Ringkasan Berita:
- Data dari PT PLN hingga akhir Desember 2025 masih terdapat 9 desa di Aceh Utara yang mengalami pemadaman listrik total.
- Desa-desa tersebut yakni Desa Riseh dan Desa Paya Rubek di Kecamatan Sawang, serta Desa Langkahan, Leubok Pusaka, Matang Rubek, Seureke, Tanjung Dalam Selatan, dan Tanjong Jawa di Kecamatan Langkahan.
- Bupati juga mendesak Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasojo, agar mempercepat pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak banjir dengan mengerahkan kekuatan maksimal.
Sebulan pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh termasuk Aceh Utara, hingga saat ini listrik di kabupaten tersebut belum sepenuhnya pulih.
Berdasarkan data dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, hingga akhir Desember 2025 masih terdapat sembilan desa di Aceh Utara yang mengalami pemadaman listrik total.
Desa-desa tersebut yakni Desa Riseh dan Desa Paya Rubek di Kecamatan Sawang, serta Desa Langkahan, Leubok Pusaka, Matang Rubek, Seureke, Tanjung Dalam Selatan, dan Tanjong Jawa di Kecamatan Langkahan.
Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menyalurkan 40 unit mesin generator ke 40 titik pengungsian untuk membantu kebutuhan listrik warga terdampak banjir.
Langkah ini dilakukan karena hingga sebulan pascabanjir, suplai listrik di sejumlah wilayah Aceh Utara belum kembali normal.
Sementara ribuan warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Dilansir dari Serambinews.com, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, Jumat (26/12/2025), mengatakan, penyaluran mesin generator tersebut merupakan upaya darurat.
Yaitu untuk memberikan penerangan dan mendukung aktivitas warga di lokasi pengungsian, terutama pada malam hari.
Namun, ia mengakui jumlah generator yang tersedia masih jauh dari cukup dibandingkan dengan kebutuhan di lapangan.
“40 mesin generator ini sangat tidak cukup. Saya terus meminta kepada BNPB agar diberikan tambahan.
Karena jumlah titik pengungsian kita hingga saat ini mencapai 210 titik,” ujar Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa, Kamis (25/12/2025).
PLN Didesak Percepat Pemulihan Jaringan
Ia juga mendesak Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasojo, agar mempercepat pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak banjir dengan mengerahkan kekuatan maksimal.
Menurutnya, kondisi pengungsi yang harus bertahan tanpa listrik selama sebulan sangat memprihatinkan.
“Kasihan rakyat. Sudah sebulan listrik padam di tenda-tenda pengungsian.
Begitu ada mesin generator langsung kita bagikan. Minimal PLN bisa membantu dengan penyediaan generator untuk sementara waktu,” katanya.
Bupati mencontohkan kebutuhan mendesak di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, yang diperkirakan memerlukan sekitar 10 unit mesin generator untuk memenuhi kebutuhan penerangan di lokasi pengungsian.
“Kita minta agar Pak Dirut PLN segera mengirimkan mesin generator ke lokasi pengungsian, agar minimal ada penerangan pada malam hari,” pungkasnya.
Hingga kini, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih terus melakukan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana, sembari menunggu normalisasi infrastruktur dasar agar para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing. (*)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com







