Isi Artikel
- 1 1. Modal Utama Mengembalikan Kepercayaan Diri
- 2 2. Taktik Uston Meredam Gustavo Franca
- 3 3. Motivasi Uston di Ruang Ganti
- 4 4. Persaingan Internal yang Semakin Sehat
- 5 5. Persiapan Matang Menyambut Era Bernardo Tavares
- 6 6. Dampak Besar ke Psikologis Pemain
- 7 7. Optimis Konsisten 3 Poin di Laga Berikutnya
PR SURABAYA – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi saksi bisu kembalinya taring sang “Bajol Ijo”. Dalam laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/2026 yang digelar Minggu, 29 Desember 2025, Persebaya Surabaya membantai Persijap Jepara dengan skor telak 4-0.
Kemenangan ini tidak hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang kembalinya identitas Persebaya. Berikut adalah 7 poin penting di balik kemenangan besar Green Force:
1. Modal Utama Mengembalikan Kepercayaan Diri
Setelah melewati tren negatif tanpa kemenangan di beberapa laga terakhir, hasil 4-0 ini menjadi oase bagi skuad kebanggaan Surabaya. Pelatih interim, Uston Nawawi, menegaskan bahwa aspek mental adalah kemenangan terbesar hari ini.
Kemenangan ini diharapkan menjadi titik balik bagi para pemain untuk kembali percaya pada kemampuan mereka sendiri.
“Berkat dukungan Bonek dan Bonita serta kerja keras semua elemen tim, hari ini pemain bisa menunjukkan karakter Persebaya, tetapi ini baru permulaan,” kata Uston usai pertandingan.
2. Taktik Uston Meredam Gustavo Franca
Salah satu kunci keberhasilan Persebaya menjaga clean sheet adalah keberhasilan meredam motor serangan Persijap, Gustavo Franca. Uston Nawawi secara cerdik menugaskan Rahmat Irianto sebagai pengawal khusus.
- Strategi: Mematikan ruang gerak Franca sejak menit awal.
- Hasil: Aliran bola Persijap terputus dan pertahanan Persebaya menjadi lebih stabil.
3. Motivasi Uston di Ruang Ganti
Meski sudah unggul 2-0 di babak pertama, Uston Nawawi menunjukkan kelasnya sebagai pelatih berpengalaman di ruang ganti. Ia meminta pemain untuk tidak berpuas diri dan tetap menganggap skor masih imbang.
Instruksi ini terbukti ampuh membuat intensitas serangan Persebaya tidak menurun, hingga akhirnya sukses menambah dua gol lagi di babak kedua.
“Di ruang ganti saya tekankan, meski unggul 2-0 harus dianggap 0-0, karena keunggulan itu belum aman,” tandas pelatih berlisensi AFC Pro ini.
4. Persaingan Internal yang Semakin Sehat
Masa transisi ini justru memicu motivasi ekstra bagi para pemain cadangan. Uston menyoroti performa Koko Ari yang tampil impresif saat diberi kesempatan.
Hal ini menjadi sinyal positif bahwa kedalaman skuad Persebaya semakin kompetitif, yang tentunya akan memudahkan tugas pelatih baru nantinya.
“Koko akhirnya mendapat kesempatan dan bisa menjawabnya, sehingga sektor itu semakin kompetitif dan bagus untuk tim,” papar pelatih asal Sidoarjo ini.
5. Persiapan Matang Menyambut Era Bernardo Tavares
Kemenangan ini merupakan bagian dari proses transisi sebelum kursi kepelatihan resmi diambil alih oleh Bernardo Tavares.
Uston Nawawi berhasil menjalankan tugasnya untuk menjaga kondisi tim tetap panas, sehingga saat Tavares datang, ia menerima skuad yang sedang dalam kondisi mental terbaik dan siap tempur.
6. Dampak Besar ke Psikologis Pemain
Gelandangan andalan Persebaya Francisco Rivera mengaku kemenangan tersebut memberikan dampak besar bagi kondisi psikologis tim.
“Kami sangat senang dengan tiga poin ini, setelah beberapa pertandingan hasilnya seri, kemenangan ini sangat penting untuk kami,” kata pemain asal Meksiko itu.
7. Optimis Konsisten 3 Poin di Laga Berikutnya
Rivera menegaskan jika seluruh pemain tetap bekerja secara profesional dalam setiap pertandingan, meskipun ada transisi pergantian pelatih baru.
Ia juga berharap Persebaya mampu menjaga konsistensi pada laga-laga berikutnya, khususnya saat bermain di kandang.
“Hari ini berbeda dan kami ingin tetap konsisten meraih tiga poin,” pungkas dia. ***







