Adjie Notonegoro adalah seorang perancang busana ternama di Indonesia yang dikenal dengan karya-karyanya yang menggabungkan batik dengan desain modern. Ia lahir di Jakarta pada 18 Juli 1961, dan telah menjadi bagian dari dunia mode selama beberapa dekade. Namun, di balik keberhasilannya sebagai perancang busana, ada kisah hidup yang menarik, terutama mengenai perubahan agamanya dari Islam menjadi Kristen.
Kisah pindah agama Adjie Notonegoro tidak hanya menjadi topik yang menarik bagi publik, tetapi juga menjadi cerita tentang pengalaman spiritual yang mendalam. Dalam wawancara di kanal YouTube milik Melaney Ricardo, Adjie menceritakan bagaimana ia merasa diselamatkan oleh Tuhan saat hidupnya sedang terpuruk. Menurutnya, keputusan untuk berganti keyakinan bukanlah tindakan impulsif, melainkan hasil dari proses panjang yang dipenuhi dengan pertanyaan dan pencarian makna hidup.
Menurut Adjie, pengalaman spiritualnya dimulai dari mimpi-mimpi yang ia alami. Pada malam Natal tahun 2014, ia mengaku bertemu dengan sosok yang ia yakini adalah Yesus. Dalam mimpi tersebut, Yesus memberinya pesan bahwa tugasnya adalah mendamaikan saudara-saudaranya di bumi. Pengalaman ini menjadi awal dari perubahan besar dalam hidupnya.
Selain mimpi, Adjie juga mengakui bahwa ia mulai mempelajari agama Kristen saat menjalani hukuman penjara. Pada 2011, ia dipenjara selama 10 bulan karena kasus penipuan. Selama masa itu, ia bertemu dengan tokoh-tokoh Kristen seperti Pendeta Yulius yang rutin mengunjunginya. Dari mereka, ia belajar lebih dalam tentang iman Kristen dan akhirnya memutuskan untuk memperbarui keyakinannya.
Tidak hanya dirinya sendiri, anak-anak dan adiknya juga ikut memilih agama Kristen setelah mendapatkan izin dari keluarga. Ini menunjukkan bahwa keputusan Adjie bukan hanya tentang dirinya sendiri, tetapi juga tentang kepercayaan yang ingin ia bagikan kepada orang-orang terdekatnya.
Meski sempat melakukan umrah pada 2015, Adjie mengatakan bahwa ia tetap memegang keyakinan lama sampai akhirnya yakin bahwa jalan yang ia pilih adalah benar. Ia mengatakan bahwa keputusan untuk pindah agama bukanlah kesalahan, melainkan langkah penting dalam mencari makna hidup yang lebih dalam.
Dengan pengalaman hidup yang kompleks dan perjalanan spiritual yang unik, Adjie Notonegoro menjadi contoh bahwa perubahan agama bisa terjadi kapan saja, bahkan di tengah kondisi terpuruk. Kisahnya juga mengingatkan kita bahwa kepercayaan terhadap Tuhan bisa menjadi sumber kekuatan dan pengharapan dalam hidup.







