Sekali Lagi, Bagaimana Salju Terbentuk di Arab Saudi?

Pada hari Kamis, 18 Desember 2025, sebuah peristiwa langka terjadi di kawasan Arab Saudi. Wilayah yang sebagian besar terdiri dari gurun pasir ini tiba-tiba tertutup oleh lapisan salju yang turun di Pegunungan Jabal Al Lawz. Fenomena ini mengejutkan warga setempat dan menjadi topik pembicaraan yang ramai di media sosial.

Jabal Al Lawz memiliki ketinggian 2.580 meter di atas permukaan laut, sehingga menjadi salah satu titik tertinggi di Arab Saudi. Ketinggian ini membuat wilayah tersebut rentan terhadap suhu ekstrem yang bisa turun di bawah nol derajat Celsius saat musim dingin tiba. Dalam beberapa minggu terakhir, sistem tekanan rendah di Timur Tengah membawa curah hujan lebat. Massa udara dingin bergerak ke selatan melewati wilayah Levant dan akhirnya mencapai bagian utara Arab Saudi. Pertemuan antara massa udara dingin dengan suhu beku di ketinggian ini menghasilkan kristal-kristal es yang turun sebagai salju.

Bacaan Lainnya

Pemandangan langka ini memicu antusiasme masyarakat yang terlihat jelas di berbagai platform media sosial. Video-video yang beredar menunjukkan warga lokal yang bersemangat dalam mendirikan tenda, menyeduh kopi panas di tengah salju, serta melakukan tarian dan nyanyian untuk merayakan fenomena alam ini. Mereka tampak menikmati pengalaman unik ini.

Namun, keindahan fenomena alam ini juga datang dengan risiko keselamatan. Pemerintah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Teluk lainnya telah mengeluarkan imbauan peringatan agar masyarakat waspada saat beraktivitas di kawasan bersalju. Pemerintah setempat meminta masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem ini.

Menurut laporan dari Saudi Gazette, fenomena salju yang turun merupakan yang pertama kali pada tahun ini di dataran tinggi Trojena dan sebagian wilayah Tabuk di Arab Saudi bagian utara. Pusat Meteorologi Nasional (NCM) dalam laporan cuacanya mengindikasikan adanya potensi serupa akibat turunnya salju ringan dan pembentukan embun beku di sebagian dataran tinggi Tabuk dan Hail, serta di bagian timur laut dataran tinggi Madinah.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa langit sebagian berawan hingga berawan dengan badai petir dan hujan yang tersebar di bagian barat dan barat daya negara kerajaan. Curah hujan intensitas sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Tabuk, Al-Jouf, Hail, dan Qassim, dengan kemungkinan terbentuknya kabut di beberapa wilayah tersebut.

Prakiraan cuaca setempat memprediksi potensi kemunculan badai petir sedang hingga lebat yang dapat menyebabkan banjir bandang, disertai hujan es dan angin kencang di sebagian wilayah Riyadh, Provinsi Timur, dan Perbatasan Utara.

Sebelumnya, pada November 2024, wilayah Al-Jawf di Arab Saudi yang merupakan gurun pasir gersang diselimuti salju untuk pertama kalinya. Saat itu, Pusat Meteorologi Nasional (NCM) UEA mengaitkannya dengan sistem tekanan rendah yang berasal dari Laut Arab dan meluas hingga ke Oman.

Salju juga sering turun di daerah pegunungan utara Turaif, Arar, dan Rafha. Sita Planasari berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *