Program MBG Perbaiki Kondisi Fisik Siswa SMPN 1 Tamansari Bogor, Kepsek: ‘Anak-anak Kini Lebih Sehat dan Ceria’

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, telah beroperasi sejak Juli dan mendapatkan tanggapan yang baik dari siswa serta para orang tua. Program ini dinilai bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan gizi siswa, khususnya bagi anak-anak yang sebelumnya tidak sempat makan pagi di rumah.

Kepala SMP Negeri 1 Tamansari, Ermaini, menyatakan pelaksanaan MBG hingga saat ini berjalan sesuai harapan. “Untuk pelaksanaan MBG ini kita sudah lama mendapatkannya, sejak bulan Juli. Dan Alhamdulillah semua kegiatan berjalan sesuai yang kita harapkan. Respons dari anak-anak maupun orang tua cukup positif,” katanya kepada wartawan, Selasa (16/12).

Ia menjelaskan, program ini sangat bermanfaat bagi orang tua dalam memastikan anak-anak tetap menerima asupan makanan yang bernutrisi. “Karena sebelumnya anak-anak yang tidak sempat sarapan di rumah, kini bisa makan di sekolah,” tambah Ermaini.

Dari segi kualitas, pihak sekolah menyatakan tidak mengalami hambatan yang signifikan. Makanan yang disajikan dinilai beragam dan sesuai dengan standar gizi. “Makanan yang diberikan oleh SPPG cukup beragam karena setiap hari masakannya berbeda-beda. Menu lengkap ‘4 Sehat’, terkadang juga ‘5 Sempurna’,” ujarnya.

Untuk memastikan makanan aman dikonsumsi, sekolah melakukan pengawasan ganda melalui sistem piket guru dan siswa. Setiap makanan yang tiba harus diperiksa terlebih dahulu sebelum disajikan kepada para siswa.

“Petugas piket guru akan membuka makanan tersebut dan memeriksa isinya, kemudian mengambil foto dan mengunggahnya ke grup sekolah,” kata Ermaini.

Mengenai siswa yang memiliki alergi atau tidak menyukai makanan tertentu, pihak sekolah mengakui belum memiliki data khusus. Namun, hingga saat ini belum ada keluhan langsung dari siswa terkait alergi makanan. “Yang menyatakan ‘Bu, saya alergi ini’, kita belum pernah mendengar adanya keluhan dari anak seperti itu,” katanya.

Sebagai sekolah yang memiliki status Adiwiyata, SMPN 1 Tamansari juga mengajak siswanya untuk membawa wadah makanan dari rumah jika tidak mengonsumsinya di sekolah. “Jika kamu tidak makan di sekolah, bawa makanannya ke dalam wadahnya,” kata Ermaini.

Ia menambahkan, sekolah berupaya agar makanan tidak terbuang dan tetap bermanfaat. “Jika tidak dimakan, bawa pulang. Bahkan jika kita melihat ada anak yang tampaknya membutuhkan lebih, kita berikan,” katanya.

Dalam jangka panjang, pihak sekolah menyediakan kesempatan untuk melakukan pencatatan alergi siswa dengan melibatkan Puskesmas. Kerja sama dengan Puskesmas telah berjalan secara rutin, termasuk pengukuran berat badan siswa setiap bulan sebagai bagian dari program Sekolah Sehat.

Menurut Ermaini, secara kasat mata terlihat perubahan pada kondisi fisik siswa sejak program MBG dijalankan. “Dulunya anak-anaknya kecil-kecil, setelah keluar dari Tamansari itu anaknya jadi lebih besar. Jelas sekarang mereka ceria dan sehat,” ujar Ermaini.

Pelaksanaan MBG pada awalnya menghadapi beberapa hambatan teknis, khususnya terkait pengaturan penyaluran makanan. Namun, setelah dilakukan koordinasi dan pembagian tugas piket, kegiatan berjalan lebih teratur. “Sejak hari kedua hingga saat ini, semuanya berjalan sesuai dengan harapan kita,” katanya.

Ia menegaskan bahwa partisipasi guru dalam pengawasan distribusi MBG merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah. “Jika sudah menjadi piket, berarti ada bagian dari tugasnya, Pak,” tutup Ermaini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *