Ringkasan Berita:
- Kaltim tidak baik-baik saja soal gempa, sesar aktif berpotensi picu gempa besar
- Polres PPU awasi ketat penjualan petasan dan kembang api jelang tahun baru
- Profil dan rekam jejak AKBP Hendrik Eka Bahalwan, eks Waka Polresta Balikpapan
, BALIKPAPAN –Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Rabu (31/12/2025).
Berikut tiga berita paling populer di Kaltim:
1. Kaltim Tidak Baik-baik Saja soal Gempa, Sesar Aktif Berpotensi Picu Gempa Besar
Kalimantan selama ini dianggap aman dari gempa.
Namun faktanya ternyata Kalimantan tidak baik-baik saja soal gempa.
Hal ini diungkapkan Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid.
Rasmid mengatakan aktivitas kegempaan di Kalimantan Timur menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Sepanjang 2025, lebih dari 200 kejadian gempa bumi tercatat di wilayah Kalimantan, dengan 148 di antaranya terjadi di Kaltim.
Rasmid menjelaskan, lonjakan aktivitas tersebut mempertegas bahwa Kalimantan bukan wilayah yang sepenuhnya aman dari ancaman gempa bumi, sebagaimana anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat.
“Dalam dua sampai tiga tahun terakhir, aktivitas gempa di Kalimantan naik cukup signifikan, bisa dua sampai tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rasmid di Balikpapan, Selasa (30/12/2025).
Lebih dari 200 gempa
Rasmid menyampaikan, hingga akhir 2025, Stasiun Geofisika Balikpapan mencatat lebih dari 200 kejadian gempa bumi di Kalimantan dengan 148 di antaranya terjadi di wilayah Kaltim.
Sementara itu, jika ditarik sejak awal pencatatan pada 1915, jumlah gempa yang terjadi di Pulau Kalimantan telah mencapai sekitar 850 hingga 900 kejadian.
“Kalau hanya tahun ini saja, sudah 240-250 gempa yang terekam. Secara keseluruhan sejak 1915, jumlahnya sudah mendekati 900 kali,” kata dia.
Menurut Rasmid, peningkatan aktivitas ini menjadi sinyal penting karena gempa-gempa kecil kerap menjadi pendahulu sebelum terjadinya gempa dengan magnitudo lebih besar.
“Biasanya sebelum gempa besar muncul, akan ada gempa-gempa kecil lebih dulu. Ini yang perlu kita antisipasi,” ujar dia.
Sesar aktif jadi sumber gempa
Ia menyebutkan, peningkatan kegempaan tersebut berkaitan erat dengan aktivitas sejumlah sesar aktif yang membentang di Kalimantan.
- Di wilayah utara, terdapat Sesar Tarakan dengan panjang sekitar 100 kilometer, yang berada di Tarakan sampai Pulau Bunyu dengan potensi gempa hingga magnitudo 7,0.
- Di bawahnya, Sesar Mangkalihat di Semenanjung Mangkalihat juga menunjukkan peningkatan aktivitas yang cukup tajam.
“Aktivitas di Sesar Mangkalihat meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Rasmid.
- Selain itu, terdapat Sesar Sangkulirang yang pada 1921 pernah memicu gempa besar dengan magnitudo 7,0 disertai tsunami setinggi 1 meter.
- Di Kalimantan Selatan, Sesar Meratus yang membentang sepanjang Pegunungan Meratus juga memiliki potensi gempa besar hingga magnitudo 7,0.
- Sementara itu, Sesar Adang, sesar terpanjang di Kalimantan, membelah wilayah dari Singkawang dan Pontianak hingga ke pesisir timur Kabupaten Paser.
Gempa kecil bermagnitudo 2,2 yang terjadi belum lama ini disebut berasal dari aktivitas sesar tersebut.
Wilayah rawan
Rasmid menyampaikan, pusat gempa umumnya berada di sekitar jalur sesar aktif, meliputi Tarakan, Berau, Kutim, Bontang, Paser hingga Kalimantan Selatan.
Adapun wilayah Kalimantan Tengah relatif lebih stabil karena berada di tengah lempeng tektonik.
Salah satu gempa yang paling dirasakan warga sepanjang 2025 terjadi di Tarakan dengan magnitudo 4,8 pada bulan lalu.
“Itu baru 4,8 saja sudah cukup terasa. Padahal potensi gempa di wilayah ini bisa mencapai 7,0,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa perbedaan energi antara gempa bermagnitudo 4,8 dan 7,0 sangat besar karena bersifat logaritmik.
“Energinya bisa puluhan kali lipat lebih besar,” kata dia.
Gempa Besar Berpotensi Terulang
Rasmid menegaskan, berdasarkan sejarah kegempaan, gempa besar di Kalimantan berpotensi terulang di masa mendatang.
“Gempa bumi akan berulang. Saat stres tektonik sudah menumpuk, dia akan dilepaskan lagi dalam bentuk gempa besar,” katanya.
Mitigasi Harus Diperkuat
Meski gempa belum dapat diprediksi secara pasti, pihaknya menilai upaya mitigasi harus diperkuat, termasuk melalui edukasi kebencanaan dan pemetaan mikrozonasi, khususnya di kota-kota besar seperti Balikpapan.
“Balikpapan belum dilakukan mikrozonasi. Padahal ini penting untuk mengetahui karakter tanah dan dampaknya terhadap getaran gempa,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan yang telah dilakukan mikrozonasi dengan hasil yang relatif baik.
Dilansir dari media.neliti.com, mikrozonasi adalah pemetaan detail suatu wilayah untuk mengetahui tingkat kerentanan terhadap gempa bumi berdasarkan kondisi geologi, jenis tanah, dan karakteristik lokal.
Mikrozonasi adalah kajian geologi dan geoteknik yang dilakukan pada skala lokal (misalnya kota atau kecamatan) untuk mengidentifikasi zona rawan gempa dengan tingkat detail lebih tinggi dibanding makrozonasi (pemetaan skala provinsi/nasional).
“Di kawasan IKN, batuannya keras dan top soil-nya tipis, sehingga getaran gempa cepat berlalu dan risikonya lebih kecil terhadap bangunan di atasnya,” ucap Rasmid.
Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran bersama terhadap potensi bencana gempa di Kalimantan.
“Kalimantan tidak baik-baik saja soal gempa. Karena itu, mitigasi dan kesiapsiagaan harus menjadi perhatian utama,” kata dia.
- Kaltim Tidak Baik-baik Saja soal Gempa, Sesar Aktif Berpotensi Picu Gempa Besar >>>
2. Polres PPU Awasi Ketat Penjualan Petasan dan Kembang Api Jelang Tahun Baru
Menjelang malam pergantian tahun, Polres Penajam Paser Utara (PPU) meningkatkan pengawasan terhadap peredaran petasan dan kembang api di Kecamatan Penajam.
Pengawasan ini difokuskan pada aktivitas pedagang, untuk memastikan penjualan berlangsung sesuai ketentuan, dan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Petugas dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) mendatangi sejumlah titik penjualan petasan dan kembang api.
Petugas mengecek jenis barang yang dijual, legalitas perizinan, serta mengingatkan pedagang agar tidak melayani pembelian oleh anak di bawah umur.
Kasat Binmas Polres PPU AKP Bambang Purnomo menyampaikan, pengawasan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan, terhadap potensi gangguan keamanan dan kecelakaan yang kerap terjadi saat perayaan tahun baru.
“Petasan dan kembang api memiliki risiko jika tidak dijual dan digunakan sesuai aturan. Karena itu kami mengingatkan pedagang agar memperhatikan aspek keselamatan,” ungkapnya Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, kepatuhan pedagang terhadap aturan sangat berpengaruh, pada situasi keamanan di lingkungan sekitar.
Penjualan tanpa izin atau barang yang tidak sesuai standar, dinilai berpotensi membahayakan pembeli maupun masyarakat umum.
Selain memberikan peringatan, petugas juga menyampaikan imbauan, agar pedagang menjaga ketertiban di lokasi berjualan, serta menyimpan petasan dengan aman.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemungkinan, terjadinya insiden menjelang dan saat malam pergantian tahun.
AKP Bambang menambahkan, peran masyarakat juga diperlukan untuk menciptakan suasana yang aman dan tertib.
“Kami mengharapkan kerja sama semua pihak agar perayaan tahun baru dapat berlangsung tanpa gangguan dan tanpa kejadian yang merugikan,” ujarnya.
Pengawasan penjualan petasan ini akan terus dilakukan hingga malam pergantian tahun, sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Benuo Taka.
Baca berita selengkapnya:
- Polres PPU Awasi Ketat Penjualan Petasan dan Kembang Api Jelang Tahun Baru >>>
3. Profil dan Rekam Jejak AKBP Hendrik Eka Bahalwan, Eks Waka Polresta Balikpapan
Profil dan rekam jejak AKBP Hendrik Eka Bahalwan, mantan Waka Polresta Balikpapan yang kini bertugas di Baintelkam Polri.
Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendrik Eka Bahalwan dilantik menjadi Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota (Waka Polresta) Balikpapan pada Jumat, 12 Januari 2023.
Setelah 1 tahun 11 bulan mengabdi sebagai Waka Polresta Balikpapan, AKBP Hendrik Eka Bahalwan, resmi mengakhiri masa tugasnya di Polresta Balikpapan, Selasa (30/12/2025).
Selama bertugas di Kota Balikpapan, ia turut mengawal dan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Balikpapan sebagai garda penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selanjutnya, AKBP Hendrik mendapat amanah dan tugas baru untuk bergabung dalam jajaran Baintelkam Polri, bertugas di salah satu kementerian pada Kabinet Merah Putih.
Baintelkam adalah singkatan dari Badan Intelijen Keamanan, sebuah badan di bawah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Baintelkam bertugas mengurus fungsi intelijen keamanan, mulai dari penyelidikan, penggalangan, hingga pengamanan untuk mencegah ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan penyerahan jabatan Waka Polresta Balikpapan berlangsung khidmat di Halaman Mapolresta Balikpapan.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto, bertindak selaku Inspektur Upacara.
Penyerahan jabatan ditandai dengan penandatanganan berita acara di hadapan peserta apel.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penghantaran tugas melalui jajar kehormatan yang diikuti seluruh keluarga besar Polresta Balikpapan dan Bhayangkari.
AKBP Hendrik Eka Bahalwan beserta istri menerima pengalungan dan buket bunga sebelum dilepas melalui upacara Pedang Pora oleh jajaran perwira pilihan Polresta Balikpapan.
Suasana haru dan kebersamaan terasa hangat mewarnai prosesi tersebut, meski diiringi rasa kehilangan atas kepergian salah satu pimpinan Polresta Balikpapan.
Profil AKBP Hendrik Eka Bahalwan
Ia merupakan pria kelahiran Jember 9 Desember 1980
Hendrik anak pertama dari tiga bersaudara.
Di samping kesibukannya sebagai aparat penegak hukum, ayah dari dua anak ini sangat menyukai sepak bola.
Dulunya, ia selalu menyempatkan waktu untuk sekedar menjalani hobinya itu, di sela-sela tugasnya.
Namun, sejak menjabat sebagai kepala kepolisian, waktunya banyak habis dalam pekerjaan dan bersama keluarga.
“Saya sekarang nonton bola saja, hobi saya juga tidak macam-macam seperti hiking dan segala macam, saya selalu berkumpul dengan keluarga,” ucapnya diiringi gelak tawa, dilansir dari berita dokumentasi edisi 7 Agustus 2023.
Selain sepak bola, Hendrik Eka juga sangat suka dengan musik pop.
Meski tak ada selera khusus, namun ia suka mendengar musik dari musisi yang menurutnya karya-karya yang diciptakan tidak tergerus oleh zaman.
Rekam Jejak AKBP Hendrik Eka Bahalwan
Sebelum menjabat Wakil Kapolresta Balikpapan, Hendrik merupakan Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur, sejak 2022 hingga 28 Desember 2023.
Sosoknya yang ramah, menjadikan Hendrik Eka dikenal baik oleh masyarakat Benuo Taka.
Sebelum ke PPU, Hendrik Eka sudah bertugas di banyak tempat.
Di antaranya Sumatera Utara (Sumut) dan Maluku.
Di beberapa tempat tersebut, ia bercerita bahwa ada beberapa kasus yang pernah ia tangani dan cukup berkesan.
Seperti kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang ia tangani sewaktu bertugas di Medan.
Pada saat itu belum ada aturan yang mengikat mengenai TPPO ini. Hal itu membuat aparat kesulitan untuk menjerat pelaku.
Padahal, saat itu korbannya lumayan banyak, yakni hingga 12 orang.
Namun karena pelaku pada saat itu berdalih bahwa 12 orang tersebut akan dikirim ke Malaysia, maka ia akhirnya dijerat dengan kasus yang berhubungan dengan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).
Selepas itu, para korban tidak dibiarkan pulang begitu saja, ia dibekali pelatihan terlebih dahulu agar memiliki kemampuan yang bisa digunakan agar mandiri secara ekonomi.
Selain kasus TPPO, ia juga pernah menangani kasus pembunuhan saat bertugas di Maluku.
Kasus tersebut sangat sulit terpecahkan, hingga membutuhkan waktu selama dua bulan.
Pembuktian kasus pembunuhan tersebut kata Kapolres dilakukan dengan delapan kali olah TKP, hingga menghabiskan anggaran lidik dan sidiknya selama satu tahun penuh.
Penugasan paling lama yang pernah ia jalani adalah di Maluku, kurang lebih selama delapan tahun.
Barulah pada 2017 lalu ia dipindah ke Kalimantan Timur, tepatnya di Polda Kaltim sebelum akhirnya menjadi Kapolres PPU.
Baca berita selengkapnya:
- Profil dan Rekam Jejak AKBP Hendrik Eka Bahalwan, Eks Waka Polresta Balikpapan >>>
Demikian berita populer di Kaltim dalam 24 jam terakhir.
Ikuti berita-berita terkini tentang kabupaten/ kota di Kalimantan Timur serta IKN hanya di .()







