Suara Flores– Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, memperkuat pendekatan pencegahan dan pengendalian narkoba yang berbasis masyarakat serta lembaga pemasyarakatan sepanjang tahun 2025. Tindakan ini dilakukan guna mengurangi penyebaran narkotika secara menyeluruh di wilayah tersebut.
Kepala BNN Tulungagung yang dijabat oleh AKBP Damar Bastiar Amarapit menyatakan bahwa pendekatan pencegahan menjadi fokus utama. Ia menilai, penguatan ketahanan sosial masyarakat serta pengawasan terpadu di lapas menjadi kunci untuk memutus rantai penyebaran narkoba. “Kami mengarahkan upaya P4GN pada pencegahan dini berbasis desa, penguatan relawan, serta pengawasan ketat di lapas,” katanya, Selasa (23/12).
BNN Tulungagung menetapkan Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, sebagai Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Di wilayah tersebut dibentuk 74 relawan anti narkoba dan 60 penggiat P4GN yang aktif memberikan edukasi di sekitar lingkungan mereka. Selama setahun, BNN juga menyelenggarakan 146 kegiatan sosialisasi langsung dengan cakupan lebih dari 36 ribu orang serta memanfaatkan media digital untuk kampanye pencegahan dengan capaian jutaan tayangan.
Dari segi penindakan, BNN Tulungagung melakukan Tim Asesmen Terpadu (TAT) terhadap 27 klien. Dari jumlah tersebut, 21 orang disarankan untuk menjalani rehabilitasi, empat orang menjalani rehabilitasi sambil mengikuti proses hukum, dan dua orang menghadapi proses hukum sepenuhnya. Razia bersama juga dilakukan secara rutin di tempat hiburan malam, kos-kosan, serta melalui pemeriksaan urine terhadap sopir angkutan umum.
BNN Tulungagung menciptakan inovasi Pengawasan Terpadu di Lembaga Pemasyarakatan (PADI LAPAS) yang dianggap efektif dalam mengurangi penyelundupan narkotika. Sejak penerapannya, jumlah kasus penyelundupan narkoba ke dalam lapas turun lebih dari 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di bidang rehabilitasi, BNN Kabupaten Tulungagung menyediakan layanan rehabilitasi jalan kepada 43 klien sepanjang tahun 2025. Hasil pengukuran kualitas hidup klien mencapai 88 persen, melebihi target yang ditentukan, dengan indeks kepuasan pengguna layanan berada dalam kategori baik.
AKBP Damar menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. “Peningkatan sinergi menjadi kunci utama. Pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan tindakan, tetapi harus dibangun bersama mulai dari tingkat desa, sekolah, hingga lapas,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang berfokus pada pencegahan, penyuluhan, dan pengawasan, BNN Tulungagung berharap dapat mengurangi secara signifikan peredaran narkoba di kawasan tersebut. Program yang berbasis masyarakat dan lembaga pemasyarakatan diharapkan menjadi contoh yang efektif dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat terhadap ancaman narkotika.
Penulis : Malik Hasim

Tinggalkan Balasan