Isi Artikel
BANDUNG, – Bandung Zoo membuka kunjungan donasi pakan satwa secara terbatas, mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB.
Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i menyebut bahwa sebetulnya Bandung Zoo belum beroperasi atau masih dalam kondisi tutup.
Namun, karena banyaknya permintaan dari masyarakat, salah satunya pesan langsung melalui media sosial, akhirnya Bandung Zoo memfasilitasi permintaan kunjungan donasi tersebut dengan waktu yang terbatas.
Jam operasional kunjungan donasi pakan ini lebih singkat dibandingkan kondisi buka normal biasanya yang berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.
Tak ada biaya masuk
Mengingat operasional Bandung Zoo belum dizinkan dibuka, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk.
Namun, pengunjung dapat memberikan donasi pakan untuk kebutuhan satwa Bandung Zoo.
Pengelola juga mengimbau pengunjung yang datang berdonasi untuk membawa makanan dan minuman karena aktivitas perdagangan di dalam area Bandung Zoo juga belum diizinkan.
Pada Minggu (28/12/2025) ini, kata Sulhan, awalnya Bandung Zoo berencana tutup untuk evaluasi.
Namun, karena antusiasme masyarakat tinggi, sejak pagi tadi warga yang hendak kunjungan donasi sudah berkumpul di depan Bandung Zoo.
Akhirnya, manajemen melakukan rapat dan berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat hingga sepakat memfasilitasi permintaan masyarakat yang hendak berdonasi pakan satwa.
“Setelah berdialog, akhirnya dibuka, tapi cuma sebentar. Tadinya dibuka dari pukul 09.00 WIB-12.00 WIB, tapi karena antusiasme terlalu tinggi, jam 10.00 WIB sudah kami tutup, cuma buka sejam. Di luar juga masih banyak yang mau masuk, tapi karena arahan pihak keamanan tutup dulu, ya kita mah ikutin dulu aja instruksinya,” kata Sulhan.
Sulhan mengatakan bahwa kunjungan donasi pakan ini bakal berlangsung hingga ada keputusan pakan donasi dari Kementerian.
Meski sejauh ini sudah ada penawaran pakan dari Kementerian Kehutanan, tetapi pihaknya masih memastikan sistem pembayarannya seperti apa.
“Kita masih buka (kunjungan donasi), sampai fix yang donasi dari kementerian. Karena kita tidak tahu sistem pembayarannya gimana, nanti diinformasikan lagi,” ucapnya.
Sulhan juga mengatakan bahwa pihak Bandung Zoo sempat bertemu dengan Pemerintah Kota Bandung terkait keberlangsungan Bandung Zoo dan nasib satwanya.
Ia menyebut, ada kesepahaman antara kedua belah pihak bahwa kawasan tersebut harus tetap sebagai ruang terbuka hijau.
Selain itu, Pemkot disebut-sebut segera membuka kembali Bandung Zoo.
“Berkesepahaman, kita barengan akan membuka ini, Kebun Binatang, begitu kira-kira,” ujar Sulhan.
Ia memastikan, kondisi satwa tetap terjaga selama 4 bulan penutupan Bandung Zoo.
Semua keeper masih bertugas secara lengkap dan dua dokter hewan tetap melakukan pemantauan kesehatan setiap hari.
Bahkan, selama masa penutupan, tercatat 14 hingga 15 satwa baru lahir.
“Alhamdulillah kesehatan satwa terjamin. Kalau tidak sehat, tidak mungkin ada kelahiran. Satwa yang baru lahir ini banyak di herbivora, rusa, burung, juga tapir,” kata Sulhan.
Tekan biaya
Terkait kebutuhan pakan satwa selama masa penutupan ini, Bandung Zoo juga melakukan penyesuaian komposisi untuk menekan biaya tanpa mengurangi kualitas pakan.
Misalnya, porsi daging sapi untuk satwa karnivora dikurangi dan digantikan sebagian dengan daging ayam.
Tidak hanya itu, karyawan kerap memanen rumput dan pisang serta ikan di tujuh kolam ikan Bandung Zoo untuk menambal keperluan dan menekan pengeluaran pakan utama satwa.
Penutupan yang dilakukan hampir empat bulan sejak 6 Agustus 2025 lalu berimbas pada stok pakan satwa.
Meski sejauh ini pakan satwa masih berjalan normal, biayanya per bulan mencapai Rp 400-an juta lebih.
Ini bisa naik ketika ada keperluan khusus seperti adanya anakan baru serta kebutuhan insidental lainnya.
Merespons hal ini, sejumlah karyawan Bandung Zoo empat menggelar aksi penggalangan donasi pakan satwa yang digelar di depan pintu masuk Bandung Zoo, pertigaan Jalan Taman Sari-Jalan Ganesha, Kota Bandung.
Aksi para karyawan ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap 711 satwa di kebun binatang tersebut.
Salah satu karyawan Bandung Zoo yang juga Ketua Serikat Pekerja Mandiri Direnten (SPMD), Yaya Suhaya, menyebut bahwa penggalangan donasi ini dilakukan sebab minimnya perhatian dari pemerintah.
