Punya istri siri Inara Rusli, Insanul Fahmi ngaku takut rindu Wardatina Mawa

Ringkasan Berita:

  1. Insanul Fahmi mengaku nikah siri dengan Inara Rusli, menghindari postingan Wardatina Mawa karena takut rindu.
  2. Kisruh rumah tangga Insanul Fahmi dan Mawa mencuat di media sosial.
  3. Konflik berujung laporan polisi, Insan ingin memproses pihak yang diduga menghasut istrinya.

 

Bacaan Lainnya

Pengusaha Insanul Fahmi yang kini sudah punya istri siri Inara Rusli, kini takut rindu dengan sang istri sah, Wardatina Mawa.

Insanul Fahmi mengaku jika dirinya menghindari melihat postingan dari Wardatina Mawa di media sosial.

Rumah tangga Insanul Fahmi dengan Wardatina Mawa memang menjadi sorotan.

Bahkan, Insanul Fahmi telah dipolisikan oleh Wardatina Mawa akibat dugaan perselingkuhan dengan Inara Rusli.

Insan kini mengakui sudah menikah siri dengan Inara Rusli.

Walau rumah tangganya dengan Mawa kini berantakan, Insan menegaskan akan memperjuangkan dua istrinya itu.

Meski begitu, di tengah situasi itu Insan mengaku menghindari melihat postingan Mawa di media sosial.

Bukan tanpa alasan, Insan mengaku khawatir bakal rindu dengan Mawa.

“Untuk itu story Mawa aku nggak ngikutin ya,” ujar Insan, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Sabtu (27/12/2025).

“Ya bukan nggak peduli, tapi aku takut rindu aja sih,” ucap pengusaha 26 tahun asal Medan, Sumatera Utara itu.

Untuk saat ini, Insan masih mencoba untuk menjauhkan Mawa dari orang-orang yang diduga ingin menghancurkan rumah tangganya.

Ia juga ingin orang-orang yang diduga telah menghasut Mawa nantinya bisa diproses secara hukum.

“Sekarang ini aku masih berusaha buat geser lah orang-orang yang sudah hasut dia nih, biar nanti bisa diproses hukum,” tandas Insan.

Kondisi Mental Wardatina Mawa

Di sisi lain, Mawa merasa difitnah oleh Insanul Fahmi terkait perlakuan dirinya terhadap keluarga sang suami. 

Mawa memastikan tidak pernah melakukan tindakan kasar atau tidak pantas ke keluarga Insanul Fahmi.

Kuasa hukum Mawa, Darma Praja lantas mengungkap kondisi wanita bercadar itu setelah difitnah Insan.

Menurutnya, kondisi mental Mawa kini berada dalam tekanan.

“Ya, kalau untuk itu sih memang saat ini Ibu Mawa memang merasa lebih sedikit tertekan ya dengan fitnah- fitnah yang dilontarkan,” kata Darma, dikutip dari YouTube Grid.id.

“Jadi memang mungkin untuk saat ini Ibu Mawa tidak terlalu banyak berkomentar dan menjalani saja proses yang ada,” sambungnya.

Dikatakan Darma, Mawa saat ini memilih untuk menenangkan diri.

Konten kreator 25 tahun itu juga fokus terhadap laporannya ke Insan dan Inara.

“Jadi dia sekarang mungkin lebih menenangkan diri dan fokus terhadap proses yang dijalani aja sih,” tuturnya.

Mawa sendiri juga sudah memantapkan hatinya untuk berpisah dengan Insan karena tak mau dipoligami.

“Kalau itu kan sebenarnya tegas dari kemarin memang Mawa tidak mau dipoligami dan akan bercerai,” terang Darma.

Mawa Bantah Sebarkan Video CCTV Insan-Inara

Kuasa hukum Wardatina Mawa lainnya, Fedhli menegaskan kliennya bukan penyebar rekaman CCTV yang belakangan menjadi sorotan publik antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli.

Wardatina Mawa disebut tidak memiliki keterlibatan dengan apapun dalam proses penyebaran maupun akses terhadap CCTV.

“Ya, saya tekankan lagi bahwa Mawa itu bukan penyebar. Dia mendapatkan informasi dari orang lain, ya,” ujar Fedhli di kawasan Tomang, Jakarta Barat dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (26/12/2025).

Tuduhan keterlibatan Mawa dalam penyebaran rekaman CCTV dugaan perzinaan Ihsanul dan Inara Rusli berawal dari pihak lain.

Oleh karena itu pihaknya meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Nah, informasi itulah ya yang didapatkan oleh Mawa. Jadi bukan dia yang menyebarkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fedhli juga membantah keras tudingan yang menyebut Mawa memiliki peran dalam akses ataupun pengelolaan rekaman CCTV.

Ia menekankan bahwa kliennya tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk mengakses atau menyebarkan rekaman tersebut.

“Jadi saya tegaskan Mawa tidak pernah memerintahkan, menyuruh, atau terlibat dalam akses apapun terkait CCTV itu, ya,” kata Fedhli.

Ia menambahkan, dalam kasus ini posisi Mawa justru sebagai pihak yang dirugikan atau korban.

Fedhli menyebut kliennya sedang berupaya mencari kebenaran atas informasi yang diterimanya, sekaligus memperjuangkan keadilan.

“Di sini Mawa adalah korban dan Mawa sedang mencari kebenaran dan keadilan,” ujarnya.

Fedhli pun meminta agar fakta yang ada tidak dipelintir atau diputarbalikkan. Ia berharap publik dapat melihat persoalan ini secara objektif dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.

“Jadi jangan diputarbalikkan,” pungkas Fedhli.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *