Putri KW Berharap Hadapi An Se-young, Jafar/Felisha Siap Tampil di Final Tour Dunia 2025

.CO.ID, JAKARTA — Indonesia mengirimkan sejumlah perwakilan terbaiknya dalam ajang bergengsi BWF World Tour Finals 2025 yang diselenggarakan di Hangzhou, Tiongkok, pada 17–21 Desember 2025. Turnamen penutup musim ini hanya diikuti delapan atlet atau pasangan teratas di masing-masing sektor dan memperebutkan total hadiah senilai 3 juta dolar AS.

Atlet bulu tangkis putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menyambut ajang bergengsi World Tour Finals dengan penuh semangat. Atlet berusia 22 tahun ini mengatakan siap tampil tanpa tekanan saat menghadapi pemain-pemain hebat dunia, termasuk unggulan asal Korea Selatan, An Se-young.

Bacaan Lainnya

Sangat bahagia bisa hadir di World Tour Finals tahun ini. Besok saya ingin bermainnothing to losedan menampilkan permainan terbaiknya melawan An Se Young,” kata Putri dalam keterangan tertulis yang diterima.co.id, Selasa (16/12/2025).

Putri menganggap perolehan medali perak dan perunggu dalam SEA Games Thailand 2025 sebagai pemicu semangat menjelang tampil di ajang penutup musim tersebut.

“Medali perak dan perunggu di SEA Games kemarin menambah semangat serta dorongan saya untuk tampil di sini,” ujarnya.

Putri juga menarik perhatian dalam rangkaian acara gala dinner World Tour Finals. Ia mengakui tidak menyangka terpilih sebagaibest dressedberkat pakaian yang mengusung nuansa budaya Indonesia yang dipakainya.

“Saya hanya meminta pakaian yang terinspirasi dari kebaya untuk mewakili Indonesia, khususnya suku Jawa yang ada dalam darah saya. Semoga budaya Indonesia semakin dikenal oleh dunia,” kata Putri.

Debut Jafar/Felisha

Selain Putri, pasangan ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga siap menghadapi debut mereka dalam World Tour Finals. Bagi Felisha, kejuaraan ini menjadi pengalaman khusus karena merupakan musim pertamanya berlaga di tingkat elit global.

 

“Pasti senang karena di tahun pertama saya bermain di level tertinggi, langsung bisa merasakan tampil di World Tour Finals. Ini pengalaman yang baru karena di sini tidak hanya kompetisi, tetapi juga ada rangkaian kegiatan seperti dinner gala. Semoga hasil kami bisa maksimal,” kata Felisha.

Felisha menyadari persaingan dalam World Tour Finals sangat ketat karena semua peserta merupakan pasangan terbaik di dunia. Namun, ia menegaskan dirinya siap menghadapi siapa pun lawan yang akan dihadapinya di fase grup.

“Namanya World Tour Finals, semua lawan berlevel terbaik. Di grup apa pun pasti akan bertemu pemain-pemain hebat. Yang paling penting adalah kami ingin menunjukkan performa terbaik,” katanya.

Di sisi lain, Jafar menilai penyesuaian terhadap situasi di lapangan menjadi prioritas utama sebelum pertandingan. Ia mengatakan kondisi tempat pertandingan cukup nyaman, meskipun tetap perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan selama pertandingan berlangsung.

“Kami telah mencoba lapangan meskipun waktu singkat. Tidak ada angin, sehingga terasa cukup nyaman. Namun kami tetap perlu siap jika situasi berubah dan menyiapkan strategi permainan yang berbeda,” kata Jafar.

Menurut Jafar, tampil dalam World Tour Finals adalah kesempatan berharga untuk memperluas pengalaman dalam menghadapi pasangan terbaik dunia.

“Tidak ada lawan yang mudah di sini. Ini adalah ajang yang sangat baik untuk belajar. Kami jarang berhadapan dengan pasangan seperti Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, jadi kami ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan memberikan yang terbaik,” katanya.

Selain Putri Kusuma Wardani dan Jafar/Felisha, Indonesia juga mengirimkan Jonatan Christie, Sabar Karyaman Gutama/Mohamad Reza Pahlevi Isfahani, serta Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri ke BWF World Tour Finals 2025. Kehadiran para perwakilan ini diharapkan mampu mempertahankan kompetitifitas Indonesia dalam turnamen paling bergengsi di kalender bulu tangkis dunia tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *