Ringkasan Berita:
- Samsat Kota Bekasi melaporkan kenaikan jumlah wajib pajak kendaraan hingga mendekati 15 persen setelah menerapkan sistem pengambilan dokumen pajak langsung.
- Petugas mengunjungi tempat parkir di pusat perbelanjaan, pabrik, dan sekolah guna memeriksa kendaraan yang belum membayar pajak dengan menggunakan aplikasi Panah Pasopati.
- Kendaraan yang belum melunasi pajak diberi stiker peringatan sebagai pengingat tanggung jawab pajak.
, BEKASI –Samsat Kota Bekasi mencatat peningkatan jumlah wajib pajak kendaraan yang membayar pajak setelah menerapkan sistem pengambilan dokumen di berbagai lokasi ramai.
Tindakan ini dilakukan dengan mengunjungi langsung tempat parkir kendaraan yang selama ini tidak pernah mendapat pengawasan.
Kepala Pusat Pengolahan Pendapatan Pajak Daerah Wilayah Kota Bekasi Dani Hendrato mengatakan metode ini ditujukan pada area umum yang memiliki aktivitas tinggi.
Petugas mengunjungi area tempat parkir mall, kawasan pabrik, hingga lingkungan sekolah yang berada di Kota dan Kabupaten Bekasi.
“Kami harus melakukan pengecekan kendaraan yang tidak membayar pajak, baik di mall, pabrik, dan kemarin kami bekerja sama dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah III Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan izin menelusuri di sekolah-sekolah,” ujar Dani, Selasa (16/12/2025).
Telusuri Kendaraan dengan Aplikasi
Dani menjelaskan sistem jemput bola dilakukan dengan mengunjungi lokasi tujuan dan menggunakan aplikasi Panah Pasopati.
Aplikasi ini digunakan untuk memeriksa kondisi pembayaran pajak kendaraan secara langsung di lapangan.
Petugas cukup melakukan pemindaian data kendaraan dengan menggunakan ponsel untuk mengetahui apakah pajak telah terbayar atau masih dalam keadaan tertunda.
Jika ditemukan kendaraan yang belum membayar pajak, petugas langsung memberikan peringatan.
Stiker yang berisi pesan tentang pembayaran pajak ditempelkan pada kendaraan sebagai pengingat bagi pemiliknya.
“Kami melakukan pemeriksaan apabila seseorang tidak membayar pajak, terlihat dari penggunaan handphone mereka, jika belum membayar pajak kami tempelkan pemberitahuan seperti stiker dan kami dokumentasikan,” katanya.
Hasil Mulai Terlihat
Selama sekitar satu bulan penerapan sistem pengambilan langsung, petugas telah melakukan pengecekan terhadap sekitar 1.500 kendaraan.
Kegiatan petugas di lapangan sering kali menarik perhatian warga sekitar yang ingin tahu lebih lanjut mengenai proses pemeriksaan pajak.
Beberapa pemilik kendaraan mengatakan mereka baru menyadari kondisi pajak kendaraannya setelah menerima stiker peringatan.
Dani menyampaikan bahwa dampak positif mulai terlihat dari meningkatnya jumlah wajib pajak yang datang ke Samsat.
“Alhamdulillah, sekitar 15 persen kendaraan yang diperiksa telah melunasi pajak setelah menerima pemberitahuan bahwa kendaraan mereka memiliki tunggakan, dan baru saja mereka membayar pajak,” tutupnya.
Baca berita lainnya di dan di Google News






