Ringkasan Berita:
- Dampak cuaca buruk di Bangkalan tidak hanya banjir di Kecamatan Kamal, tetapi juga angin kencang yang merusak rumah warga di perkotaan.
- Sejumlah pohon terdata tumbang di beberapa lokasi di Kota Bangkalan bahkan sebuah rumah tertimpa rimbunan pohon bambu.
- Rilis BMKG periode 21-31 Desember 2025 yang dibagikan BPBD Bangkalan menyebutkan, potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jatim dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi.
, BANGKALAN – Cuaca buruk melanda Bangkalan sejak Sabtu (27/10/2025) lalu tidak hanya mengakibatkan banjir di Kecamatan Kamal. Tetapi juga melanda Kota Bangkalan dan merusak rumah warga akibat tertimpa rumpun bambu.
Bencana terjadi saat awan mendung berwarna pekat disusul hujan deras disertai badai petir dan angin kencang sekitar pukul 17.00 WIB.
Selain banjir, sejumlah pohon terdata tumbang di beberapa lokasi di Kota Bangkalan bahkan sebuah rumah tertimpa rimbunan pohon bambu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mencatat, sedikitnya ada tiga titik lokasi terdampak cuaca ekstrem yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut.
Tiga lokasi terdampak masing-masing Dusun Durinan, Kelurahan Bancaran, Kota Bangkalan setelah pohon tumbang menimpa separuh ruas jalan protokol.
Lokasi kedua di Kelurahan Mlajah ada dua titik pohon tumbang, pertama di depan gerbang Perumahan Griya Utama dan di Kelurahan Mlajah setelah rimbunan pohon bambu menimpa rumah warga.
Sementara titik ketiga yakni di kawasan Pasar/Kecamatan Kamal, Dusun Karang Asem, Desa Banyuajuh tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter hingga 2 meter. Bahkan banjir ‘menyulap’ jalur poros depan pasar menjadi sungai dengan aliran air yang deras.
Pohon Tumbang
Kepala BPBD Bangkalan, Moh Zainul Qomar mengungkapkan, pohon tumbang di tiga lokasi dan banjir di Kecamatan Kamal akibat hujan dengan intensitas tinggi serta hempasan angin kencang.
“Air bercampur sampah terbawa arus masuk ke beberapa rumah di Dusun Karang Asem, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal. Sementara pohon-pohon yang tumbang sempat mengganggu arus lalu lintas serta akses masuk ke Perumahan Graha Mentari,” ungkap Qomar, Minggu (28/12/2025).
Ia menjelaskan, puluhan personel gabungan terdiri dari BPBD Jawa Timur, Babinsa berikut perangkat Desa Banyuajuh, Polsek Kamal, PLN Bangkalan, relawan, hingga masyarakat menyebar di empat lokasi kejadian.
“Kami sempat berkoordinasi dengan PLN Bangkalan karena pohon tumbang di depan gerbang Perumahan Graha Mentari menimpa jaringan listrik,” jelasnya.
Rilis Kewaspadaan Cuaca Ekstrem BMKG periode 21-31 Desember 2025 yang dibagikan BPBD Bangkalan menyebutkan, waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Mulai dari hujan sedang-lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hujan es.
Qomar memaparkan, saat ini seluruh wilayah di Jawa Timur berada pada musim hujan dan ada beberapa wilayah yang diperkirakan sudah memasuki puncak musim hujan.
Diprediksi dalam satu hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Cuaca Ekstrem Berlanjut
Dampak aktifnya, lanjut Qomar, monsun (muson) Asia serta adanya bibit siklon tropis 93S di sekitar Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa Barat yang berdampak tidak langsung terhadap cuaca khususnya di wilayah Jawa Timur.
Berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan peningkatan ketinggian gelombang di pesisir Jawa Timur.
“BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang hingga 31 Desember,” papar Qomar.
Karena itu, BPBD Bangkalan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktifitas tidak mendesak di luar rumah, serta kembali menggiatkan gotong royong membersihkan gorong-gorong maupun drainase sebagai antisipasi munculnya penyumbatan yang berdampak banjir.
“Seperti banjir di Kecamatan Kamal, air tidak masuk gorong-gorong. Tetapi tumpah ke jalan sehingga menyebabkan genangan air di jalur poros depan Pasar Kamal,” pungkas Qomar. *****







