Tidak Bawa Uang Tunai? Mulai 2026 Warga Bisa Bayar Parkir di Alun-Alun Purwodadi Grobogan dengan QRIS

Media Purwodadi –Rencana pembayaran parkir menggunakan QRIS di Alun-Alun Purwodadi Grobogan mulai tahun 2026 mendapat perhatian masyarakat yang menantikan inovasi digital di wilayah tersebut.

Strategi pembayaran parkir tanpa uang tunai menggunakan QRIS di area keramaian Alun-Alun Purwodadi dinilai mampu meningkatkan transparansi pelayanan publik di Grobogan.

Bacaan Lainnya

Penerapan sistem pembayaran parkir menggunakan QRIS di kawasan Alun-Alun Purwodadi Grobogan dianggap sebagai upaya modernisasi dalam pengelolaan retribusi daerah.

Pengembangan sistem parkir di tepi jalan secara digital diharapkan menjadi tahap baru dalam pengelolaan layanan yang lebih teratur, bersih, serta mampu menekan kerugian pendapatan daerah.

Dinas Perhubungan Grobogan menjelaskan bahwa sistem parkir digital dibuat untuk memastikan pengawasan dilakukan secara real time tanpa ada celah dalam transaksi.

Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan Grobogan, Hapi Nugrah, menekankan betapa pentingnya inovasi ini dalam upaya mengurangi risiko kebocoran retribusi daerah.

Menurutnya, sistem tanpa uang tunai akan memperkuat pengawasan data penerimaan sehingga proses audit dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terhubung.

“Dengan adanya inovasi sistem pembayaran parkir tanpa uang tunai, kita berharap tidak lagi terjadi penyimpangan dana retribusi. Pengelolaan menjadi lebih jelas dan dapat diawasi secara langsung,” katanya.

Pada tahap awal pengujian layanan tanpa uang tunai ini akan diadakan di kawasan Alun-Alun.

Purwodadi yang melibatkan delapan petugas parkir sebagai pengelola sistem.

Meskipun digitalisasi diterapkan secara bertahap, Dinas Perhubungan tetap menyediakan pilihan pembayaran tunai agar pengguna layanan tidak mengalami kesulitan selama masa penyesuaian.

Dishub menyampaikan bahwa pembuatan kode QRIS masih menunggu penyelesaian teknis dari Bank Jateng yang saat ini sedang dalam tahap pemeliharaan pusat.

Sosialisasi sistem baru ini telah dilakukan sebanyak dua kali, sambil disertai penyusunan pola operasional lapangan dan perhitungan potensi retribusi.

Dinas Perhubungan terus menyempurnakan standar pelayanan agar seluruh komponen teknis dapat mendukung perubahan metode pembayaran menuju sistem tanpa uang tunai.

Realisasi pendapatan asli daerah dari parkir pada tahun 2025 telah mencapai 87,5 persen, yaitu sebesar Rp 914.550.000 dari target yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp 1.045.200.000.

Hapi mengatakan setoran diperkirakan tetap stabil hingga akhir tahun, selama tidak ada hambatan administratif atau masalah teknis.

Ada 256 petugas parkir di Grobogan yang secara bertahap akan diberikan pelatihan dalam mengoperasikan pembayaran digital sebagai standar layanan publik yang baru.

Dishub berharap capaian PAD tidak mengalami penurunan meskipun terjadi perubahan sistem, sehingga proses penyesuaian dilakukan secara bertahap.

Pengembangan digital ini diharapkan menjadi kesempatan penting untuk menuju sistem manajemen parkir yang lebih canggih, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bank Jateng Purwodadi telah mempersiapkan administrasi penerbitan QRIS untuk para petugas parkir dengan mengisi formulir sebagai tahap awal dari proses tersebut.

Tim pemasaran menjelaskan bahwa sistem yang digunakan merupakan QRIS milik BIMA, sehingga dana akan langsung masuk ke rekening masing-masing petugas parkir.

Perubahan dalam layanan parkir diharapkan dapat mengurangi penggunaan uang tunai serta meminimalkan risiko ketidaksesuaian dalam penyetoran dana yang sering terjadi di lapangan.

Pengintegrasian pembayaran digital juga membuka kesempatan bagi pemerintah dalam membangun sistem pemantauan pendapatan yang lebih menyeluruh.

Perubahan cara pembayaran dipastikan tidak mengurangi kenyamanan pengguna, tetapi justru meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses pelayanan.

Masyarakat diharapkan mampu beradaptasi dengan kemudahan transaksi digital untuk mendukung sistem pengelolaan parkir yang lebih tepat dan jelas.

Penerapan sistem pembayaran parkir berbasis QRIS di Alun-Alun Purwodadi Grobogan menjadi langkah penting dalam modernisasi layanan publik daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *