Isi Artikel
- 1 Tren Pernikahan Intim yang Masih Digemari
- 2 Keuntungan dari Pernikahan Intim
- 3 Berbagai Konsep Pernikahan Intim di Plataran Borobudur
- 4 Perbedaan Preferensi Pasangan Asia dan Eropa
- 5 Persiapan dan Konsultasi dengan Tim Plataran Borobudur
- 6 Waktu Terbaik untuk Pernikahan Intim
- 7 Pilihan Lain: Enam Langit by Plataran
- 8 Pernikahan Intim yang Berkelanjutan
- 9 Biaya Pernikahan Intim
Tren Pernikahan Intim yang Masih Digemari
Pernikahan dengan jumlah tamu terbatas atau yang dikenal sebagai intimate wedding masih menjadi pilihan utama bagi para pengantin saat ini. Ermie Girindani, Asisten Direktur Penjualan Plataran Borobudur, mengatakan bahwa tren ini tetap diminati meskipun pandemi telah berlalu. “Masih banget. Setelah Covid-19, intimate wedding masih banyak dicari oleh customer kami,” katanya pada pertengahan November 2025 di Plataran Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Pada masa pandemi, larangan berkumpul dalam jumlah besar sangat ditegakkan untuk mencegah penularan Virus Covid-19. Hal ini membuat para pengantin memilih pernikahan yang lebih sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga serta teman dekat. Kini, tren ini tetap bertahan, terutama di kalangan Gen Z yang lebih mengutamakan momen yang hangat dan personal.
Keuntungan dari Pernikahan Intim
Ermie menjelaskan bahwa pernikahan intim dinilai lebih bermakna karena bisa berbagi momen berharga dengan orang terdekat. “Jadi tidak seperti dulu, saat kita hanya bertemu dengan tamu-tamu orang tua yang kita tidak kenal. Intimate wedding saat ini lebih dihadiri teman dekat, sehingga komunikasinya intim dan tamu juga mengucapkan selamat ke orang yang tepat,” ujarnya.
Selain itu, pernikahan intim memberikan kesempatan bagi pengantin untuk berinteraksi langsung dengan tamu undangan. Hal ini membuat suasana lebih akrab dan penuh makna. Bagi pasangan yang ingin merayakan pernikahan dengan cara yang lebih personal, pernikahan intim menjadi pilihan yang ideal.
Berbagai Konsep Pernikahan Intim di Plataran Borobudur
Plataran Borobudur menawarkan berbagai konsep pernikahan intim yang sesuai dengan latar belakang budaya pasangan pengantin. Mulai dari konsep tradisional, internasional, hingga budaya Tionghoa dan India. Ermie menyebutkan bahwa pihaknya akan menyesuaikan konsep pernikahan dengan kebutuhan pasangan pengantin.
Salah satu tempat favorit adalah Crown Kinandari, yang memiliki desain altar dengan kubah seperti mahkota raja. Tempat ini menghadap langsung ke Candi Borobudur, sehingga tidak perlu menambah backdrop atau latar panggung mencolok. “Crown Kinandari bisa menjadi tempat akad nikah, atau blessing karena magisnya dapat. Sering pula digunakan untuk persiapan pernikahan seperti momen siraman,” kata Ermie.
Selain itu, Citrakara Plataran Borobudur juga menjadi pilihan populer. Altar berbatu ini menghadap langsung ke langit, sehingga memerlukan perhitungan cuaca yang matang. Ada pula Joglo Putri Dewi yang cocok bagi pasangan yang menyukai nuansa etnik tradisional. Meskipun tidak secara langsung menghadap Candi Borobudur, nuansa tradisionalnya memberikan suasana sakral yang sempurna.
Perbedaan Preferensi Pasangan Asia dan Eropa
Anasthasia Sri Handayani, Presiden Direktur Plataran Indonesia, menjelaskan bahwa ada perbedaan preferensi antara pasangan Asia dan Eropa dalam merancang pernikahan intim. Pasangan Asia cenderung lebih fokus pada dekorasi, terutama pada latar panggung yang cantik. Sementara itu, pasangan Eropa lebih suka menggunakan latar alam, seperti Candi Borobudur, dengan fokus pada hiasan bunga dan meja makan.
“Kalau bule, sukanya latar fokus ke Candi Borobudur saja. Jadi hiasannya tidak berlebih yang penting table set tamu. Kalau orang Asia, backdropnya harus cantik sekali,” ujar Thasia.
Persiapan dan Konsultasi dengan Tim Plataran Borobudur
Untuk pernikahan intim, beberapa pasangan mempercayakan sepenuhnya kepada tim Plataran Borobudur. Biasanya, mereka suka dengan tema internasional dan ikut serta dalam proses persiapan. Thasia menekankan pentingnya komunikasi antara Wedding Organizer dan Wedding Stylish dengan tim Plataran Borobudur agar bisa menciptakan sudut foto terbaik dan cahaya yang optimal.
Bagi pasangan yang belum memiliki konsep pasti, Thasia menawarkan konsultasi. “Tenang saja, bila pengantin belum kepikiran konsepnya, nanti akan kami bantu arahkan. Kami punya banyak referensi pernikahan untuk pengantin,” katanya.
Waktu Terbaik untuk Pernikahan Intim
Thasia memberikan beberapa opsi waktu untuk menyelenggarakan pernikahan intim di Plataran Borobudur. Pagi hari sekitar pukul 07.00 menjadi pilihan ideal karena cuaca masih cerah dan matahari belum terlalu terik. Ada juga yang memilih waktu menjelang senja atau bahkan saat matahari terbit.
Waktu terbit matahari, sekitar pukul 05.00, sering dipilih oleh pasangan yang ingin momen sakral berlatar Candi Borobudur. Meski cuaca pagi hari sedikit dingin, banyak pasangan yang rela berjuang demi mendapatkan latar yang menakjubkan. “Biasanya yang penting akad dulu saat matahari terbit, dengan jumlah tamu undangan sangat terbatas hanya keluarga dan sahabat dekat saja. Lalu nanti dilanjutkan lagi saat resepsinya,” kata Thasia.
Pilihan Lain: Enam Langit by Plataran
Selain Plataran Borobudur, Enam Langit by Plataran juga menjadi pilihan bagi pasangan yang ingin melangsungkan akad nikah dengan latar awan saat matahari terbit. Lokasinya berjarak sekitar 12 kilometer dari Plataran Borobudur dan membutuhkan waktu 30 menit perjalanan. Dari tempat ini, pengantin bisa melihat enam gunung yang mengelilingi kawasan tersebut.
Pernikahan Intim yang Berkelanjutan
Pernikahan intim biasanya diutamakan saat prosesi akad nikah atau pemberkatan. Namun, jika jumlah tamu cukup banyak, pasangan bisa membuat pernikahan intim yang berkelanjutan selama 3 hingga 7 hari. Hal ini memungkinkan pasangan untuk berinteraksi langsung dengan tamu undangan satu per satu.
Beberapa pasangan juga memilih melakukan pernikahan intim satu hari saja untuk teman dan keluarga dekat, namun setelah kembali ke Jakarta, mereka tetap menggelar pesta besar untuk kolega lainnya. “Kalau keluarga orang tuanya besar kan tidak mungkin sekali pestanya. Jadi setelah intimate wedding di sini, nanti di Jakarta tetap ada Mega Party,” kata Ermie.
Biaya Pernikahan Intim
Ermie menyebutkan bahwa paket intimate wedding di Plataran Borobudur bisa dimulai dari Rp 300 juta. Harga ini tergantung pada konsep dan kebutuhan pasangan pengantin. Pernikahan intim tetap menjadi pilihan yang menarik bagi pasangan yang ingin merayakan hari spesial dengan cara yang lebih personal dan bermakna.







