By Christie Damayanti
Apartemen berlantai 5 di kota Baku, dengan keadaan yang memprihatinkan, dengan desain teras yang menjadi ruangan karena memang denah terlalu kecil serta tidak terawatt. Pemerintah Azerbaijan belum merenovasi nya, karena sepertinya memang fokusnya sedang untuk membangun kota Baru itu sendiri untuk terlihat lebih luar biasa ….
***
Konsep permukiman “Khrushchevka” sebuah konsep permukiman, untukku cukup kontroversial ketika pemerintah Uni Soviet membangun hunian bertingkat atau apartmen dengan dana semurah mungkin dan waktu secepat mungkin, setelah perang dunia.
Konsep ini memang sesuai dengan konsep sebuah negara sosialis komunis dengan “sama rasa sama rata”. Membangun Gedung apartemen dari panel2 beton yang mudah, murah dan cepat. Semua dibnangun sama di seluruh Uni Soviet’
Ketika mereka mencoba membuktikan kepositifan kegiatan Khrushchevka, mereka mengingat relokasi massa pekerja yang kehilangan haknya dari tempat tinggal mereka. Mereka juga menambahkan reformasi banyak hal untuk masalah2 politik mereka yang bisa menghancurkan Uni Soviet saat itu.
Jaman itu, Uni Soviet dipimpin oleh Stalin, sebagian besar rumah2 dibangun sesuai dengan proyek individu dan dengan apartemen luas yang nyaman. Namun karena kerumitan dan biayanya yang tinggi, jumlahnya sedikit.
Seperti di seluruh dunia, warga yang berkecukupan tentu saja sedikit dibanding dengan warga dari kalangan biasa dan kalangan bawah. Sehingga bagi kalangan biasa dan kalangan bawah, mereka hidup di barak2 dan apartemen2 komunal.
Konsep Khrushchevka, mengusulkan untuk mengurangi biaya, yaitu menyederhanakan pembangunan perumahan, beralih ke proyek bangunan 5 lantai standar dengan apartemen kecil tanpa kenyamanan.
Mengapa 5 lantai?
Secara arsitektural, kekuatan manusia untuk mencapai bangunan dan cukup baik adalah dibawah 5 lantai. Setelah itu, menerka harus menyediakan lift. Seiring denagn waqktu, ketinggian lantai untuk bisa warga naik tangga, dikurangi menjadi 4 lantai, setelah 4 lantai harus memakai lift.
Konsep “Khrushchevka”, adalah konsep balok2 beton atau batu bata yang memungkinkan untuk membangun rumah dengan cepat dibuat di pabrik. Dan setelah balok2 beton itu selesai, diangkut ke lokasi pembangunan.
Akibatnya, program pembangunan perumahan skala besar dimulai, dan masyarakat biasa mulai menerima. Dan, Pembangunan ini pun dimulai dan sangat cepat. Konsep unitnya adalah sebuah rumah dengan 2 atau 3 kamar dalam 2 sampai 5 lantai.
Keluarga2 itu saat itu, tanpa pembayaran sama sekali karena rumah2 itu adalah rumah milik negara. Dan, mereka tetap menunggu Pembangunan rumah2 normal.
Khrushchevka merupakan permukiman type perkotaan yang dibangun banyak di seluruh kota2 di Russia (dahulu Uni Soviet), dan negara2 satelit yang memisahkan diri dari Soviet.
Karena type bangunan ini hanya 5 lantai, tentu merupakan type permukiman perkotaan yang berada di pinggir kota atau di distrik2 khusus. Sedangkan untuk angunan atau apartemen2 dalam kota, dibangun setinggi 9 atau 12 lantai, untuk menghiasi kota Baku, disebut Brezhnevka dan Stalinka, sesuai nama yang bersuasa saat itu.
Dari beberapa referensi yang aku baca tentang konsep Khrushchevka ini, aku melihat dengan mata kepalau sendiri, betapa area2 yang dibangun konsep ini sekarang memang menjadi permukiman2 statis dan bermukim keluarga2 yang terlihat dari kalangan biasa sampai kalangan bawah.
Sepertinya, mereka tidak berpindah dari permukiman ini, menjadi rumah2 yang mereka inginkan. Karena apa? Dari informasi Zoyir, warga kota sudah terbiasa dengan kehidupan seperti ini sehingga mereka tidak mau malas pindah, bagi orangtua yang hidup sejak jaman Soviet.
Tetapi, tidak dengan keturunannya yang mempunyai kesempatan untuk pindah ke permukiman2 yang lebih moder dan lebih nyaman. Ada juga, ketika orangtua nya “mewariskan” Khrushchevka ini kepada anak2nya, ya akhirnya anak2 nya tinggal juga di permukiman itu.
Ini adalah kasus di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Tentang warisan, tentang “sudah terbiasa tinggal di lingkungan itu”, dan sebagainya …..
Ketika Azerbaijan Merdeka tahun 1991, mereka sepertinya mempunyai konsep2 tersendiri untuk konsep2 permukiman.
Itu akan aku bahas setelah tulisan2ku tentang permukiman2 era Soviet …..
Intervensi Khrushchevka dalam program konstruksi Stalinis dimulai pada akhir tahun 1955. Mereka menetapkan untuk mengembangkan desain standar bangunan tempat tinggal tanpa “akses arsitektural”.
Artinya, Khrushchevka membatasi program untuk menciptakan gedung2 bertingkat yang indah,dan sejak saat itu kemalangan dan kebodohan diperkenalkan di Uni Soviet. Mengapa?
Karena, selama ini hanya menyangkut penampilan rumah tanpa peduli dengan tata cara dan pakem2 arsitektural! Semuanya dibiarkan berkembang dengan sendirinya, sampai pada saat nya beberapa tahun kemudian tahun 1957, ada usulan untuk mengembangkan system desain standard baru untuk tempat tinggal.
Standard desain apartemen2 yang sangat minim adalah sebuah unit dengan 2 atau 3 kamar (entah untuk kamar tidur atau ruang2 yang lain), dengan dimensi yang sangat minim, diterima oleh warga saat itu. Aku mendapatkan gambar ini, yang sepertinya aku yakin seperti inilah unit2 mereka, bahkan sampai sekarang.
Catatan :
Aku sudah blusukan ke banyak apartemen2 seperti ini, tetapi sayang tidak bisa masuk.
Desain minim, mungkin type 36 meter2 dengan dapur dan kamar mandi terlalu kecil
Ada beberapa komentar dari warga disana tentang konsep ini, dan ternyata mereka memang merasa nyaman tinggal disana, walau pada kenyataannya, ruang tinggal mereka di unit2 demikian, terlalu kecil dan semakinm lama semakin tidak manusiawi, karena hidup itu memang harus berkembang.
Mengapa mereka suka tinggal disana dengan fasilitas yang tidak terlalu nyaman?
Karena memang area permukiman itu masih di dalam kota, tidak terlalu ke tengah menjadi tidak berisik, dan banyak penghijauan menjadi adem jika musim panas sampai 46 derajat Celcius.
Ditambah lagi, konsep Khrushchevka ini di kota Baku menjadi “tertutup” karena pemerintah Azerbaijan membangun “tembok” tertutup dari pandangan warga kota apalagi wisatawan. Dan, untuk masuk ke permukiman ini hanya melalui gerbang2 dengan pagar besi yang dijaga atau Dengan palang pintunya!
Gerbang masuk ke permukiman Khrushchevka di kota Baku, yang ditutup dengan pintu besi dan dijaga. Pintu besi ini akan dikunci jika sudah malam …..
Jika kita melihat dari luar, pedestrian besar, cantik dan “tembok tinggi” itu adalah banguan Khrushchevka itu sendiri. Tetapi yang di luar di renovasi seperti banguan baru, tetapi di bagian belakangnya tidak (atau belum) direnovasi …..
Program ini tidak menyelesaikan masalah “renovasi” karena penggusuran penyewa selama rekonstruksi tidak dapat dihindari, dan dalam perjalanan keluarnya, apa yang akan terjadi? Pada saat renovasi, mereka harus pindah dahulu dan itu tidak menyelesaikan masalah karena tidak ada tempat penggantinya.
Yang jelas,
Dengan mendesain denah seperti itu, mereka kurang berpikir tentang furniture nya. Ruang yang terbatas membuat furniture nya menjadi desain yang khusus. Lebih kecil dari standard, diproduksi juga khusus, dan itu yang membuat penghuni akhirnya hanya sekedarnya saja menempatkan furnitura2 standard asal2an. Semuanya membuat semakin tidak nyamannya kehidupan mereka …..
Sebagai seorang arsitek dan sangat tertarik tentang kehidupan sosial warga kota Baku Azerbaijan, ada beberapa yang perlu disadari, bahwa mereka warga local disana, mempunyai beban psikologis. Mereka buka robot yang harus bisa mengikuti “tuannya” dengan mengesampingkan lingkungan yang nyaman untuk tempat tinggal.
Optimalisasi terjadi besar2an ketika dimensi kenyamanan yang harus dipergunakan untuk mendesin sebuah tempat tinggal, diabaikan. Seperti rumah2 sangat sederhana di Indonesia yang sama sekali tidak memberikan standard rumah dan ruang yang manusiwi.
Juga, “kelebihan populasi”. Jangan lupa, mereka juga berkembang dengan menjadi punya beberapa anak. Semakin bertambahnya anak atau anggota keluarga yang ikut tinggal dengan mereka, maka semakin sempitlah dan juga semakin tidak nyaman untuk standard dimensi ruang kehidupan mereka.
Begiu juga tentang barang2 yang bertambah untuk kenyaman hidup. Mereka butuh beli kulkas, mesin cuci, tempat tidur yang nyaman, sofa dan lain sebagainya. Itu juga tidak dipikirkan, dan akan menjadi bom waktu seiring dengan waktu …..
***
Semakin banyak kelemahan tentang konsep Khrushchevka ini, setelah aku semakin menelusuri serta melihat denagn mata kepalaku sendiri, bagaimana konsep ini akhirnya semakin menjadi beban. Baik beban penghuni, juga beban pemerintah ketika warga sudah semakin menggeliat tentang kebutuhan tempat tinggal.
Sedangkan, aku sendiri hanya geleng2 kepala saja, ketika menyaksikan betapa lingkungan hidup mereka/apartmen terlihat sangat kumuh, walau kenyataannya memang selama aku di area2 tersebut, aku merasakan kenyamanan lingkugnan mereka dengagn pepohonan yang tumbuh subur.
Aku akan mencari data2 nya lain, bagaimana konsep Khrushchevka ini bisa melahirkan tempat tinggal yang lebih nyaman untuk warga mereka.
Adakah?







