Puasa Ayyaumul Bidh dan Senin Kamis di bulan Rajab 1446 H

– Bulan Rajab jatuh pada tanggal 21 Desember 2025 hari ini.

Pergantian bulan ke 7 tersebut juga bertepatan dengan malam pergantian tahun Masehi, yang ditandai dengan habisnya bulan Desember dan masuknya bulan Januari 2025.

Bacaan Lainnya

Adapun bulan Rajab menjadi salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT, selain Zulqadah, Zulhijah, dan Muharam.

Melansir kemenag.go.id, Rajab termasuk sebagai bulan asyhur al-hurum atau bulan mulia, yaitu Dzulhijjah, Dzulqadah, Muharram, dan Rajab.

Keutamaan Bulan Rajab juga dikarenakan terletak di antara bulan Jumadal Akhir dan bulan Syaban. 

Oleh karena mulianya bulan tersebut, maka sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan dan perbuataan kebaikan.

Lantas pada tanggal berapa bulan Rajab akan berlangsung?

Kapan 1 Rajab 2025?

Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Bimas Islam Kementerian Agama RI, bulan Rajab merupakan bulan ke-7 dalam kalenders Islam dan berlangsung selama 30 hari pada 2025. 1

Rajab 1446 H jatuh pada 1 Januari 2025. Sehingga, bulan Rajab jatuh pada 1-30 Januari 2025.

 

Selain itu terdapat sunnah yang menganjurkan umat muslim berpuasa didalam bulan Rajab.

Dimana selain puasa sunnah Rajab ada juga puasa lain yang beriringan pada bulan ke 7 tersebut, diantaranya adalah Puasa Ayyaumil Bidh, Puasa Daud, juga puasa Senin dan Kamis.

– Puasa Ayyaumil Bidh

Jadwal Puasa Yaumil Bidh Rajab 1446 H

Diketahui 1 Rajab 1446 Hijriyah bertepatan pada Rabu (1/1/2025) maka jadwal puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab 2025 adalah sebagai berikut:

  • Puasa Ayyamul Bidh hari pertama: Senin, 13 Januari 2024 atau 13 Rajab 1446 H
  • Puasa Ayyamul Bidh hari kedua: Selasa, 14 Januari 2024 atau 14 Rajab 1446 H
  • Puasa Ayyamul Bidh hari ketiga: Rabu, 15 Januari 2024 atau 15 Rajab 1446 H

Niat Puasa Yaumil Bidh Rajab 1446 H

Sama seperti puasa lainnya, puasa Ayyamul Bidh juga diawalai dengan membacakan niat puasa dan sahur.

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunah karena Allah ta’ala.”

Niat Puasa Rajab Sekaligus Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaytu shauma ayyâmilbîd lillâhita’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”

– Puasa Daud

Puasa selang-seling (sehari puasa, sehari tidak) juga sangat dianjurkan. Untuk mengisi amalan di bulan Rajab, kita bisa berpuasa dengan cara puasa Daud.

Selain berpuasa di waktu tersebut, sebenarnya kita boleh berpuasa sebanyak apa pun selama mampu. Namun, Rasulullah tidak mencontohkan untuk berpuasa di bulan Rajab selama satu bulan penuh.

Disebutkan dalam buku Buka Puasa Bersama Rasulullah Saw, sahabat Rasulullah Umar bin Khattab pernah melarang seseorang berpuasa pada seluruh hari bulan Rajab karena dikhawatirkan akan menyamai puasa bulan Ramadhan.

Disampaikan bahwa ‘Umar pernah memaksa seseorang untuk makan (tidak berpuasa), lalu beliau katakan, “Janganlah engkau menyamakan puasa di bulan ini (bulan Rajab) dengan bulan Ramadhan”.

– Senin dan Kamis

Puasa hari Senin dan Kamis adalah puasa yang sangat dianjurkan Rasulullah. 

Kita bisa melaksanakan puasa ini pada bulan apa pun termasuk di bulan Rajab.

Niat Puasa Rajab Senin-Kamis

Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى 

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa’ala

Artinya: Saya niat puasa pada hari Senin, sunat karena Allah Ta’aalaa.

Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى 

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa pada hari Kamis, sunat karena Allah Ta’aalaa.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai amalan Sunnah di Bulan Rajab 1446 H yang bisa dikerkajakn, semoga bermanfaat!

(*)

Baca artikel lainnya di Google News

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *