Suka Cita Perayaan Natal di Pendopo Jepara,Bupati Witiarso: Paling Meriah dalam Satu Dekade

, JEPARA –Lilin-lilin kecil menyala pelan di Pendopo Raden Ajeng Kartini Jepara, Minggu (28/12/2025) malam. 

Di antara cahaya temaram dan alunan paduan suara, ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Jepara larut dalam suasana Natal yang hangat, sakral, sekaligus penuh kebersamaan.

Bacaan Lainnya

Sejak sekiranya pukul 18.00, pendopo kebanggaan warga Jepara itu mulai dipadati jemaat, keluarga, dan remaja gereja. 

Mereka datang bukan hanya untuk merayakan Natal, tetapi juga untuk berbagi sukacita. 

Tarian, teater, hingga paduan suara yang dipersembahkan oleh remaja gereja dari berbagai daerah di Jepara menjadi gambaran hidup tentang keberagaman yang dirawat penuh cinta.

Bagi Sylvia (22), satu di antara remaja gereja yang tampil malam itu, Natal kali ini terasa berbeda.

“Biasanya kami merayakan di gereja masing-masing. Tapi malam ini rasanya lebih luas, lebih hangat.”

“Kami bersama-sama di pendopo, rumah rakyat,” kata Sylvia kepada , Minggu (28/12/2025).

Perayaan Natal yang berlangsung hingga sekira pukul 22.00 itu juga diisi doa bersama. 

Doa-doa dipanjatkan tidak hanya untuk umat Kristiani, tetapi juga untuk Kabupaten Jepara agar tetap rukun dan damai.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo yang hadir langsung dalam perayaan tersebut menyebut, Natal tahun ini sebagai yang paling meriah dalam satu dekade terakhir.

“Menurut informasi yang kami terima, ini perayaan Natal paling meriah dalam 10 tahun terakhir di Pendopo Raden Ajeng Kartini,” kata Witiarso Utomo.

Namun baginya, kemeriahan bukanlah tujuan utama.

“Mudah-mudahan bukan hanya meriah, tetapi membawa keharmonisan bagi Kabupaten Jepara,” ujarnya.

Atas nama pribadi dan Pemkab Jepara, Witiarso menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 kepada seluruh umat Kristiani. 

Dia juga mengajak masyarakat menyongsong Tahun Baru 2026 dengan semangat optimisme dan harapan yang lebih baik untuk membangun Jepara.

.

“Saya bangga dan bersyukur melihat rangkaian acara malam ini. Tidak hanya meriah, tetapi membawa kebahagiaan dan keselamatan untuk semua,” tuturnya.

Kondusivitas perayaan juga menjadi perhatian. 

Selama acara berlangsung, pengamanan dari aparat berjalan baik sehingga kegiatan Natal dan menjelang Tahun Baru dapat dilaksanakan tertib dan aman.

Dalam sambutannya, Bupati Jepara juga menyinggung visi pembangunan daerah ‘Jepara MULUS’. 

Menurutnya, makna mulus tidak hanya soal infrastruktur.

“Bukan hanya jalan yang mulus, tetapi juga spiritualitas yang tulus. Pembangunan harus dimulai dari keluarga: membangun SDM unggul, kemakmuran, hingga kelestarian Jepara,” jelasnya.

Pesan toleransi kembali ditekankan. 

Pemkab Jepara, kata Witiarso, berkomitmen terus merangkul seluruh umat tanpa terkecuali.

“Perbedaan keyakinan adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga sebagai kekuatan, bukan pemecah belah,” tegasnya.

Hal tersebut sejalan pandangan Pendeta Danang yang terlibat dalam Program Jepara MULUS. 

Melalui program Jumat Berangkat, yang tidak hanya dilakukan di masjid tetapi juga di seluruh tempat ibadah, pemerintah berharap tidak ada sekat di tengah masyarakat.

“Ketika sudah bersatu, gesekan sosial bisa diminimalkan, dan bisa membangun Jepara yang kuat bersama-sama,” ujarnya.

Tema Natal tahun ini pun menegaskan pentingnya spiritualitas dalam membangun keluarga sebagai fondasi generasi masa depan yang beradab dan berintegritas. 

Melalui bakti sosial yang menyertai perayaan, pesan Natal dimaknai sebagai iman yang hidup iman yang berbuah dalam tindakan nyata, solidaritas, dan kepedulian, melampaui sekat agama serta geografis.

Malam itu, di bawah langit Jepara, Natal bukan sekadar perayaan.

Dia menjelma menjadi ruang perjumpaan, tempat lilin-lilin kecil menyala sebagai tanda harapan bahwa keberagaman, jika dirawat bersama, akan selalu menemukan jalannya menuju damai. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *