Perkembangan Olahraga di Indonesia dan Malaysia
Indonesia dan Malaysia keduanya sedang fokus pada pengembangan kekuatan olahraga mereka, meskipun dalam cabang yang berbeda. Di Indonesia, olahraga hoki masih dalam proses pembangunan, sementara Malaysia terus memperkuat tim bulu tangkis mereka.
Tujuan dari kedua negara ini berbeda. Indonesia masih belum terlalu akrab dengan olahraga yang menggunakan stik seperti hoki, yang bisa dimainkan baik di lapangan maupun dalam ruangan. Sementara itu, Malaysia memiliki target lebih tinggi dalam bulu tangkis, yaitu untuk meraih medali emas pertama mereka di Olimpiade.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Malaysia mengirimkan empat pelatih asal Indonesia ke Negeri Jiran. Mereka adalah:
- Rexy Mainaky (Direktur Kepelatihan Ganda)
- Muhammad Miftakh (Asisten pelatih ganda putra)
- Herry Iman Pierngadi (Pelatih kepala ganda putra)
- Nova Widianto (Pelatih kepala ganda campuran)
Rexy Mainaky telah lama bekerja di Malaysia, mulai menjadi pelatih ganda putra sejak tahun 2006 hingga 2011. Setelahnya, dia kembali ke PBSI sebagai Kabid Binpres dari tahun 2012 hingga 2016. Pada tahun 2021, Rexy kembali bergabung dengan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia dan tetap menjalankan tugasnya hingga saat ini.
Sementara itu, olahraga hoki di Indonesia mulai menunjukkan perkembangan setelah pelatih asal Malaysia, Muhammad Dharma Raj Abdullah, mengambil peran di tim nasional pada tahun 2021 atau empat tahun lalu. Malaysia dikenal memiliki kekuatan dalam olahraga hoki sejak lama, sementara Indonesia selama ini disegani dalam bulu tangkis.
Dharma Raj sebenarnya sudah berlabuh di Indonesia sejak tahun 2019 dengan memperkuat tim provinsi Jawa Barat. Namun, dua tahun kemudian, dia mendapatkan kesempatan untuk menjabat sebagai Direktur Teknis Timnas Hoki Indonesia, yang bertanggung jawab atas hoki lapangan dan hoki indoor.
“Awalnya saya hanya melatih tim Provinsi Jawa Barat. Kemudian saya menerima tawaran yang lebih baik dan hingga sekarang saya menjabat sebagai Direktur Teknik,” kata Raj dalam wawancara bulan Juni 2025.
Meski menjabat posisi yang tinggi, Raj masih turun langsung ke lapangan untuk memberikan instruksi kepada tim hoki lapangan dan hoki indoor. Puncak kesuksesannya di Indonesia terjadi ketika tim hoki indoor memenangkan medali emas di SEA Games, mengalahkan Malaysia pada tahun 2023.
Kesuksesan ini memberikan dampak besar, sehingga para pemain juga menerima berbagai insentif. Raj merasa sangat dihargai oleh federasi hoki Indonesia dan didukung oleh masyarakat Indonesia.
“Bagi saya, mentalitas di Indonesia adalah jika mereka percaya dan yakin pada pelatih asing, mereka akan sangat menghormatinya,” ujarnya. “Ketika pekerjaan kami dihargai, saya tentu merasa nyaman bekerja di sana lebih lama.”
Raj juga mampu membangun hubungan baik dengan orang-orang di dunia hoki di Indonesia. Menurutnya, dihargai di Indonesia sangat penting, meskipun dia mengakui bahwa gaji saat menjadi pelatih timnas hoki Malaysia lebih baik.
“Tentu saja gaji saya lebih baik daripada saat saya menjadi pelatih di Malaysia,” ucap Raj. “Di Indonesia, bonus yang diberikan juga sangat besar, seperti ketika tim hoki Indonesia memenangkan medali emas di SEA Games 2023.”
Proses Raj terus menunjukkan hasil yang positif. Ia telah membawa timnas hoki indoor putra Indonesia meraih medali emas secara berturut-turut di SEA Games 2025. Timnas hoki indoor putra bahkan mendapatkan pengalaman tampil di Piala Asia 2022 dan berhasil finis di peringkat tiga dari tujuh kontestan.







