Pemula MotoGP 2026 Latihan Bersama Marquez, Karakternya Jadi Sorotan



Diogo Moreira, seorang pembalap muda yang akan memulai debutnya di MotoGP 2026, telah melakukan latihan intensif bersama tim LCR Honda untuk mempersiapkan diri menghadapi musim baru. Pembalap berusia 21 tahun ini akan bergabung dengan tim LCR Honda milik Lucio Cecchinello dalam debutnya di kelas utama balap motor. Moreira telah menandatangani kontrak multi-tahun dengan Honda Racing Corporation, sebuah langkah penting dalam kariernya.

Juara Dunia Moto2 2025 ini mendapatkan kesempatan pertamanya untuk mencoba Honda RC213V selama tes Valencia pada pertengahan November lalu. Debutnya di atas motor MotoGP tergolong menjanjikan, karena hanya terpaut 1,824 detik dari Raul Fernandez (Aprilia), yang mencatatkan waktu tercepat. Meski demikian, Moreira tetap menjalani persiapan yang matang untuk musim 2026.

Bacaan Lainnya

Selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025, Moreira fokus memperkuat kemampuannya melalui berbagai sesi latihan. Dalam beberapa hari terakhir, dia menjalani latihan off-road di Spanyol. Pada hari Minggu (21/12/2025), Moreira berlatih dengan motocross. Keesokan harinya, dia melakukan latihan di lintasan datar di Circuito de Alcarras, didampingi oleh dua bintang MotoGP kakak-beradik, Marc Marquez dan Alex Marquez.

Moreira sangat menikmati latihan bersama saudara-saudara Marquez. Namun, tahun depan mereka akan menjadi rivalnya di lintasan balap. Keberhasilan Moreira meraih gelar juara dunia Moto2 2025 tergolong luar biasa, terutama karena comeback dari defisit 61 poin dari Manuel Gonzalez yang awalnya diprediksi kuat.

Kehadiran Moreira di kelas utama tahun depan juga membuat Brasil lebih diperhatikan. Musim depan akan ada debut seri baru MotoGP Brasil. Selain Moreira, ada Franco Morbidelli (VR46) yang juga akan tampil di kelas utama. Morbidelli adalah pembalap blasteran Brasil-Italia, sehingga menambah kehadiran negara ini di ajang MotoGP.

Pembalap asal Spanyol ini mendapatkan dukungan baik dari tim Italtrans yang berpengalaman dan bimbingan dari legenda Livio Suppo. Suppo, mantan manajer tim Honda, dikenal sebagai sosok yang lekat dengan kesuksesan di paddock. Penilaian Suppo terhadap Moreira tidak salah, karena ia melihat bakat istimewa dalam diri pembalap muda ini.

“Yang membuat kemenangan ini sangat manis adalah Diogo dianggap sebagai ‘pembalap yang tidak diunggulkan’,” kata Suppo dikutip Motorcyclessports. “Di tahun keduanya di Moto2, ia hanya berhasil meraih satu podium sebelum musim dimulai. Tidak seperti pembalap rookie seperti Holgado atau Alonso, yang langsung sukses di kancah balap, Moreira menghadapi rintangan yang signifikan. Namun, ia menunjukkan kemampuan luar biasa untuk berkembang.”

Sebagai pembalap muda, Moreira memiliki ambisi besar yang sempat merugikannya pada salah satu seri tahun ini karena salah kalkulasi. Namun, ia memiliki karakteristik dan sikap yang berbeda dari pembalap lain. “Saya takjub dengan kemampuannya untuk menjadi lebih dewasa dan mempertahankan pandangan positif,” kata Suppo. “Sikapnya yang ceria sangat penting dalam menjaga keyakinannya tetap hidup, bahkan ketika ia tertinggal dalam klasemen poin dengan hanya beberapa balapan tersisa.”

Suppo percaya bahwa Moreira sudah siap, meskipun transisi ke MotoGP penuh dengan ketidakpastian. “Sejarah dipenuhi dengan contoh pembalap berbakat yang kesulitan di kelas berikutnya, meskipun mendominasi di kategori yang lebih rendah,” tambahnya.

Transisi ke MotoGP bukanlah hal yang mudah, karena dunia ini penuh dengan ekspektasi dan tekanan tinggi. “Bagi seorang rookie, MotoGP berarti peningkatan komitmen dan pengawasan media yang intens. Ini mengubah hidup Anda dalam semalam, dan mudah untuk tersesat di tengah hiruk pikuknya. Sikapnya yang tenang dan senyumnya yang selalu ada, mengingatkan pada Marquez, mungkin akan memberinya keunggulan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di depan,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *