Raker Akhir Tahun, Siti Fauziah Harap Kinerja Setjen MPR Lebih Baik 2026

, BANTEN – Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah berharap kinerja dan berbagai aktivitas yang dilakukanMPRpada tahun 2026 diharapkan berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Harapan itu disampaikannya setelah rapat kerja (raker) bersama seluruh pejabat dan karyawan di lingkungan kerja Sekretariat MPR di Kabupaten Tangerang, Banten, pada hari Minggu (21/12).

Bacaan Lainnya

Siti Fauziah mengatakan kegiatan rapat kerja ini merupakan bagian dari evaluasi kinerja tahun 2025 serta persiapan rencana kerja tahun 2026.

Ini rapat akhir tahun dengan harapan semua pihak dapat mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan, apakah sudah mendukung tugas dan fungsi MPR. Dari sana kita bisa melihat kelebihan, kekurangan, serta hal-hal yang perlu diperbaiki karena sebagian besar kegiatan MPR bersifat berkelanjutan dan akan diadakan kembali pada 2026,” kata Siti Fauziah dalam pernyataannya, Senin (22/12).

Perempuan pertama dalam sejarah yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal MPR ini menyampaikan bahwa meskipun pada tahun 2026 akan ada beberapa kegiatan baru, evaluasi terhadap program-program lama tetap perlu dilakukan.

Penilaian tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan peraturan dan kebijakan baru yang akan diimplementasikan pada tahun depan.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan lebih lanjut mengenai evaluasi dan persiapan tahun 2026 akan dilanjutkan di tingkat biro, bagian, hingga unit kerja masing-masing.

Di dalam rencana kerja tahun 2026, Setjen MPR juga akan menyesuaikan diri dengan munculnya program baru serta peningkatan dana dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikan anggaran ini memang diperlukan untuk mendukung kegiatan-kegiatan baru yang pada 2025 belum ada,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Ibu Titi.

Beberapa kegiatan yang direncanakan pada tahun 2026 antara lain Sosialisasi Empat Pilar MPR di daerah perbatasan untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

MPR juga akan mengadakan kegiatan di bidang industri strategis nasional sebagai tanggapan terhadap pesatnya perkembangan industri pada masa digitalisasi.

“Di sini MPR menyadari betul pentingnya memahami arah dan perkembangan industri strategis nasional, serta bagaimana peran institusi negara dalam mendorong kemajuan sektor tersebut,” ujarnya.

Kegiatan lainnya yang baru adalah menghidupkan kembali perdebatan konstitusi di tingkat universitas.

Program ini diharapkan mampu memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai konstitusi serta memperkuat komitmen kalangan muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada kesempatan itu, Ibu Titi juga menyoroti mengenai target kinerja unit-unit kerja yang ada di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR.

Ia menekankan bahwa kualitas hasil kerja lebih penting daripada hanya fokus pada penyerapan anggaran.

“Jika target kinerja dapat tercapai 100 persen atau bahkan melebihi, tentu sangat menggembirakan. Namun untuk anggaran, tidak perlu selalu mencapai 100 persen. Jika anggaran bisa dioptimalkan namun tetap mampu mencapai kinerja yang bermanfaat bagi institusi dan masyarakat, hal ini justru lebih baik,” tegasnya.

Menurut Siti Fauziah, kegiatan tidak boleh diadakan hanya untuk menghabiskan anggaran, melainkan harus memberikan dampak yang nyata dan bermutu.

Akhirnya, ia menyampaikan harapannya agar Indonesia pada tahun 2026 semakin mendekati tujuan nasional yang telah ditetapkan.

Siti Fauziah juga menghubungkan harapan tersebut dengan rencana pembangunan nasional yang diusulkan Presiden melalui Astacita.

“Harapan saya, Indonesia semakin makmur, harmonis, aman, dan tenang,” katanya. (mrk/jpnn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *