– Selama tahun 2025 proyek Tol Getaci berada dalam kondisi ketidakpastian yang pada akhirnya menemukan adanya kepastian. Sayangnya, Kepastian saja tidak cukup harus dipastikan bahwa proyek jalan tol pertama yang menyasar Priangan Timur ini benar-benar terwujud.
Tahun 2025 sudah berada di penghujung tahun dan Tahun 2026 akan segera datang. Apakah ditahun 2026 proyek calon jalan tol terpanjang di Indonesia itu hanya sebatas kepastian atau benar-benar akan terwujud dengan dimulainya pembangunan kontruksi.
Harapan terwujudnya jalan tol tersebut memang sudah cukup lama dinantikan warga Jawa Barat, terutama warga di Kawasan Priangan Timur.
Rencana pembangunan jalan tol ke wilayah Jabar selatan terutama melalui Priangan Timur sudah lama muncul, bahkan lebih daru 10 tahun lalu. Proyek ini awalnya bernama Tol Citas (Cileunyi-Tasikmalaya)) namun kemudian pada 2016 berubah menjadi Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya).
Pada perkembangannya setelah proyek ini diambilalih pemerintah pusat, Kembali berubah menjadi Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap), sejalan dengan keinginan pemerintah memperpanjangan bentangan jalan tol hingga Cilacap (Jawa Tengah) sepanjang 206,65 kilometer yang menjadikannya ruas jalan tol terpanjang di Indonesia.
Perubahannya menjadi Tol Getaci terjadi pada 2019. Perubahan tersebut sejalan dengan terjadinya perubahan trase yang semula berawal dari Cileunyi, kemudian bergeser ke wilayah Gedebage atau tepatnya di KM 149 Tol Padaleunyi.
Demikian pula rute jalan tolnya mengalami perubahan besar, yang semula rute dari Cileunyi menyusuri wilayah Garut Utara dan Tasikmalaya Utara, kini bergeser lebih ke selatan melalui Garus Selatan dan Singaparna.
Tahun 2025 : Menemukan Kepastian
Sejak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan hasil lelang proyek Tol Getaci pada akhir 2021 dibatalkan dan harus dilakukan lelang ulang, sejak itu proyek jalan tol tersebut menemui ketidakpastian akan kelanjutannya.
Hingga tahun 2025, belum ada kepastian kapan lelang ulang akan terlaksana setelah dua kali tahapan prakualifikasi gagal terwujud.
Bahkan di awal Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, muncul kekhawatiran proyek ini akan berakhir mangkrak, setelah proyek ini tidak masuk daftar Proyek Strategi Nasional (PSN). Tidak hanya itu saja, sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan Prabowo, membuat proyek ini harus dilakukan evaluasi ulang besar-besaran.
Sejak itu, dari bulan ke bulan kabar kepastian proyek dan pelaksanaan lelang ulang seperti tidak ada perkembangan. Alih-alih kabar baik, justru kabar dari Kementerian PU proyek Tol Getaci sepi peminat.
Namun pada September 2025, Pemerintaj melalui Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomi, akhirnya memasukkan proyek Tol Getaci ke dalam PSN yang akan dibangun di era Presiden Prabowo, dan pada perkembangan selanjutnya, Kementerian PU menyatakan proyek jalan tol ini termasuk di antara 19 proyek jalan tol nasional yang akan dilelang pada 2026.
Menunggu Tol Getaci Terwujud, Profil pun Berubah
Kepastian saja tidak cukup, warga Jabar menunggu kapan proyek Tol Getaci terwujud. Pada kunjungan ke Bandung di awal Desember 2025, Menteri PU Dody Hanggodo mentargetkan proyek Tol Getaci akan mulai dibangun pada tahun 2026.
Tentu ini menjadi kabar gembira bahwa Kementerian PU mentargetkan awal pembangunan kontruksi Tol Getaci akan dilakukan pada tahun yang sama dengan pelaksanaan lelang ulang. Apalagi Kementerian PU kali ini lebih optimistis proyek ini akan segera terwujud karena banyak investor yang berminat ikut lelang.
Kabar ini cukup menggembirakan warga Jabar meski hingga saat ini jadwal kepastian lelang ulang belum juga ada informasi terbaru.
Namun sejalan dengan dilakukan evaluasi besar-berasan terhadap proyek Tol Getaci maka dipastikan profil jalan tol ini akan mengalami perubahan, terutama dalam hal statusnya dan bentangan jalan tol prioritas.
Jika pada awalnya Tol Getaci akan dibangun sepanjang 206,65 kilometer dari Gedebage hingga Cilacap, dan pembangunannya dibagi dalam 2 tahap yakni Gedebage-Tasikmalaya dan Tasikmalaya-Cilacap. Akibat belum juga ada investor yang berminat, pada awalnya pemerintaj menetapkan pembangunan prioritas Gedebage hingga Ciamis sepanjang 108,3 kilometer.
Sejalan dengan dilakukan evaluasi besar-besaran terhadap proyek ini maka profilnya berubah dalam hal status yang semula proyek inisiatif swasta (unsolicited) menjadi proyek inisiatif pemerintah (solicited).
Dalam hal bentangan, kemungkinan ruas yang akan ditawarkan di lelang 2026 adalah tahap Gedebage hingga Tasikmalaya sepanjang 95,52 kilometer dan bukan Gedebage-Ciamis.
Sedangkan profil ukuran teknis tetap sama seperti di perencanaan awal yakni terdiri dari 2 jalur dimana masing-masing terdiri dari 2 lajur, dengan lebar lajur 3,60 meter. Nantinya jika pembangunan pertama dari Gedebage hingga Tasikmalaya maka jalan tol ini akan difasilitasi 1 junction dan 6 exit tol yakni :
-Junction Gedebage
-Exit Tol Majalaya
-Exit Tol Nagreg
-Exit Tol Garut Utara
-Exit Tol Garut Selatan
-Exit Tol Singaparna
-Exit Tol Kota Tasikmalaya
Tahun 2026 segera tiba, semoga saja ditahun tersebut proyek Tol Getaci yang sudah lama didambakan warga Jawa Barat akan benar-benar terealisasi. ***







