– Menghadapi masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Stasiun Terisi di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, telah melakukan berbagai persiapan strategis. Langkah ini dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon guna memastikan kenyamanan, kebersihan, dan keselamatan penumpang selama periode libur akhir tahun yang diprediksi mengalami peningkatan jumlah penumpang.
Kepala Stasiun Terisi, Syaefudin, menyampaikan bahwa salah satu langkah utama adalah pembentukan posko pengamanan yang melibatkan unsur TNI dan Polri.
“Untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, kami menambahkan posko yang melibatkan unsur TNI dan Polri guna memperkuat pengawasan serta meningkatkan respons cepat terhadap situasi di stasiun,” kata Syaefudin. Pada hari Rabu, 24 Desember 2025
Posko ini merupakan bagian dari koordinasi bersama aparat keamanan setempat dalam memastikan situasi tetap kondusif.
Selain keamanan, perhatian juga diberikan pada peningkatan fasilitas pelayanan. Kebersihan di stasiun dipertahankan dengan ketat, termasuk kamar mandi yang dilengkapi dengan pengharum ruangan agar nyaman bagi para penumpang.
Air wudu di mushola stasiun tetap dipastikan tersedia. “Kami terus memperhatikan kebersihan toilet dengan menggunakan pewangi dan memastikan air di mushola selalu tersedia,” tambahnya.
Data lapangan menunjukkan peningkatan jumlah penumpang setiap harinya selama masa liburan Nataru.
Untuk pemberangkatan, terdapat dua kereta utama yang beroperasi dari Stasiun Terisi, yakni KA Fajar Utama serta mungkin KA Panal Remaja atau versi serupa, dengan tujuan yang sering dipilih penumpang menuju Jakarta dan Yogyakarta.
“Sebagian besar penumpang yang turun di Stasiun Terisi tujuannya ke Jakarta dan Jogja,” kata Syaefudin.
Sementara untuk kedatangan, terjadi peningkatan yang signifikan, khususnya penumpang yang datang dari Jakarta dan Pasar Senen. Hingga beberapa hari sebelumnya, jumlah penumpang yang tiba mencapai 31 orang per hari, dengan tren yang terus meningkat.
Kereta yang berhenti di stasiun ini kebanyakan merupakan kelas ekonomi komersial, seperti rute Cirebon-Jogja dan yang terakhir menuju Malang.
Stasiun Terisi, yang merupakan bagian dari jalur Pantura dan berada di bawah naungan Daop 3 Cirebon, memang menyediakan layanan beberapa kereta api jarak jauh kelas ekonomi.
Berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, stasiun ini menjadi tempat singgah untuk kereta seperti KA Fajar Utama Yogyakarta yang melintasi Haurgeulis, Terisi, dan Jatibarang menuju arah selatan.
Persiapan ini sejalan dengan upaya Daop 3 Cirebon secara keseluruhan, yang menyediakan ribuan kursi tambahan, operasi kereta tambahan, serta siaga infrastruktur di berbagai titik, termasuk Terisi sebagai salah satu lokasi Alat Material Untuk Siaga (AMUS).
Peningkatan jumlah penumpang selama Nataru tidak hanya menunjukkan pergerakan masyarakat petani Indramayu yang kembali ke kampung halaman atau berwisata, tetapi juga menunjukkan kepercayaan terhadap kereta api sebagai sarana transportasi yang andal di tengah kemacetan jalur Pantura.
Stasiun Penuh, yang memiliki ketinggian +12 meter dan fasilitas yang terus ditingkatkan sejak dibuka kembali bagi pengguna pada 2019, menjadi pintu masuk yang penting bagi penduduk setempat.
Syaefudin menyampaikan harapan agar arus kedatangan dan keberangkatan penumpang berjalan dengan lancar, aman, serta dapat diatur. “Kami berharap semua berjalan lancar, aman, dan terkendali,” tambahnya.
Tindakan ini diharapkan mampu mendukung kelancaran pergerakan nasional selama liburan akhir tahun, sekaligus memperkuat posisi kereta api sebagai alat transportasi umum yang efektif dan terpercaya.
Dengan persiapan yang matang, Stasiun Terisi siap menerima ribuan penumpang yang menggunakan kereta api untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga.
Masyarakat diharapkan memesan tiket lebih dini melalui saluran resmi KAI agar menghindari keramaian.







