Isi Artikel
- 1 Penghargaan Puskas Award 2025 Resmi Diberikan kepada Santiago Montiel
- 2 Hasil Voting Puskas Award 2025
- 3 Gol Salto yang “Melawan Logika”
- 4 Rizky Ridho dan Kebanggaan Indonesia di Panggung Dunia
- 5 Dominasi Argentina dalam Dua Edisi Beruntun
- 6 Apa Itu Puskas Award?
- 7 Malam Penghargaan FIFA Football Awards 2025
- 8 Dari Sejarah ke Masa Kini
Penghargaan Puskas Award 2025 Resmi Diberikan kepada Santiago Montiel
Penghargaan FIFA Puskas Award 2025 resmi diberikan kepada Santiago Montiel, seorang pemain klub Argentina Club Atlético Independiente. Gol spektakuler Montiel yang tercipta pada Mei 2025 dalam pertandingan Liga Profesional Argentina melawan Independiente Rivadavia menjadi alasan utama ia meraih penghargaan ini. Gol tersebut dinilai sebagai salah satu momen paling menarik dalam sejarah sepak bola dunia.
Montiel mengungguli 10 nominasi lainnya, termasuk Rizky Ridho dari Indonesia dan Lamine Yamal dari Barcelona. Pengumuman pemenang dilakukan langsung oleh Arsène Wenger, mantan pelatih legendaris Prancis yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Global Sepak Bola FIFA. Wenger menyebut gol Montiel sebagai tembakan spektakuler yang layak mendapat pengakuan tertinggi dari FIFA.
Hasil Voting Puskas Award 2025
Penghargaan Puskas Award 2025 dihitung berdasarkan dua sumber, yaitu panelis FIFA Legends dan suara penggemar dengan bobot sama (50:50). Berikut hasil votingnya:
- Santiago Montiel
- Panelis FIFA: 13 poin
- Fans: 8 poin
-
Total: 21 poin
-
Declan Rice
- Panelis FIFA: 6 poin
- Fans: 11 poin
-
Total: 17 poin
-
Lamine Yamal
- Panelis FIFA: 8 poin
- Fans: 9 poin
- Total: 17 poin
Jika total poin sama, peringkat ditentukan oleh jumlah suara fans. Dalam kasus ini, Montiel memperoleh lebih banyak suara dari penggemar, sehingga berhasil menjadi pemenang.
Gol Salto yang “Melawan Logika”
Gol Montiel tercipta dalam pertandingan Liga Profesional Argentina pada 11 Mei 2025. Saat itu, bola hasil sapuan pemain lawan melambung keluar kotak penalti. Tanpa ragu, Montiel menyambut bola itu dengan tendangan salto dari luar kotak penalti menggunakan kaki kirinya.
Teknik salto merupakan salah satu teknik tersulit dalam sepak bola karena membutuhkan koordinasi tubuh, keseimbangan, keberanian, serta ketepatan waktu yang sangat tinggi. Bola hasil sepakan Montiel meluncur deras dan tak mampu dihentikan kiper lawan, menjadikannya gol yang langsung viral di berbagai platform media sosial dan tayangan olahraga dunia.
“Saya tidak memikirkannya, saya hanya menendangnya,” ujar Montiel dalam wawancara yang dikutip dari situs resmi FIFA. Pernyataan singkat itu justru menggambarkan insting alami seorang pemain ketika berada di momen krusial.
Presiden FIFA Gianni Infantino turut memberikan ucapan selamat secara terbuka. Ia menyebut gol tersebut sebagai representasi sempurna dari esensi Puskas Award, yakni keberanian, keindahan, dan kualitas teknik tingkat tinggi.
Rizky Ridho dan Kebanggaan Indonesia di Panggung Dunia
Bagi publik Indonesia, Puskas Award 2025 memiliki makna tersendiri karena nama Rizky Ridho masuk dalam daftar nominasi. Gol jarak jauh Ridho saat membela Persija Jakarta melawan Arema FC menjadi salah satu kandidat terbaik, berkat proses yang dimulai dari area pertahanan dan diakhiri dengan sepakan akurat dari tengah lapangan.
Meski akhirnya gagal meraih penghargaan utama, pencapaian Rizky Ridho dinilai sebagai tonggok penting bagi sepak bola Indonesia. Masuknya pemain Indonesia ke dalam nominasi Puskas Award menunjukkan bahwa kualitas gol dari kompetisi nasional mampu bersaing di level global.
Dominasi Argentina dalam Dua Edisi Beruntun
Kemenangan Santiago Montiel juga mencatatkan sejarah tersendiri bagi sepak bola Argentina. Ia menjadi pemenang Argentina kedua secara beruntun setelah Alejandro Garnacho meraih Puskas Award 2024 lewat gol guntingnya bersama Manchester United ke gawang Everton.
Fakta ini menegaskan reputasi Argentina sebagai negara penghasil pemain dengan teknik tinggi dan kreativitas luar biasa. Menariknya, Santiago Montiel juga memiliki hubungan keluarga dengan pemain Timnas Argentina, Gonzalo Montiel, yang dikenal sebagai penentu kemenangan Argentina di final Piala Dunia 2022 melalui adu penalti.
Apa Itu Puskas Award?
Puskas Award dinamai dari Ferenc Puskas, legenda sepak bola Hungaria yang dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang masa. FIFA pertama kali memperkenalkan Puskas Award pada tahun 2009 untuk memberikan apresiasi terhadap gol-gol paling indah yang dicetak tanpa memandang liga, negara, atau status pemain.
Sepanjang sejarahnya, penghargaan ini pernah diraih oleh nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, Zlatan Ibrahimovic, Mohamed Salah, hingga Son Heung-min. Pada edisi 2025, Santiago Montiel resmi menambah daftar panjang pemain elite yang pernah mengukir sejarah melalui satu momen magis di lapangan.
Malam Penghargaan FIFA Football Awards 2025
Selain Puskas Award, malam penghargaan FIFA Football Awards 2025 juga memberikan apresiasi kepada sejumlah figur penting sepak bola dunia. Ousmane Dembele dinobatkan sebagai Pemain Pria Terbaik FIFA 2025 setelah musim gemilang bersama Paris Saint-Germain. Sementara itu, Gianluigi Donnarumma meraih penghargaan Kiper Pria Terbaik.
Di kategori pelatih, Luis Enrique dinobatkan sebagai Pelatih Pria Terbaik, sedangkan Sarina Wiegman meraih gelar Pelatih Wanita Terbaik setelah membawa Timnas Putri Inggris menorehkan prestasi gemilang. Namun bagi Indonesia, sorotan tetap tertuju pada kegagalan Rizky Ridho meraih Puskas Award. Meski demikian, apresiasi terhadap pencapaiannya tetap mengalir deras dari publik dan pengamat sepak bola nasional.
Dari Sejarah ke Masa Kini
Sejak pertama kali diberikan pada 2009, Puskas Award selalu menghadirkan cerita menarik. Dari gol jarak jauh Cristiano Ronaldo, aksi solo Son Heung-min, hingga tendangan salto Alejandro Garnacho, penghargaan ini menjadi dokumentasi visual keindahan sepak bola lintas generasi.
Dengan kemenangan Santiago Montiel pada 2025, cerita itu kembali diperpanjang. Gol salto dari luar kotak penalti yang ia ciptakan kini tak hanya tercatat dalam statistik, tetapi juga dalam ingatan para pecinta sepak bola dunia sebagai salah satu gol paling ikonik dekade ini.







