Penyebab Faizah Soraya Dibunuh Anaknya yang Masih SD, Tidak Terima Korban Marahi Kakaknya

Ringkasan Berita:

  • Faizah Soraya, seorang ibu rumah tangga di Medan, tewas dibunuh oleh anak kandungnya yang berusia 12 tahun dan sedang duduk di kelas 6 SD.
  • Penyebab pembunuhan terjadi karena pelaku tidak bisa menerima fakta bahwa saudara kandungnya dihukum oleh ibunya.

https://mediahariini.comPeristiwa pembunuhan Faizah Soraya, seorang ibu rumah tangga di Medan, memicu heboh di media sosial.

Karena pelaku pembunuhan adalah anaknya sendiri dengan inisial AI yang berusia 12 tahun dan sedang duduk di kelas 6 SD.

Peristiwa pembunuhan terjadi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

Berita mengatakan AI tidak menerima karena ibunya menegur saudaranya.

Saat ini Polrestabes Medan sedang menyelidiki kasus tersebut secara hati-hati, mengingat pelaku masih di bawah umur.

Sebenarnya masih sulit dipercaya bahwa pelakunya adalah anak kandung sendiri.

Faizah Soraya yang sebenarnya sering membagikan keakatannya dengan putra-putrinya di media sosial.

Berdasarkan interaksi yang terlihat dalam foto-foto yang diunggah, tampaknya hubungan antara ibu dan anak tersebut tidak menunjukkan adanya kendala.

Profil Faizah Soraya

Faizah Soraya, seorang ibu dari Medan, meninggal dunia setelah diduga ditusuk oleh anak kandungnya yang masih berusia 12 tahun.

Diketahui bahwa Faizah Soraya memiliki suami yang bernama Alham Wumala Siagian.

Dari pernikahan mereka yang kedua, Faizah dan Alham memiliki dua putri.

Anak pertama mereka sedang duduk di bangku SMA. Sementara anak bungsu merupakan murid kelas 6 SD.

Mengunjungi akun media sosialnya, Faizah Soraya cukup giat membagikan kegiatannya serta kedekatan dengan kedua anaknya.

Namun Faizah Soraya tidak pernah memperlihatkan gambar bersama dengan suaminya.

Baru-baru ini diketahui, hubungan keduanya disebut telah berakhir secara intim meskipun masih tinggal dalam satu rumah.

Di sisi lain, ia juga terkenal aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan, arisan, dan pengajian bersama teman-temannya.

Tewas Ditikam Anak

Kasus pembunuhan Faizah Soraya pertama kali diketahui oleh anak perempuan mereka yang sulung.

Ia kemudian berteriak panik ketika menemukan ibunya tergeletak dengan darah yang mengalir.

Berdasarkan informasi yang sama, diketahui bahwa anak bungsu memegang pisau.

Berdasarkan data yang beredar, Faizah pernah menegur anak pertamanya sebelum kejadian tersebut terjadi.

Setelah Faizah dan kedua anak perempuannya tertidur di kamar lantai bawah.

Sementara Alham, suami Faizah yang juga ayah dari dua anak tersebut, dikatakan sedang tidur di kamar lantai dua.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto menyampaikan bahwa anak bungsu yang menggunakan pisau telah ditahan.

“Sudah dibawa ke Polrestabes Medan,” ujar Bayu Putro.

Ia menyampaikan bahwa gadis dengan inisial SAS saat ini sedang menjalani pemeriksaan.

“Sekarang masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Pengakuan Suami

Kepala Lingkungan V Tanjung Rejo, Suhartono menyampaikan bahwa suami korban menceritakan adanya kejadian yang diduga menjadi penyebab anak tersebut marah.

Hal ini terjadi karena korban pernah memarahi putrinya yang pertama.

Berdasarkan kisah Alham, Tono mengatakan bahwa adik bungsunya tidak bisa menerima saat ibunya menegur kakaknya.

“Barusan saya tanya ayahnya, kemarin malam kakaknya ditegur oleh korban,” katanya.

Akibat tindakan tersebut, SAS merasa terluka dan berusaha melindungi saudaranya.

“Kakaknya merasa tersinggung atau apa, jadi diapain (dibunuh),” kata Tono.

Suhartono juga menyampaikan bahwa Alham dan Faizah Soraya tidak tidur di kamar yang sama.

Mereka beda ranjang.

“Orang tuanya berada di lantai dua,” katanya.

Sebagai pengawas lingkungan, Tono menganggap hubungan Faizah dengan korban sangat dekat.

Setiap pagi dia kerap melihat Faizah Soraya mengantarkan anak-anaknya ke sekolah.

“Mesra seperti anak dengan ibunya,” katanya.

Namun, akhirnya warga sekitar yang mendengar keributan segera memberi tahu dan datang ke tempat kejadian.

Petugas polisi dan tim Inafis Polrestabes Medan melakukan pengamanan lokasi kejadian perkara (TKP) serta memasang garis pembatas.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna menjalani autopsi.

Sementara itu, AI yang masih belum dewasa diperiksa bersama dengan bimbingan ayahnya.

Artikel ini telah diterbitkan di TribunSumsel.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *