Ringkasan Berita:
- Mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto, Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto, mendapatkan kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi atau pecah bintang menjadi Brigadir Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).
- Selain itu, ia mendapat promosi jabatan menjadi Kepala Staf Ahli Panglima Kodam IX/Udayana (Kapoksahli Pangdam IX/Udy).
- Profil Wahyo Yuniartoto.
Mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto, Kolonel Inf. Wahyo Yuniartoto, mendapatkan kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi atau pecah bintang.
Wahyo Yuniartoto naik pangkat dari kolonel menjadi Brigadir Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah.
“Betul (keduanya pecah bintang),” ujar Freddy Ardianzah, Kamis (25/12/2025), dikutip dari Kompas.com.
Tak hanya pangkat, Wahyo Yuniartoto juga mendapatkan promosi jabatan.
Wahyo kini diamanahkan menjadi Kepala Staf Ahli Panglima Kodam IX/Udayana (Kapoksahli Pangdam IX/Udy).
Mutasi ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 yang diterbitkan pada tanggal 15 Desember 2025.
Ia menggantikan posisi Brigjen TNI Agus Muchlis Latif.
Berikut adalah profil Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto.
Profil Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto
Wahyo Yuniartoto lahir di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada 18 Juni 1979.
Ia adalah lulusan Akademi Militer pada tahun 2001.
Wahyo tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 14 Grup 1 Kopassus.
Pada 2018, ia diangkat menjadi Komandan Komando Distrik Militer 0703 selama dua tahun.
Pria berusia 46 tahun itu juga sempat menduduki posisi Ketua Tim Pelatih di Resimen Induk Kodam XVIII/Kasuari.
Pada 2021, Wahyo Yuniartoto mendapatkan promosi jabatan menjadi Wakil Komandan Grup 2 Kopassus.
Wahyo Yuniartoto pernah diamanahi menjadi Asisten Operasi Kopassus dan Komandan Grup 2 Kopassus.
Barulah pada tahun 2024, ia terpilih menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto.
Di luar tugas kemiliteran, Wahyo Yuniartoto pernah menjabat sebagai Tim Pencak Silat Indonesia di kejuaraan dunia Malaysia tahun 2022.
Ia juga berhasil meraih juara umum.
Setelah itu, Wahyo mendapat kepercayaan untuk menjadi manajer untuk tim olahraga cabang pencak silat dari Indonesia pada SEA Games 2023 di Kamboja.
Tak sampai di situ, Wahyo beberapa kali terlibat sebagai bagian satuan tugas penanggulangan bencana, di antaranya adalah menjadi Komandan Satuan Tugas bencana alam saat peristiwa Erupsi Gunung Kelud 2014 Jawa Timur dan peristiwa pada Bencana Tanah Longsor Jemblung 2014 serta pada peristiwa Tanah Longsor Cijeruk Bogor 2018.
Di sisi lain, Wahyo dijuluki Bapak Matahari. Ia pernah meraih juara 1 Lomba Karya Jurnalistik TNI manunggal Membangun Desa pada tahun 2019 di tingkat nasional untuk kategori Dansatgas.
Riwayat Pendidikan:
- SD Negeri 1 Bokol, Kemangkon, Purbalingga (1991)
- SMP Negeri 1 Kemangkon, Purbalingga (1994)
- SMA Negeri 1 Bukateja, Purbalingga(1997)
- S1 Universitas Terbuka Prodi Fakultas Ekonomi (2013)
- S2 Universitas Pertahanan Prodi Strategi Pertahanan Darat (2016)
Pendidikan militer:
- Pendidikan Para Dasar (2000)
- Akademi Militer (2001)
- Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (2001)
- Combat Intel (2002)
- Pendidikan Komando (2003)
- Kursus Perwira Sandhi Yudha (2004)
- Kursus Pandu (2005)
- Kursus Bahasa Mandarin (2006)
- Kursus Terjun Bebas Militer (2007)
- Kursus Perwira Jasmani Militer (2010)
- Sekolah Lanjutan Perwira II (2012)
- Kursus Dasar Perwira Intel Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (2013)
- Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (2016)
- Pendidikan Komandan Batalyon Infanteri (2017)
- Pendidikan Komandan Kodim (2018) Mendapat predikat lulusan terbaik.
(/Falza)







