Politikus AS bocorkan foto milik Epstein: Ada Bill Gates hingga Sergey Brin

– Sejumlah foto milik pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein kembali dirilis oleh anggota DPR AS dari Parta Republik.

Dokumen-dokumen tersebut menampilkan sejumlah foto tokoh-tokoh ternama dari dunia teknologi, politik, akademik, hingga hiburan, sebagaimana dilansir Financial Times, Jumat (19/12/2025).

Bacaan Lainnya

Di antaranya ada pendiri Microsoft Bill Gates, salah satu pendiri Google Sergey Brin, kolumnis The New York Times David Brooks, serta mantan penasihat utama Presiden AS Steve Bannon bersama Epstein.

Nama lain yang muncul dalam foto-foto itu meliputi intelektual publik Noam Chomsky, sineas Woody Allen, profesor Universitas Harvard Martin Nowak, pesulap David Blaine, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, hingga mantan CEO YouTube Salar Kamangar.

Sejumlah tokoh lain yang turut terlihat dalam foto antara lain miliarder Thomas Pritzker dan politikus Slovakia sekaligus mantan Presiden Majelis Umum PBB Miroslav Lajcak.

Sebagian figur publik tersebut belum dapat dimintai keterangan oleh Financial Times. Beberapa lainnya tidak dapat dihubungi.

Di sisi lain, anggota DPR AS menegaskan, tidak ada indikasi bahwa individu-individu yang muncul dalam foto-foto tersebut melakukan pelanggaran hukum.

Selain potret tokoh publik, dokumen yang dirilis juga mencakup tangkapan layar pesan singkat, halaman paspor Epstein, serta foto-foto close-up bagian tubuh seorang perempuan tak dikenal yang diberi kutipan dari novel berjudul Lolita karya Vladimir Nabokov.

Novel tersebut dikenal mengisahkan relasi seksual abusif antara seorang profesor dan anak perempuan berusia 12 tahun.

Anggota Komite Pengawasan DPR dari Partai Demokrat menyebut, foto-foto ini menunjukkan luasnya jaringan Epstein yang menjangkau dunia politik, bisnis besar, teknologi, dan industri hiburan.

Pusat spekulasi

Epstein, yang meninggal dunia di sel penjara pada 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks federal, hingga kini masih menjadi pusat spekulasi dan teori konspirasi.

Hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh kaya dan berpengaruh, termasuk Presiden AS Donald Trump, kembali memicu badai politik dalam beberapa bulan terakhir di Amerika Serikat dan Eropa.

Trump mengakui pernah berteman dengan Epstein, tetapi menyatakan hubungan tersebut berakhir lebih dari 20 tahun lalu.

Dia juga membantah keras keterlibatan apa pun dalam kejahatan Epstein.

Selama berbulan-bulan, Trump dan pimpinan Partai Republik di Kongres AS sempat menahan publikasi berkas Kementerian Kehakiman terkait Epstein.

Namun semuanya berubah setelah tekanan dari publik menguat. Kongres AS meloloskan undang-undang yang mewajibkan pemerintah membuka arsip Epstein pada November.

Trump kemudian menandatangani undang-undang tersebut dan perlilisan akan dilakukan oleh Kementerian Kehakiman AS.

Anggota DPR dari Partai Demokrat mengungkapkan telah menerima sekitar 95.000 foto dari properti Epstein dalam rangka penyelidikan legislatif.

Menurut mereka, foto-foto yang dirilis sejauh ini dipilih untuk memberikan transparansi kepada publik mengenai sampel representatif dari materi yang diterima dari properti Epstein.

Anggota DPR Robert Garcia, tokoh utama Demokrat di komite tersebut, mengatakan pihaknya akan terus membuka materi-materi itu demi memberikan transparansi bagi rakyat AS.

Rilis foto ini dilakukan sehari sebelum tenggat waktu bagi Jaksa Agung AS Pam Bondi untuk mempublikasikan berkas resmi pemerintah terkait Epstein.

Undang-Undang Epstein Files Transparency Act tersebut memberikan waktu 30 hari bagi Kementerian Kehakiman untuk membuka seluruh dokumen, termasuk bukti dari berbagai penyelidikan pidana dan perdata.

Meski demikian, aturan tersebut masih memungkinkan pemerintah menahan dokumen yang dinilai berpotensi mengganggu penyelidikan aktif atau menyangkut keamanan nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *