Pemkab Pangandaran Perketat Pengawasan untuk Antisipasi Getok Harga Saat Nataru

Persiapan Menghadapi Libur Nataru di Pantai Pangandaran

Pantai Pangandaran selalu menjadi destinasi utama saat liburan tiba, terutama pada Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Keindahan alam dan keramaian pengunjung membuat kawasan ini tidak pernah sepi. Setiap tahun, jumlah wisatawan meningkat, sehingga berbagai pihak terkait melakukan persiapan matang untuk memastikan kenyamanan dan keamanan selama masa liburan.

Koordinasi dengan Berbagai Pemangku Kepentingan

Dalam menghadapi Nataru 2025/2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan melalui pertemuan lintas sektoral serta peninjauan langsung ke lapangan. Tujuannya adalah untuk memastikan semua aspek siap diterapkan, termasuk keamanan, pengaturan lalu lintas, dan pengelolaan wisata.

Bacaan Lainnya

Fokus pada Aspek Vital

Persiapan menyambut Nataru tidak hanya terfokus pada keamanan dan pengaturan lalu lintas. Pemkab juga memperhatikan aspek vital lainnya seperti revitalisasi destinasi wisata, penambahan posko kesehatan, pengaturan parkir, serta memastikan adanya daftar harga di setiap pedagang dan kios. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang nyaman bagi para wisatawan.

Penanganan Masalah Getok Harga

Beberapa waktu lalu, muncul keluhan di media sosial tentang praktik getok harga di kawasan wisata Pantai Pangandaran. Hal ini membuat Pemkab segera berbenah diri dengan mewajibkan para pedagang untuk membuat dan memasang daftar harga. Tujuan dari langkah ini adalah agar para pembeli mengetahui harga barang atau makanan yang ditawarkan.

Meskipun beberapa pedagang masih melakukan praktik getok harga, masalah ini telah disosialisasikan kepada para pelaku usaha. Pemkab juga memperketat pengawasan terhadap pedagang musiman di kawasan objek wisata. Koordinasi dengan Satpol PP dilakukan untuk memastikan bahwa pedagang menjalankan aturan sesuai ketentuan.

Sosialisasi dan Edukasi

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian Pangandaran, Tedi Garnida, menjelaskan bahwa pihaknya telah menghimbau para wisatawan untuk menanyakan harga saat berbelanja. Sosialisasi ini tidak hanya ditujukan kepada para pedagang, tetapi juga kepada wisatawan agar mereka lebih waspada.

Menurut Tedi, sosialisasi telah dilakukan jauh sebelumnya, namun dalam praktiknya masih ada pedagang yang melakukan getok harga. Oleh karena itu, Pemkab menekankan pentingnya transparansi harga agar pengunjung tidak merasa dirugikan.

Pembinaan dan Pengawasan

Kepala Disparbud, Dadan Sugistha, menegaskan bahwa masalah getok harga menjadi sorotan utama dalam persiapan Nataru. Melalui dinas terkait, Pemkab telah melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha di wilayah objek wisata. Tujuan dari pembinaan ini adalah untuk menjaga kenyamanan dan kondusivitas wisatawan.

Dadan menjelaskan bahwa pihaknya telah mensosialisasikan pentingnya membuat dan memasang daftar harga. Para pelaku usaha diharuskan menyiapkan daftar menu dan menempelkan daftar harga di kios, warung, atau toko mereka. Hal ini dimaksudkan agar calon pembeli dapat mengetahui harga yang ditawarkan.

Siap Menghadapi Lonjakan Pengunjung

Di sisi lain, Dadan menegaskan bahwa Pantai Pangandaran siap menghadapi lonjakan pengunjung saat Nataru. Pihaknya terus melakukan pembinaan dan memastikan bahwa seluruh unsur pendukung pariwisata siap menghadapi kunjungan wisatawan. Komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Persiapan matang diperlukan, terutama terkait kebersihan, ketertiban, dan standar pelayanan. Dengan langkah-langkah ini, Pemkab berharap wisatawan dapat menikmati liburan dengan nyaman dan aman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *