Tahun 2025 sudah di penghujung Mata. Bulan Desember pun tinggal mengitung hari. Aroma 2026 sudah terasa, ya. Pastinya sudah ada asa-asa harapan yang diterbangkan ke langit, untuk lebih baik lagi di tahun depan.
Seperti biasa, setiap pergantian tahun, selalu disambut dengan gembira. Di satu sisi karena bersyukur sudah menjalani rangkaian aktivitas hidup selama 365 hari. Di satu sisi siap menyambut tahun baru dengan penuh semangat.
Nah, apa sudah ada rencana nih, mau menghabiskan malam tahun baru di mana? Kalau saya sih kepikiran beberapa tempat di Jakarta. Apalagi saya tinggal di Depok yang ke Jakarta itu dekat. Jakarta memang magnet tidak hanya bagi warga Jakarta, tapi juga kta sekitar. Selain Depok, Tangerang, Bekasi, juga Bogor. Bahkan orang-orang yang tinggal di provinsi lain. Berlibur sekaligus menghabiskan malam pergantian tahun di Jakarta.
Tapi setelah saya pikir-pikir, saya berencana mau ke kota tua saja. Saya memang suka sekali dengan kawasan penuh sejarah itu. Dan Berikut pertimbangan saya untuk menghabiskan malam tahun baru di kawasan Kota Tua.
Aksesnya Mudah
Akses yang mudah ke kawasan kota Tua adalah hal pertama yang jadi pertimbangan saya. Pastinya ini akan menghemat waktu da tenaga saya. Jangan alih-alih mau hanya sekadar menghabiskan malam tahun baru, saya malah kelelahan di perjananan hehehe.
Nah, dari tempat tinggal saya di Depok, saya bisa ke kota tua naik 2 transportasi umum. Ada dua alternatif yang bisa saya lakukan. Pertama, saya bisa naik motor dulu ke stasiun Pondok Cina. Motor saya titip, lanjut naik KRL. Enaknya lagi kalau naik KRL, tidak perlu transit di stasiun lain. Dari stasiun Pondok Cina. Langsung bablas sampai stasiun Jakarta Kota. Tarif hanya 4 ribu saja.
Alternatif kedua, saya bisa naik Transjakarta. Dari tempat tinggal saya, saya tinggal jalan kaki menuju halte Kompleks Pelni di jalan Juanda. Lanjut naik D11 menuju Halte Cawang sentral. Dari sana saya naik C5 menuju halte Monas. Setelah itu. saya lanjut Tije no 1 dari Blok M menuju kota Tua. Tarif total 7 ribu.
Tapi sama saja sih, karena kalau naik KRL kan, saya titip motor. Dan berhubung saya sampai pergantian tahun, maka motor saya hitungannya nginap. Jadi 2 hari bayar 16 ribu. Tapi saya besyukur akses ke Kota Tua sangat dimudahkan.
Sekalian Berwisata
Selain akan menghabiskan malam tahun baru di Kawasan Kota Tua, saya pun bisa sekalian berwisata ke berbagai museum yang ada di sana. Mulai dari museum Sejarah Jakarta atau disebut juga museum Fatahillah, museum Keramik dan Seri Rupa, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, dan Museum Wayang. Dan setela aya cdk, 31 Desember itu jatuh di hari Rabu. Artinya museum tetap buka.
Bahkan kalau waktunya ada, saya bisa sekalian jalan-jalan ke Menara syah Bandar Jakarta dan ke museum Bahari juga. Apalagi jaraknya juga saling berdekatan. Dalam perjalanan bisa melewati kanal besar dan jembatan Intan.
Tidak Bikin kantong Jebol
Menghabiskan malam tahun baru di kawasan Kota Tua Jakarta, dijamin hati senang karena tidak bikin kantong jebol. Dari ongkos ke sana saja sudah ramah di kantong. Masuk Kawasan Kota Tua juga gratis. Nah, masuk ke berbagai museum semua hanya 5 ribu. Jadi kalau datang bersama keluarga, dompet tetap amanlah hehehe.
Banyak Acara Menarik
Di weekend saja, Kota Tua banyak acara menarik. Saya biasanya kalau datang pas menjelang minggu, itu banyak pentas musik. Apalagi ini malam pergantian tahun. Pasti jauh lebih semarak dan ramai. Pastinya bisa foto dengan para cosplay dan nak sepeda ontel hehehe.
Saat saya intip akun Instagram Kota Tua, sudah pasti ada Jakarta Light Festival. Bahkan diadakan mulai 30 Desember 2025 sampai 31 Desember 2025. Yang tidak kalau seru juga ada acara pergantian malam tahun baru (UPK kota Tua) di kali besar depan UPK Kota Tua. Wah.. pasti dijamin seru.
Tips menikmati pergantian tahun di Kota Tua
Biar semakin nyaman menikmati pergantian tahun di Kota Tua, maka ada beberapa tips nih sesuai pengalaman saya :
Jadi usahakan datang lebih awal. Kalau saya mau menikmati museum, maka saya datang sekitar pukul 10 pagi saja. Tapi kalau saya hanya mau menghabiskan malam tahun baru, maka saya akan berangkat dari rumah paling lambat pukul 1 siang, biar tiba d kawasan kota tua paling lambat pukul 3 sore. Ini untuk menghindari kemacetan terutama bila saya naik Transjakarta.
Selanjutnya saya harus mempersiapkan fisik dengan baik. Ini karena acara akan panjang. Saya harus Istirahat yang cukup. Nah karena acaranya malam, pastinya saya harus bawa jaket, biar tidak masuk angin. Terus karena cuaca tidak bisa diprediksi apalagi Desember bulan hujan, Jadi saya siapkan payung atau jas hujan
Nah, itu dia rekomendasi dari saya tempat menghabiskan malam tahun baru di Jakarta. Pastinya kawasan Kota Tua jadi pilihan yang pas untuk menkkmati pergantian tahun. Apa teman-teman Kopaja71 akan ikut bersama saya merayakan pergantian malam tahun baru di kawasa Kota Tua Jakarta? Ayo.. Meluncur ke sana….







