Percepat pemulihan pascabencana, Polri sebar 11 alat berat ke daerah terdampak di Sumbar

Ringkasan Berita:

  • Polri juga menyiapkan sebanyak 11 unit alat berat yang akan disebar ke sejumlah daerah terdampak di Sumbar.
  • Wakapolri serahkan bantuan terdiri dari logistik, jembatan darurat, alat berat, air bersih, kebutuhan rumah tangga, alat kerja untuk pembersihan rumah, hingga perlengkapan pakaian sekolah.
  • Polri juga membantu percepatan pembangunan hunian sementara di Padang Pariaman, Padang, dan Pesisir Selatan.

, PADANG PARIAMAN – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, kembali melakukan kunjungan ke Sumatera Barat, Minggu (28/12/2025).

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungannya, Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan Polri ikut dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana yang melanda beberapa wilayah di Sumbar sebulan lalu.

Dimana bencana berupa banjir bandang dan longsor tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana, Polri juga menyiapkan sebanyak 11 unit alat berat yang akan disebar ke sejumlah daerah terdampak di Sumbar.

“Enam unit alat berat kami sebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Agam, sementara lima unit lainnya di Kabupaten Padang Pariaman,” kata Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Wakapolri Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumbar

Sebelumnya Wakapolri mengunjungi Sumbar pada Kamis (4/11/2025).

Tujuan dari kunjungan tersebut untuk memastikan ketersediaan logistik, pemberian bantuan dan mendesak percepatan penanganan bencana di Sumbar.

Kali ini, Wakapolri kembali berkunjung ke Sumbar dalam rangka menyerahkan bantuan logistik serta sarana dan prasarana untuk mendukung pemulihan masyarakat Sumbar yang terdampak bencana alam sebulan lalu.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis dengan melepas ratusan personel Polda Sumbar yang akan menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat. 

Kegiatan itu berlangsung di Mapolres Padang Pariaman, Minggu pagi.

Dalam arahannya, Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa penyerahan bantuan tidak hanya dilakukan di Sumbar, tetapi juga di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya.

“Penyerahan bantuan ini setelah kami dari Aceh dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Barulah hari ini kami menyerahkan bantuan ke Sumbar melalui Polres Padang Pariaman,” ujar Dedi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, bantuan yang diserahkan terdiri dari berbagai kebutuhan, mulai dari logistik, jembatan darurat, alat berat, air bersih, kebutuhan rumah tangga, alat kerja untuk pembersihan rumah, hingga perlengkapan pakaian sekolah.

Sementara itu, total bantuan yang diserahkan kepada masyarakat pada hari ini mencapai 50 ton.

“Total bantuan hari ini sebanyak 50 ton. Bantuan ini akan disalurkan secara tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat,” 

Kata dia, bantuan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam penanganan pascabencana Sumbar.

Polri Bantu Percepatan Pembangunan Huntara

Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, saat ini Polri juga membantu percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara).

Dimana, pembangunan huntara ini tersecar di Padang Pariaman, Padang, dan Pesisir Selatan.

“Selain itu, kami juga membantu percepatan pembangunan hunian sementara di Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, dan Kabupaten Pesisir Selatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Komjen Pol Dedi menyampaikan bahwa personel Polri saat ini juga difokuskan untuk membantu pembangunan jembatan darurat di sejumlah daerah. 

Beberapa jembatan tersebut bahkan sudah dapat digunakan meski masih ada beberapa jembatan tahap penyempurnaan.

“Pembangunan jembatan darurat ini ada di lima titik. Di Palembayan, Kabupaten Agam progresnya sudah 100 persen. Malalak, Kabupaten Agam, sekitar 80 persen. Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, 75 persen. Sumani, Kabupaten Solok, sudah 100 persen. Sementara di X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, masih tahap persiapan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jembatan darurat di Salareh Aia, Palembayan, Agam, saat ini baru dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

“Masyarakat di sana mengusulkan agar jembatan darurat tersebut ditingkatkan menjadi jembatan Bailey sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat,” paparnya.

 “Pasalnya, di wilayah itu terdapat 284 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 1.136 jiwa, guna mendukung sektor pendidikan hingga ekonomi,” tambahnya. (/Muhammad Afdal Afrianto)

Pos terkait