Isi Artikel
- 1 Tema Kompetisi Desain Daikin Design Awards 2025: Originality: You are Beyond Technology
- 2 Peserta yang Lebih Luas dan Panel Juri Beragam
- 3 Kategori Kompetisi dan Hadiah yang Menarik
- 4 Pemenang Utama: “Weave” oleh Yoval Julianto & Lady Viona Yacup
- 5 Pemenang Utama: “Defying The Ordinary: A Narrative of Bold Intimacy” oleh Dewi Cindrawati
Tema Kompetisi Desain Daikin Design Awards 2025: Originality: You are Beyond Technology
Kompetisi desain Daikin Design Awards 2025 hadir dengan tema utama yang menarik, yaitu Originality: You are Beyond Technology. Tema ini menggambarkan bahwa meskipun teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) memberikan berbagai kemudahan dan inovasi dalam dunia desain, tetapi unsur manusia tetap menjadi inti dari kreativitas dan keunikan dalam proses perancangan. Dengan demikian, kompetisi ini tidak hanya mengeksplorasi aspek teknis, tetapi juga memperhatikan bagaimana desain dapat mencerminkan emosi, imajinasi, serta intuisi manusia.
Melalui tema ini, Daikin Design Awards 2025 mencoba menjawab pertanyaan penting: Bagaimana desain bisa menghadirkan ruang yang nyaman, efisien, dan peka terhadap perkembangan hidup masa kini? Setiap karya yang masuk diharapkan mampu menunjukkan inovasi yang tidak hanya memadukan teknologi, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai manusiawi dalam setiap detailnya.
Peserta yang Lebih Luas dan Panel Juri Beragam
Tahun ini, Daikin Design Awards kembali menyelenggarakan kompetisi dengan peserta yang lebih luas. Tidak hanya berasal dari Indonesia, peserta juga datang dari Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi ini semakin diminati dan memiliki pengaruh lintas batas. Selain itu, panel juri juga terdiri dari praktisi yang berasal dari kedua negara. Mereka meliputi:
- Alex Bayusaputro
- Tan Tik Lam
- Cosmas Gozali
- Wenky Handono
- Joe WH Can
- Mun Inn Chan
- Wong Pei San
- Lau Joo Hao
Selain itu, juri tamu yang ikut serta adalah Daniel Mananta. Keberagaman panel juri ini menunjukkan bahwa kompetisi ini memiliki standar penilaian yang tinggi dan objektif.
Kategori Kompetisi dan Hadiah yang Menarik
Daikin Design Awards 2025 terbuka untuk para profesional maupun siswa. Kompetisi ini terbagi atas beberapa lingkup desain, termasuk kategori F&B dan residensial. Total hadiah yang disediakan mencapai Rp530 juta, yang menunjukkan bahwa kompetisi ini sangat serius dalam mendukung kreativitas dan inovasi di bidang desain.
Kategori residensial menunjukkan bagaimana sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) bisa berbaur secara harmonis dengan kehidupan sehari-hari dan desain hunian. Ini menjadi salah satu fokus utama dalam penerapan teknologi pada desain rumah modern.
Pemenang Utama: “Weave” oleh Yoval Julianto & Lady Viona Yacup
Dalam kategori Conceptual Architecture Residential for Professional, karya yang berjudul Weave karya Yoval Julianto dan Lady Viona Yacup dari Dreamlabs Architecture berhasil meraih juara pertama. Sebelumnya, pasangan ini telah dinobatkan sebagai Daniel’s Choice dalam kategori conceptual interior design residential for professional di tahun 2024. Kali ini, mereka kembali menorehkan prestasi dengan karya yang unik dan kreatif.
Hunian yang dirancang oleh Dreamlabs Architecture ini menggabungkan aspek tradisi, lingkungan alam, dan kehidupan modern. Lokasi hunian berada di Pekanbaru, Riau, dan menjadi konteks penting dalam desain. Rumah ini terdiri dari tiga lantai dengan konsep bangunan yang saling terhubung melalui jarak antar bangunan, yang membantu sirkulasi udara.
Desain hunian ini juga memperhatikan isu keberlanjutan. Contohnya, penggunaan material seperti Empty Fruit Bunch (EFB) panel yang berasal dari limbah minyak sawit. Material ini memiliki konduktivitas termal rendah, yaitu sekitar 0.147 W/m.K, sehingga cocok digunakan sebagai insulasi.
Untuk menciptakan suhu ruang yang nyaman, arsitek menggunakan sistem VRV-HS Daikin dengan unit yang dikustomisasi sesuai kebutuhan ruang. Misalnya, unit cassette diterapkan di kamar mandi, sedangkan unit Middle Static Duct digunakan di ruang home office dan gym. Sistem AC juga diintegrasikan dengan desain interior melalui penggunaan unit slim duct pada vertical slab-and-beam cover untuk living room dengan tinggi ruang hingga 7.5 meter.
Penggunaan Daikin Box Trox dengan bentuk linear slim black line membuat sistem AC menyatu secara seamless dengan ceiling rumah. Selain itu, unit tersebut bisa dipasang di balik woven rattan ceiling, sehingga mempertahankan ventilasi udara tanpa mengganggu estetika desain.
Pemenang Utama: “Defying The Ordinary: A Narrative of Bold Intimacy” oleh Dewi Cindrawati
Di kategori Conceptual Interior Design Residential for Professional, karya Defying The Ordinary: A Narrative of Bold Intimacy karya Dewi Cindrawati dari biro Solenne Space meraih juara pertama. Karya ini menggambarkan bagaimana desain bisa mencerminkan nilai individu yang ingin bebas dari keterbatasan tradisi.
Rumah empat lantai ini dirancang untuk seorang young adult yang ingin memiliki ruang yang bisa mengekspresikan identitasnya. Desain ini menggabungkan warna dan tekstur yang kontras, serta lighting yang unik dan dramatis. Contohnya, kamar tidur menggunakan textured paint berwarna vivid emerald pada dinding dan ceiling.
Drop ceiling yang terdiri dari dua level dengan bentuk dinamis tidak hanya menyimpan indirect lighting, tetapi juga unit Daikin Slim Ceiling Mounted Duct Type 2.5 HP. Penerapan ini mungkin karena desain produk yang slim dengan tinggi 200 mm dan lebar 620 mm.
Di ruang gym, unit Daikin Middle Static Pressure Ceiling Mounted Ducted Type 2 HP terintegrasi dengan seamless pada ceiling berupa Box Trox dengan tampilan garis hitam. Hal ini menciptakan suasana yang nyaman saat melakukan aktivitas berat seperti olahraga.
Di ruang keluarga, desainer menghadirkan konsep ruang terbuka yang menyatukan living room, pantry, serta ruang makan dalam satu kesatuan ruang yang didominasi warna coklat dan limewash textured paint.






