Polisi Selidiki Pembunuhan Lima Petani di Bengkulu

Kepolisian Daerah Bengkulu hingga kini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penembakan lima petani Pino Raya di Bengkulu Selatan, ProvinsiBengkulu.

Perkara ini telah memasuki tahap penyelidikan, demikian dikatakan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bengkulu Ajun Komisaris Besar Andy Pramudya Wardana. “Kami masih menunggu hasil penyelidikan yang sedang berlangsung,” ujarnya saat dihubungi Tempo, seperti dilaporkan pada Selasa, 16 Desember 2025.

Bacaan Lainnya

Andy tidak banyak berkata saat ditanya mengenai detail penyelidikan. “Nanti akan diumumkan,” katanya, singkat.

Kejadian tersebut berlangsung pada hari Senin, 24 November 2025, sesuai dengan rangkaian peristiwa yang dilaporkan oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu.

Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu Dodi Faisal menyatakan bahwa penembakan diduga dilakukan oleh pihak keamanan dari PT Agro Bengkulu Selatan (ABS). “Akibat peristiwa tersebut, lima petani mengalami luka parah,” ujar Dodi dalam pernyataannya, Senin, 24 November 2025.

Menurut Dodi, sebelum kejadian tersebut, para petani seringkali mengalami ancaman. Ancaman tersebut meliputi kerusakan tenda hingga tanaman pertanian milik warga.

Dodi menyatakan peristiwa penembakan tidak dapat dipisahkan dari konflik agraria antara petani Pino Raya dan PT ABS. “Yang dibiarkan berlangsung lama dan tidak diselesaikan oleh pemerintah, yaitu Kementerian ATR/BPN dan Pemerintah Daerah Bengkulu, baik gubernur maupun bupati, setidaknya sejak tahun 2012,” katanya.

Ia menyatakan perselisihan ini dimulai dengan terbitnya keputusan bupati Bengkulu Selatan Nomor 503/425 yang dikeluarkan pada tahun 2012. Surat keputusan tersebut mengenai pemberian izin lokasi perkebunan kepada PT ABS seluas 2.950 hektare di Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Selanjutnya, dugaan penembakan pada hari Senin kemarin terjadi setelah terjadinya bentrokan antara petani dan petugas perusahaan. Menurut Dodi, perselisihan antara petani dan perusahaan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB setelah petani mengadukan perusahaan terkait penggunaan alat berat yang merusak tanaman mereka.

Keributan itu semakin memuncak pada siang hari. Mendekati pukul 12.45 WIB, menurut Dodi, seorang petugas keamanan PT ABS mulai melepaskan tembakan kepada para petani. Akibatnya, Dodi menyebutkan lima petani mengalami luka. Mereka adalah Linsurman yang terkena tembakan di lutut, Edi Hermanto yang tertembak di paha, Santo yang tertembak di tulang rusuk bawah ketiak, Suhardin yang terluka di betis, dan Buyung yang luka di dada.

Setelah peristiwa itu, Walhi menyatakan bahwa pihak keamanan berlari sambil menembak secara acak ke belakang. Akibatnya, tembakan tersebut mengenai empat petani Pino Raya yaitu Linsurman (terkena tembakan di lutut), Edi Hermanto (terkena tembakan di paha), Santo (terkena tembakan di bagian bawah ketiak), dan Suhardin (terkena tembakan di betis).

Setelah kejadian penembakan, masyarakat mengejar dan menangkap pelaku.penembakanyang diduga bernama Ricky, serta sejumlah warga lainnya membawa korban tembak ke rumah sakit terdekat.

Sultan Abdurrahmanberperan dalam penyusunan artikel ini

Pos terkait