Resmi dibuka di Lembang, Warung Bakakak Sampurasun Nusasari siap jadi magnet kuliner baru KBB

Warung Bakakak Sampurasun Nusasari Lembang resmi hadir menambah peta wisata kuliner di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Peresmian cabang kelima ini dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, pada Jumat, 19 Desember 2025, di tengah momentum libur akhir tahun.

Kehadiran rumah makan ini dinilai strategis karena berada di salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Barat. Selain menyasar wisatawan, warung ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal, khususnya sektor kuliner dan pariwisata.

Bacaan Lainnya

Momentum Tepat di Tengah Libur Panjang 

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyebut pembukaan Warung Bakakak Sampurasun Nusasari Lembang sebagai langkah tepat waktu. Menurutnya, periode libur Natal dan Tahun Baru hingga mendekati Ramadhan selalu menjadi puncak kunjungan wisata ke kawasan Lembang.

“Lokasinya sangat strategis, apalagi menjelang libur panjang. Ini bisa menjadi pilihan wisata kuliner baru, baik untuk wisatawan maupun masyarakat sekitar,” ujar Erwan.

Ia juga menilai kehadiran rumah makan ini dapat memperkuat daya tarik Lembang sebagai destinasi wisata keluarga yang tidak hanya menawarkan alam, tetapi juga pengalaman kuliner khas Sunda.

Erwan turut memberikan apresiasi terhadap kualitas rasa menu yang disajikan. Ia menegaskan bahwa ayam bakakak di cabang Lembang tetap konsisten dibandingkan cabang lain seperti di Sumedang, Soreang, dan Pasteur.

“Rasanya enak dan konsisten. Semua menunya sama dan tetap enak,” katanya.

Terkait harga, Erwan menilai penggunaan ayam kampung memang memiliki nilai lebih. Meski harga bahan baku cenderung meningkat, menu di Warung Bakakak Sampurasun Nusasari Lembang dinilai masih ramah di kantong.

“Ayam kampung memang lebih mahal, tapi dengan bumbu khas seperti ini, harganya masih wajar,” ujarnya.

Pengelola Warung Bakakak Sampurasun Nusasari Cabang Lembang, Sandi Tawakal Anugrah Saputra, menjelaskan bahwa kekuatan utama rumah makan ini terletak pada bahan baku. Ayam bakakak yang digunakan berasal dari peternakan sendiri dengan sistem ayam kampung organik.

“Cita rasanya berbeda. Kalau di tempat lain cenderung manis karena kecap, kami lebih menonjolkan rasa gurih alami,” ujar Sandi.

Selain itu, proses pembakaran ayam menggunakan arang dari pohon buah-buahan keras. Teknik ini menghasilkan aroma khas yang menjadi ciri utama bakakak Sampurasun Nusasari dan sulit ditiru oleh rumah makan lain.

Nuansa Sunda Kental di Tengah Kawasan Wisata

Tak hanya soal rasa, konsep tradisional Sunda menjadi daya tarik lain Warung Bakakak Sampurasun Nusasari Lembang. Bangunan rumah makan didominasi material bambu, mulai dari atap anyaman hingga dinding yang menghadirkan suasana rumah Sunda tempo dulu.

Konsep ini sengaja dipertahankan untuk memberikan pengalaman makan yang lebih hangat dan autentik. Pengunjung diharapkan tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati suasana khas pedesaan Sunda di tengah kawasan wisata Lembang.

Selain ayam bakakak, rumah makan ini juga menyajikan beragam menu khas Sunda. Di antaranya nasi liwet dadakan dengan pilihan pete, ikan asin, atau teri, karedok khas, gurame cobek, nila cobek, ayam goreng kampung, tumis pakis, hingga aneka buah-buahan segar.

Untuk harga, satu paket lengkap yang dapat dinikmati empat orang dibanderol sekitar Rp200.000 hingga Rp250.000. Harga tersebut diklaim kompetitif untuk ukuran rumah makan di kawasan wisata Lembang.

Sandi menambahkan, resep ayam bakakak yang digunakan bukan resep baru. Racikan bumbu tersebut merupakan warisan keluarga sejak 1994 yang berasal dari kawasan Parantina Nusasari, Subang.

“Meski cabangnya berada di Lembang, esensi rasa dan nilai dari induknya tetap kami jaga,” ungkapnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *