baik disalahgunakan,” katanya.

Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *