Pentas Seni AMC Nita: Wadah Anak Kembangkan Bakat Musik Liturgi di Flores

Aura Music Course Cabang Nita Gelar Pentas Seni dengan Tema “Cinta dalam Tuhan, Harmoni Bersama”

Aura Music Course (AMC) Cabang Nita menggelar pentas seni bertema “Cinta dalam Tuhan, Harmoni Bersama” yang menampilkan sekitar 50 siswa memainkan piano dan lagu-lagu liturgi serta Natal. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pemerintah kecamatan, DPRD Sikka, tokoh gereja, dan orang tua karena memberi ruang pengembangan bakat, disiplin, serta kepercayaan diri anak-anak.

Pentas seni ini digelar di Aula Gereja Paroki Santo Mikhael Nita, Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (15/12/2025 malam. Siswa-siswi AMC tampil dengan kostum berwarna putih dipadukan dengan atribut Natal di kepala. Mereka memainkan musik piano dengan lantunan suara merdu yang membuat penonton bersorak riang.

Bacaan Lainnya

Disiplin Diri dan Pengembangan Karakter

Pimpinan LPK Aura Music Course, Heribertus Putra Ama Doni, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan konser tersebut. Menurut Erik, musik bukan hanya sekedar kemampuan teknik (nada dan ritme) tapi juga tentang karakter, disiplin, kreativitas, dan kepekaan terhadap diri sendiri dan orang lain. Ia mengatakan momentum pentas seni siswa-siswi mengasah kemampuan dan ilmu yang telah dipelajari selama ini.

Ia yakin dan percaya mentor AMC telah berjuang keras memberikan pelatihan yang maksimal kepada para siswa-siswi selama ini. Plt Camat Nita, Paskalis Jogo, menyampaikan apresiasi kepada Aura Music Course yang telah melaksanakan pentas seni tersebut. Menurut dia, anak-anak diberi ruang untuk berkreasi untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di bidang musik.

Apresiasi dari Tokoh dan Anggota DPRD

Irvin Jano, anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo, mengaku senang dan bangga karena bisa menyaksikan langsung pentas seni tersebut. AMC kata dia, sangat profesional memberikan pelatihan bagi anak-anak di wilayah itu sehingga bisa melahirkan organis-organis yang professional pada masa yang akan datang. Ia berjanji akan memberikan bantuan kepada AMC agar menambah sarana dan prasarana serta lebih banyak lagi peserta kursus yang ingin bermain musik.

Sementara itu, siswi AMC, Ayu (7) mengaku senang tampil saat pentas seni. Ayu dan 4 orang temannya membawa lagu Feliz Navidad. Penampilan mereka membuat penonton histeris dan bertepuk tangan usai mereka memainkan piano di atas panggung.

Peran Lembaga Pelatihan Musik Liturgi

Suster Fransiska Femy mengucapkan terima kasih kepada AMC. “Untuk malam ini. Sungguh luar biasa. Perjuangan kurang lebih satu tahun, malam ini suka cita dan kegembiraan. Semoga sukses, jaya terus dan semoga menjadi berkat bagi banyak orang,” ujarnya.

LPK Aura Music Course Maumere berdiri sejak 2018 dengan pelatihan berbasis kurikulum khusus musik liturgi berstandar pendidikan seni musik umumnya dan liturgi Khususnya. Awal berdiri hanya tiga anak yang menjadi siswa dan Heribertus kunjung ke rumah untuk melatih musik keyboard khusus musik liturgi gereja dan mereka punya kemauan untuk belajar.

Awal yang baik kata pendiri sekaligus pelatih di Aura Music Course Maumere ini. Melihat minimnya organis awam yang menggeluti musik liturgi gereja. Dari tiga anak itulah yang membuat Aura Music Course Maumere dikenal sebagai LPK yang fokus dengan musik liturgi. Kini jumlah siswa mencapai 233 lebih.

Praktik Langsung di Gereja

Selain belajar kurikulum musik liturgi di LPK, Heribertus mengatakan, peserta Aura Music Course juga menjalankan praktek langsung di beberapa gereja paroki dan kapela stasi di Keuskupan Maumere. Setelah 3 bulan mereka belajar di LPK dan mereka praktek. Ada stasi binaan sebagai tempat anak-anak LPK Aura Music Course praktek setiap minggu untuk melayani umat di gereja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *