Isi Artikel
KABAR WONOSOBO —Komunitas Syawir.id Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo berhasil menyelenggarakan SANTRIFEST 2025 dan Seminar Nasional sebagai puncak perayaan hari lahir (harlah) yang ke-1. Acara diadakan pada hari Minggu, 14 Desember 2025, di Aula Al-A’la UNSIQ Wonosobo.
Acara ini mengusung tema Literasi Al-Qur’an sebagai Dasar Inovasi Santri Abad IniTema ini menekankan perlunya mempergunakan pemahaman Al-Qur’an sebagai dasar moral dan spiritual dalam setiap gagasan inovatif yang muncul dari kalangan santri, sehingga perkembangan intelektual tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman.
Ikuti oleh 77 peserta dari 33 lembaga pendidikan
SANTRIFEST 2025 mengalami partisipasi yang melebihi 77 peserta, yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebanyak 33 lembaga pendidikan terlibat dalam acara ini, mulai dari pondok pesantren, universitas, hingga madrasah aliyah.
Dari kalangan pondok pesantren, peserta terdiri dari PP Ar Ridwan Selomerto Wonosobo, PP Walyatalaththof Darussalam Kebumen, PP Al Fatah Banjarnegara, PP Nawwir Qulluubanaa, PP Al-Mubaarok Manggisan Wonosobo, PP An Nawawi Berjan Purworejo, PPTQ Al Asy’ariyah Pusat, PP Sirojuth Tholibin Grobogan, PP Al Hikmah 2 Brebes, dan PP Darul Qalam.
Di sisi lain, hadir perwakilan dari UNSIQ Wonosobo, UIN Walisongo Semarang, Universitas Diponegoro Semarang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Syarifuddin Jawa Timur, Universitas Nurul Jadid, IAI An-Nawawi Berjan, dan IAINU Kebumen. Selain itu, peserta juga berasal dari MA NU Darul Ishlah, SMATAQ Wonosobo, serta MA Darul Hikmah Jepara.
Tiga Jenis Kompetisi Literasi Beragama
Kegiatan SANTRIFEST 2025 dilengkapi berbagai lomba yang mengukur kemampuan literasi keagamaan santri. Lomba Da’i menilai keterampilan retorika serta penyampaian pesan dakwah secara efektif dan sesuai konteks. Lomba Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) menguji akurasi dan ketangguhan hafalan Al-Qur’an. Sementara itu, Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) meningkatkan kemampuan santri dalam membaca, memahami, dan menjelaskan kitab kuning sebagai warisan klasik pesantren.
Seminar Nasional Mengupas Hubungan Jodoh dari Perspektif Al-Qur’an
Puncak kegiatan diakhiri dengan Seminar Nasional yang mengusung temaAntara Usaha dan Ketentuan Tuhan: Jodoh dari Pandangan Al-Qur’an dan Filsafat KehidupanSeminar tersebut diselenggarakan di Aula Al-A’la UNSIQ Wonosobo dan mendapatkan perhatian besar dari peserta.
Narasumber yang sebelumnya dijadwalkan hadir, Ning Imaz Fatimatuzzahra, S.Pd., Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihsan Lirboyo Kediri, tidak dapat hadir karena sakit. Perannya kemudian digantikan oleh suaminya, Gus Rifqil Muslim Suyuthi, yang menyampaikan materi dengan mendalam dan sesuai konteks. Dalam penyampaiannya, Gus Rifqil menekankan pentingnya keseimbangan antara usaha yang sungguh-sungguh dan kepasifan penuh terhadap ketentuan Allah dalam masalah jodoh.
Jadi Agenda Tahunan?
Pendiri Komunitas Syawir.id, Muhammad Hishnul Mail, menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme peserta serta dukungan dari berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan SANTRIFEST pertama ini.
“Kami bersyukur atas keberhasilan SANTRIFEST yang pertama. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang tahunan, dengan konsep yang lebih matang, terorganisir, dan siap diadakan kembali, sehingga terus menjadi wadah yang menginspirasi literasi Al-Qur’an dan mendorong inovasi di kalangan santri seluruh Nusantara,” ujar Muhammad Hishnul Mail.
Keberhasilan SANTRIFEST 2025 tidak lepas dari dukungan sponsor serta media partner yang turut berkontribusi dalam penyelenggaraan acara. Melalui kegiatan ini, Syawir.id UNSIQ Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang kolaboratif yang memperkuat literasi Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya santri yang adaptif, inovatif, dan berkarakter.***






