Sosok pengamat militer yang sindir Ayu Aulia jadi tim kreatif Kemenhan, sebut divisi rudal

Ringkasan Berita:

  • Nama Ayu Aulia disebut masuk struktur GBN-MI Kemhan di Divisi VIII Kreatif.
  • Connie Bakrie mempertanyakan kapabilitas Ayu Aulia dalam isu pertahanan.
  • Sindiran Connie di media sosial memicu reaksi dan kritik publik terhadap Kemhan.
  • Connie menilai Kemhan perlu menjelaskan secara terbuka dan bertanggung jawab.

 

Bacaan Lainnya

– Pengamat militer dan akademisi pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, menyoroti keberadaan Ayu Aulia yang disebut masuk dalam struktur pengurus di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Pernyataan Connie memicu perbincangan luas dan menuai beragam reaksi dari publik.

Ayu Aulia dikenal sebagai selebgram, model majalah dewasa, sekaligus Disc Jockey (DJ).

Namanya ramai diperbincangkan setelah disebut tercantum dalam susunan pengurus Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) yang berada di bawah naungan Kemhan, tepatnya pada Divisi VIII Kreatif.

Isu tersebut langsung menarik perhatian publik, mengingat latar belakang Ayu Aulia dinilai tidak berkaitan langsung dengan bidang pertahanan negara.

Connie Bakrie Pertanyakan Kapabilitas di Bidang Pertahanan

Sebagai akademisi yang lama berkecimpung dalam isu pertahanan dan keamanan, Connie mempertanyakan kompetensi Ayu Aulia jika benar terlibat dalam struktur yang beririsan dengan Kemhan.

Guru Besar Hubungan Internasional di Universitas Negeri Saint Petersburg, Rusia, itu bahkan menyampaikan sindiran tajam melalui akun Instagram pribadinya, @connierahakundinibakrie, pada Jumat (26/12/2025).

“Perkenalkan Code Sandi AA. Tim Kreatif Kementrian Pertahanan Divisi Rudal?” tulis Connie dalam unggahannya yang menampilkan sosok Ayu Aulia.

Diserbu Komentar Warganet

Unggahan tersebut dengan cepat dibanjiri komentar warganet.

Banyak pihak mengaku kecewa dan mempertanyakan kebijakan Kemhan, dengan alasan masih banyak sumber daya manusia lain yang dinilai lebih relevan dan memiliki kompetensi di bidang pertahanan.

Respons publik ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap transparansi dan profesionalisme lembaga negara, khususnya kementerian strategis seperti Kemhan.

Tidak hanya berhenti pada sindiran, Connie juga mengomentari klarifikasi yang disampaikan pihak Kemhan dalam unggahan terpisah pada Kamis (25/12/2025).

Ia menilai Kemhan seharusnya mampu memberikan penjelasan yang jernih dan bertanggung jawab.

Menurut Connie, sebagai institusi negara, Kemhan berkewajiban menjelaskan dasar pengangkatan Ayu Aulia sebagai Tim Kreatif serta bertanggung jawab atas polemik yang muncul di ruang publik.

Berikut pernyataan lengkap Connie dalam unggahannya:

“Lulus Test Kemhan Yang “Sangat Sulit”. Menjadi tanda tanya publik mengapa keberadaan yang terekam, terdokumentasi, dinyatakan AA dan disaksikan oleh liputan media justru dibantah secara administratif.

Dalam praktik kelembagaan, terlebih di kementerian, kehadiran seseorang dalam kegiatan resmi, apalagi yang muncul di ruang publik, biasanya terjadi dalam rangkaian sistem dan prosedur, ada koordinasi, ada penanggung jawab.

Di sinilah publik berhak bertanya : yang dibantah Kemhan itu status formalnya, proses administratif nya, atau seluruh peristiwa yang telah dilihat bersama? Karena membantah dokumen bisa dilakukan, tetapi membantah fakta yang disaksikan banyak mata selalu menyisakan pertanyaan etis.

Institusi negara tentu berhak meluruskan informasi. Namun pelurusan yang kuat bukanlah yang meniadakan jejak, melainkan yang menjelaskan dengan jujur batas batas administratif, partisipatif, dan simbolik.

Kemhan harus sadar kredibilitas tidak lahir dari penyangkalan, tetapi dari keberanian menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi, secara utuh,” demikian kata Connie.

Sosok Connie Bakrie

Connie Rahakundini Bakrie adalah akademisi yang lahir pada 3 November 1964.

Selain dikenal sebagai pengamat militer, wanita berdarah Gorontalo itu juga dikenal sebagai akademisi, penulis, hingga pengamat bidang militer dan pertahanan keamanan.

Connie Bakrie sendiri cukup aktif di media sosial Instagram dengan nama connierahakundinibakrie

Connie merupakan putri dari pasangan Bakrie Arbie dan Nyi Raden Sekarningsih Ardiwinata. Darah Gorontalonya berasal dari sang ayah, sedangkan ibunya berasal dari Tasikmalaya. Orang tua Connie ternyata bukan orang sembarangan.

Dr. Bakrie Arbie adalah salah satu ahli ahli nuklir yang dimiliki Indonesia. Sedangkan sang ibu dikenal sebagai penulis, ahli tarot, dan fotografer yang cukup dipandang.

Pendidikan Connie ternyata cukup mentereng. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Indonesia.

Ia juga belajar di APCSS Asia Pasific Centre for Security Studies, Hawaii – Fu Xi Kang war Academy, ROC – Chevening Executive Programme for Democracy and Security di Birmingham University, UK.

Connie juga tercatat pernah ikut serta dalam proses Perumusan kebijakan di DPR Komisi 1 dan DPRD, Kemenkopolhukam, Kemhan, Kemlu, Wantanas, Lemhanas, Wantipres dan Badan Intelijen Negara serta lainnya.

Connie dikenal sebagai Analis Pertahanan, Militer dan Intelejen serta penulis dari dua Buku penting terkait Militer Indonesia dan Pertahanan Negara (Defending Indonesia, 2009 dan Pembangunan Kekuatan & Postur Ideal TNI 2007).

Connie kerap menyampaikan paparan pemikiran di pentas pertemuan Internasional antara lain pada National Defense University (NDU), Washington D.C. Global Security Meeting di Bratislava, Slovakia, ASEM-EU Regional Security Architecture Meetings, Centre for Security Policy (CCSP), Switzerland.

Connie diketahui juga sebagai Dewan Pengawas Industri Pertahanan Swasta Nasional.

Ia menjadi salah satu dari 22 orang Future Leaders yang terpilih oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston, USA, di Ideas Batch III.

Connie Rahakundini Bakrie pernah menyatakan diri mundur dari jabatannya sebagai Anggota Dewan Pakar Partai NasDem.

Keputusannya untuk mengundurkan diri bukan tanpa alasan, satu di antaranya lantaran dirinya menganggap Partai NasDem menunjukkan ketidaksesuaian ideologis.

Connie juga mengatakan langkahnya untuk mundur tersebut menyusul langkah Siswono Yudo Husodo dan Eks Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.

Hal itu diungkapnya lewat surat yang ditujukannya kepada Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Dalam suratnya, Conie menjelaskan dirinya menerima tawaran bergabung menjadi anggota Dewan Pakar Partai Nasdem karena ajakan Surya Paloh.

Klarifikasi Kemenhan

Kementerian Pertahanan melalui Biro Infohan Setjen Kemhan, merilis klarifikasi tentang kegiatan pelantikan yang diikuti Ayu Aulia pada Jumat (19/12/2025).

Pihak Kemhan menjelaskan pelantikan itu tidak berkaitan secara struktural maupun kelembagaan dengan Kementerian Pertahanan.

Meskipun, kegiatan tersebut terselenggara di lingkungan Kemhan sekalipun.

Adapun pihak penyelenggaranya yakni organisasi kemasyarakatan (ormas) bela negara atau Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI).

Organisasi itu memang dibentuk dan direkomendasikan oleh Kementerian Pertahanan melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Namun, GBN-MI bukan merupakan bagian dari struktur organisasi di Kementerian Pertahanan. 

Klarifikasi tersebut disampaikan untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman publik terkait keterlibatan Ayu Aulia dalam kegiatan bela negara.

Penegasan ini disampaikan dalam konferensi pers GBN-MI yang digelar di kawasan Senayan City, Jakarta, pada Jumat (26/12/2025).

Ketua Umum GBN-MI, Muhammad Faisal Manaf, menjelaskan keberadaan organisasi ini dimaksudkan untuk mendukung dan memperluas jangkauan program Bela Negara kepada masyarakat, khususnya dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan, lanjut Faisal,  bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara.

Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam kegiatan bela negara bersifat terbuka dan inklusif, tanpa memandang latar belakang profesi.

Melalui klarifikasi ini, Kemhan berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

(Tribunnews/Putra Dewangga)

>>>Update berita terkini di Googlenews

Pos terkait