Isi Artikel
Penanganan Keresahan Warga Akibat Aksi Perkelahian Remaja di Jalan Baru Desa Simpang Beliti
Polisi telah menetapkan langkah-langkah tegas terkait keresahan warga akibat aksi perkelahian antar remaja yang viral di jalan baru Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong. Video pengeroyokan siswi SMP yang menyebar di media sosial menjadi sorotan utama. Pihak kepolisian menyatakan akan memanggil para remaja yang terlibat serta mengajak keluarga mereka untuk mediasi guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Aktivitas Berkumpul Remaja Menimbulkan Keresahan
Aktivitas berkumpulnya remaja di lokasi tersebut telah menjadi sumber kekhawatiran bagi warga sekitar. Meski awalnya dipersepsikan sebagai arena balap liar, Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT), AKP Mansyur Daud Manalu, menjelaskan bahwa aktivitas yang terjadi lebih kepada tempat berkumpul atau “mejeng” anak muda. Namun, keberadaan banyak remaja di lokasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Keresahan semakin meningkat setelah video perkelahian antar remaja menyebar luas dan menjadi perhatian masyarakat. Video tersebut menunjukkan aksi kekerasan terhadap seorang siswi SMP, yang kemudian mengalami luka-luka. Kejadian ini memicu respons dari berbagai pihak, termasuk pihak kepolisian dan warga setempat.
Langkah Antisipasi oleh Pihak Kepolisian
Untuk menangani situasi ini, pihak kepolisian telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi. Hal ini meliputi:
- Koordinasi dan rapat bersama unsur Tripika Kecamatan Binduriang
- Pemberian imbauan kepada masyarakat bahwa lokasi tersebut bukan arena balap liar
- Pengingatan agar tidak terjadi peristiwa yang dapat menimbulkan korban
- Peningkatan patroli rutin di lokasi tersebut, termasuk patroli gabungan dengan TNI
Selain itu, pihak kepolisian juga akan memanggil seluruh remaja yang terlibat dalam video tersebut, termasuk orang tua atau keluarga mereka. Upaya ini dilakukan melalui jalur mediasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Tanggapan dari Kepala Desa dan Warga
Kepala Desa Simpang Beliti, Eka Susanti, mengakui bahwa aktivitas di jalan baru tersebut hampir terjadi setiap hari, terutama pada sore hari. Ia menyebutkan bahwa kondisi ini muncul setelah jalan tersebut selesai dibangun sehingga permukaannya menjadi halus dan mulus. Jalan yang awalnya diharapkan dapat menunjang mobilitas warga justru berubah menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat, khususnya kalangan remaja.
Eka mengakui bahwa pihak desa telah menerima banyak laporan dari masyarakat tentang maraknya aksi balap liar dan perkelahian remaja. Ia juga menyatakan bahwa pihak desa sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penertiban. Ia mengkhawatirkan apabila kondisi tersebut dibiarkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, karena aksi balap liar berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Penanganan Terhadap Video Perkelahian yang Viral
Video perkelahian antar remaja perempuan yang masih berstatus sebagai pelajar SMP viral di media sosial dan menuai beragam respons dari masyarakat. Peristiwa ini terjadi di jalan baru Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Rejang Lebong, Bengkulu pada Senin (15/12/2025) sore. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang remaja perempuan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah remaja perempuan lainnya.
Korban tampak dipukul, dijambak, hingga ditusuk-tusuk yang diduga menggunakan kunci motor. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian punggung. Di akhir video, korban yang mengenakan pakaian hitam terlihat menangis histeris setelah mendapat perlakuan kekerasan.
Menanggapi video perkelahian yang viral, Kapolsek PUT, AKP Mansyur Daud Manalu, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti. Pihak kepolisian akan mengupayakan mediasi terlebih dahulu antar keluarga. “Kami akan memanggil seluruh remaja yang terlibat dalam video tersebut, termasuk orang tua atau keluarga mereka. Semua akan kita kumpulkan untuk dilakukan mediasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Imbauan untuk Orang Tua dan Masyarakat
Kapolsek juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama dalam pergaulan sehari-hari agar tidak terjerumus pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Kami menghimbau agar peran orangtua dalam pengawasan juga ada, karena ini demi kebaikan anak-anak kita,” tutupnya.






