Laga sengit langsung dialami sejumlah peserta Malaysia Open 2026, 6-11 Januari, termasuk wakil Indonesia.
Fajar/Fikri akan memulai turnamen Super 1000 sebagai unggulan ke-6.
Mereka akan menghadapi Lee Fanng Chih/Lee Fang Jen (Taiwan) pada babak pertama. Lee/Lee bukan lawan yang mudah karena mereka kerap mengalahkan para pemain unggulan.
Fajar pernah merasakannya saat masih bertandem dengan Muhammad Rian Ardianto. Pasangan kembar ini menundukkan Fajar/Rian saat Spain Masters 2023.
Pencapaian pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, lolos BWF World Tour Finals 2025 dalam waktu 4 bulan mendapat apresiasi dari pelatih kepala ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho.
Fajar/Fikri yang dipasangkan tanpa sengaja sejak Japan Open 2025, Juli karena pasangan masing-masing ada keperluan keluarga dan menjalani pemulihan cedera menunjukkan performa menjanjikan.
Fajar/Fikri meraih gelar China Open 2025 (Super 1000) dan menjadi runner-up Korea Open 2025 (Super 500), Denmark Open, French Open (Super 750), serta Australian Open 2025.
Namun, penampilan mereka anti-klimaks saat debut pada BWF World Tour Finals 2025 tanpa meraih kemenangan satupun.
Ironisnya, ganda putra peringkat ke-6 dunia itu takluk dari wakil yang pernah mereka kalahkan sebelumnya yakni Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) dan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India).
Jika mampu melewati adangan babak pertama, Fajar/Fikri akan menemui pemenang laga antara Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh (Taiwan) dan Christo Popov/Toma Junior Popov (Prancis).
Pada babak perempat final, Fajar/Fikri bisa melawan pemenang antara Junaidi Arif/Roy King Yap (Malaysia) dan Choi Sol-gyu/Goh V Shem (Korea Selatan/Malaysia) atau Rankireddy/Shetty yang pada babak 32 besar akan melawan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan).
Dari pul Bawah, tantangan akan dihadapi Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang langsung menjumpai Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Penampilan Raymond/Joaquin yang menjadi juara Australian Open 2025 setelah menundukkan sejumlah pemain unggulan sudah cukup bagi Juara SEA Games 2025 untuk waspada.
Apalagi, Raymond/Joaquin yang debut pada turnamen Super 1000 tampil tanpa beban setelah resmi sebagai ganda putra utama pada 2026.
Pemenang dari derbi ini akan berhadapan dengan Chen Xu Jun/Liu Yang atau Liu Kuang Heng/Yang Po Han (Taiwan).
Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) bisa menjadi calon lawan Sabar/Reza atau Raymond/Joaquin pada babak perempat final.
Dengan catatan, Chia/Soh harus menundukkan Chen Zhi Yi/Presley Smith (Amerika Serikat) lebih dulu.
Jika Sabar/Reza yang melaju ke perempat final, mereka harus hati-hati karena Chia/Soh mengusung misi balas dendam setelah ditundukkan dua kali pada final beregu putra dan nomor perorangan SEA Games 2025.
Pelatih Chia/Soh Herry Iman Pierngadi (Herry IP) akan memprioritaskan kebugaran dengan menjaga jadwal turnamen mereka di bawah 20 turnamen dalam upaya untuk memberikan hasil yang lebih baik tahun depan.
Herry IP percaya bahwa 14 hingga 16 turnamen per tahun adalah beban kerja ideal bagi pasangan ganda untuk menghasilkan hasil yang konsisten.
Ia menekankan bahwa peningkatan kebugaran akan meningkatkan peluang pasangan senior untuk memenangkan gelar di ganda putra yang semakin kompetitif. lapangan.
“Kebugaran bukan hanya masalah bagi pemain kami. Ini juga berlaku untuk pemain bulu tangkis dari negara lain. Siapa pun yang lebih siap secara fisik memiliki peluang lebih tinggi untuk memenangkan gelar,” kata Herry.
“Kami terbiasa dengan sesi teknik dan kebugaran harian, tetapi pengondisian fisik sekarang bahkan lebih penting.”
“Kami juga perlu merencanakan jadwal turnamen dengan cermat. Idealnya, kami memainkan dua turnamen berturut-turut, tetapi untuk perjalanan panjang seperti Eropa, kami biasanya membatasinya hingga tiga, terutama untuk pasangan teratas.
“Secara keseluruhan, 14 turnamen setahun itu bagus, tetapi itu tergantung pada pemainnya.”
“Pemain peringkat 10 besar juga fokus pada melindungi poin peringkat dunia, sementara pemain cadangan mungkin memainkan lebih dari 16 turnamen untuk meningkatkan peringkat mereka.”
Herry menjelaskan bahwa Chia/Soh sekarang akan didorong untuk fokus pada kualitas daripada kuantitas.







