PkM Unipa tingkatkan pengelolaan keuangan nelayan dengan pisau tuna higienis

Program Pengabdian Masyarakat Universitas Nusa Nipa untuk Nelayan Raja Tuna

Universitas Nusa Nipa melalui tim dosen lintas program studi melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kelompok Usaha Bersama Nelayan Raja Tuna yang berada di Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan dalam manajemen keuangan keluarga serta menyediakan alat produksi yang sesuai dengan kebutuhan nelayan.

Masalah Utama yang Dihadapi Nelayan

Kegiatan PkM ini dilatarbelakangi oleh dua masalah utama yang dihadapi kelompok nelayan Raja Tuna. Pertama, rendahnya literasi dan tata kelola keuangan keluarga nelayan. Kedua, penggunaan alat potong tuna yang sudah usang, berkarat, dan tidak higienis. Hal ini menyebabkan pemborosan hasil ikan dan menurunkan kualitas produk.

Bacaan Lainnya

Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Keuangan

Tahap pertama kegiatan PkM dimulai dengan pendidikan literasi keuangan keluarga yang diikuti oleh 13 anggota kelompok nelayan bersama para istri. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar tentang perencanaan keuangan keluarga, pengenalan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, investasi sederhana, serta pemahaman mengenai utang produktif dan konsumtif.

Selanjutnya, peserta dilatih dalam manajemen keuangan keluarga berbasis praktik. Mereka diajarkan cara menghitung pendapatan keluarga, menyusun anggaran rumah tangga, mencatat pemasukan dan pengeluaran harian, serta menghitung surplus dan defisit keuangan. Peserta juga diperkenalkan dengan penyusunan laporan keuangan sederhana seperti laporan laba rugi keluarga, arus kas, dan posisi aset serta kewajiban.

Tim PkM juga memberikan pendampingan secara langsung untuk memastikan peserta mampu menerapkan materi yang telah diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendampingan ini membantu peserta memperbaiki pencatatan keuangan, menyesuaikan anggaran dengan kondisi pendapatan nelayan yang fluktuatif, serta membimbing pengambilan keputusan terkait tabungan dan pengelolaan utang.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Nilai rata-rata post-test meningkat dari kategori kurang memahami menjadi memahami. Peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mencatat transaksi keuangan, menghitung surplus dan defisit, serta merencanakan tabungan dan tujuan keuangan keluarga.

Pengadaan Pisau Potong Tuna Victorinox

Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, kegiatan PkM ini juga mencakup pengadaan teknologi tepat guna berupa 13 unit pisau Victorinox Butcher Straight. Pisau ini terbuat dari baja tahan karat berkualitas tinggi, memiliki bilah lurus yang tajam, serta gagang ergonomis dan antiselip sehingga aman dan higienis digunakan dalam proses pemotongan tuna.

Penyerahan pisau dilakukan secara simbolis kepada Ketua Kelompok Nelayan Raja Tuna dan disaksikan oleh seluruh anggota kelompok serta tim PkM. Dengan adanya pisau ini, nelayan diharapkan dapat menghasilkan potongan tuna yang lebih bersih, rapi, dan presisi, mengurangi pemborosan daging ikan, serta meningkatkan nilai jual produk tuna.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya penguatan ekonomi keluarga nelayan, peningkatan kualitas produksi perikanan, serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Tanggapan dari Ketua Kelompok Nelayan

Dalam sesi wawancara, Bapak Ali Sadikit selaku Ketua Kelompok Usaha Bersama Nelayan Raja Tuna menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PkM ini. Menurut beliau, kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan manajemen keuangan keluarga sangat membantu anggota kelompok dalam memahami cara mengelola penghasilan nelayan yang selama ini bersifat musiman dan tidak menentu.

Beliau juga menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan secara langsung membuat anggota kelompok lebih mudah memahami materi karena tidak hanya bersifat teori tetapi langsung dipraktikkan sesuai kondisi keluarga nelayan.

Terkait pengadaan dan penyerahan pisau potong tuna Victorinox, Bapak Ali Sadikit menilai bantuan tersebut sangat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan kelompok. Pisau yang digunakan sebelumnya sudah tidak layak pakai dan berdampak pada kualitas potongan ikan.

Di akhir wawancara, Bapak Ali Sadikit berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan, baik dalam bentuk pendampingan lanjutan manajemen keuangan maupun dukungan peralatan produksi lainnya, sehingga kelompok nelayan Raja Tuna dapat semakin mandiri dan sejahtera secara berkelanjutan.

Kesimpulan

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nusa Nipa pada Kelompok Nelayan Raja Tuna di Kelurahan Wuring berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata. Melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan manajemen keuangan keluarga, nelayan memperoleh keterampilan praktis dalam mengelola pendapatan, menyusun anggaran, dan merencanakan tabungan keluarga.

Pengadaan pisau potong tuna Victorinox sebagai teknologi tepat guna juga meningkatkan efisiensi, kebersihan, dan kualitas hasil produksi, sehingga mengurangi pemborosan dan meningkatkan nilai jual tuna. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi kelompok nelayan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Pos terkait