Adhi Persada Properti (APP) adalah salah satu perusahaan properti terkemuka di Indonesia yang merupakan anak usaha dari PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1993, awalnya sebagai unit bisnis Adhi Realty yang kemudian berubah menjadi perusahaan tersendiri. Seiring perkembangan waktu, APP mengalami beberapa perubahan nama dan struktur organisasi, termasuk penggabungan dengan PT Adhi Persada Realti (APR) pada tahun 2015.
Sebagai bagian dari konsolidasi perusahaan, APP dan APR mematangkan rencana go publik melalui initial public offering (IPO). Bindut Dewanto, Sekretaris Perusahaan Adhi Persada Properti, menyatakan bahwa rencana IPO ini bertujuan untuk mencari dana segar di pasar modal. Dengan mengusung nama Adhi Persada Properti, perusahaan berencana melepaskan 30% saham ke publik dengan incaran dana sebesar Rp 1 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan properti seperti apartemen dan pusat perbelanjaan.
APP fokus pada dua jenis properti utama, yaitu tempat tinggal dan pusat perbelanjaan. Salah satu proyek yang sedang dikembangkan adalah apartemen Taman Melati Jatinangor dan Taman Melati Yogyakarta yang ditujukan untuk mahasiswa. Lokasi dekat kampus menjadi pilihan utama, seperti Taman Melati Jatinangor yang berdekatan dengan UNPAD, ITB, IKOPIN, dan PIDN, serta Taman Melati Yogyakarta yang dekat dengan UGM. Masing-masing apartemen memiliki 758 unit dan 752 unit.
Selain itu, APP juga mengembangkan proyek-proyek lain seperti Grand Taman Melati Margonda di Depok, Taman Melati Sinduadi di Yogyakarta, dan Taman Melati MERR di Surabaya. Pada tahun 2017, perusahaan meluncurkan apartemen The Conexio di Bekasi, dan pada tahun 2018, The Padmayana di Jakarta Selatan serta perumahan The Anggana Village di Bogor. Pada tahun 2019, APP meluncurkan apartemen Dhika Universe di Malang, dan pada tahun 2023, menjalin kerja sama dengan Aparthouse Indonesia untuk mengembangkan Andava Aparthouse di Jakarta Selatan.
Kondisi pertumbuhan ekonomi yang belum stabil membuat APP menggodok perhitungan untuk go public agar menarik para investor. Meski rencana IPO belum dapat dilaksanakan pada semester II/2015, perusahaan tetap bersabar karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di level 4,71% pada kuartal I/2015. Rencana IPO akan dilaksanakan jika pertumbuhan ekonomi mencapai level 6%-7%.
Informasi saja, total laba APP dan APR sebelum merger sepanjang tahun 2015 adalah Rp 294,8 miliar. Setelah penggabungan dua unit usaha ini, prognosa Januari hingga Desember 2015 meningkat menjadi Rp 300,4 miliar.
Dengan visi dan misi yang jelas, Adhi Persada Properti terus berkembang dan menjadi pemimpin di industri properti Indonesia. Proyek-proyek yang dikembangkan oleh APP tidak hanya memberikan solusi hunian yang layak, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui investasi dan pembangunan infrastruktur.







