Pemkab Banyumas Minta Lapak Vihara Dipindah ke Pasar Wage, Pedagang Minta Jaminan Kehadiran Pengunjung

, PURWOKERTO –Rencana pemindahan para pedagang di sepanjang Jalan Vihara ke dalam Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, masih belum mencapai kesepakatan.

Pemerintah Kabupaten Banyumas berencana mengalihkan para pedagang di jalan tersebut lantaran banyaknya keluhan terkait fungsi jalan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, hal ini juga menimbulkan rasa iri bagi para pedagang di Pasar Wage.

Sementara para pedagang khawatir jika mereka dipindahkan ke dalam pasar, pendapatan mereka akan berkurang.

Hal tersebut terungkap setelah rapat dengar pendapat, pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Wage Pagi (P4WP), Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Banyumas, serta pimpinan DPRD Kabupaten Banyumas, pada Rabu (18/02/2026).

Ketua paguyuban P4WP, Nada (47) menyampaikan bahwa dalam pertemuan dengan DPRD terdapat beberapa hal yang disampaikan. Pertama, memohon agar diperbolehkan berjualan hingga pukul 08.00 WIB.

Kedua, apabila terjadi pemindahan, petugas kebersihan, petugas parkir, dan petugas pengumpul bantuan sosial tetap harus tetap bekerja.

“Lalu selanjutnya, kami mengajukan pendataan pada bulan Ramadan sementara libur. Kita lanjutkan kembali setelah Lebaran,” katanya.

Nada mencatat, jumlah pedagang yang berjualan di Jalan Vihara mencapai 244 orang, sementara yang terdaftar sebanyak 195 pedagang. Paguyuban meminta agar tetap diperbolehkan berdagang hingga pukul 08.00.

Menurutnya, para pedagang bersedia pindah selama ada jaminan bahwa pasar tersebut akan ramai.

“Kita perhatikan perkembangannya, bagaimana proses musyawarahnya. Tadi hanya sebatas menyampaikan tuntutan, rencana berikutnya setelah Lebaran,” katanya.

Respons Pedagang 

Pantauan , di waktu sore hari beberapa pedagang masih menjual di Jalan Vihara. Misalnya menjual bahan pokok, sayuran, dan ayam potong.

Jalur yang tersisa memang sulit dilewati ketika kendaraan roda empat saling berpapasan. Ditambah lagi, pembeli yang berbelanja sambil tetap berada di atas motornya.

Seorang pedagang sayur bernama Budi (42) mengatakan, ia tidak keberatan untuk dipindahkan jika di tempat baru usahanya akan laku. Namun, ia berharap tetap bisa berdagang di Jalan Vihara karena sudah banyak pembelinya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Banyumas, Gatot Eko Purwadi menyampaikan, dalam pertemuan tersebut, para pedagang di Jalan Vihara mempertanyakan pentingnya adanya penataan.

Ia menjelaskan penataan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari banyaknya keluhan masyarakat mengenai fungsi jalan. Gatot memastikan, lokasi relokasi di Pasar Wage cukup mampu menampung para pedagang yang berada di Jalan Vihara.

Dari total 1.500 pedagang di Pasar Wage, hanya sekitar 900 yang telah beroperasi.

“Barang yang dijual oleh pedagang di Jalan Vihara juga tersedia di dalam pasar, seperti bahan pokok dan sayuran. Jadi kami berusaha mengajak mereka, mari pindah ke sini,” katanya.

Menurut Gatot, reaksi para pedagang bervariasi, ada yang menyetujui dan ada pula yang menolak.

Mereka yang menolak karena merasa memiliki akses yang lebih dekat dan menguntungkan kepada pembeli.

Namun, di sisi lain, keadaan tersebut membuat pedagang di pasar merasa iri dan cemburu.

“Hasil pertemuan sebelumnya, mereka bersedia untuk dipindahkan. Namun, waktu tinggalnya belum sepenuhnya disepakati,” katanya.

Gatot menyampaikan, perwakilan para pedagang dan paguyuban memohon agar relokasi tidak dilakukan pada bulan Ramadan. Namun, ia akan terlebih dahulu melakukan dialog dengan tim.

“Karena kami juga memiliki tim. Nanti kami akan melakukan diskusi, ada Polres dan Kodim. Jika memang mungkin untuk diakomodasi, akan kami akomodasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Agus Priyanggodo meminta agar dinas terkait memastikan bahwa los tersebut benar-benar tersedia. Selanjutnya, harga sewa harus ditentukan melalui musyawarah dan tidak boleh terjadi perbedaan kelas.

“Maka kebijakan kami menerima mereka masuk ke Pasar Wage dengan los yang akan disiapkan secara sama,” katanya.

Agus juga meminta, dinas yang berkaitan agar menjadikan Pasar Wage sebagai pasar andalan di Banyumas. Karena kepadatan pasar merupakan tanggung jawab bersama.

“Mereka meminta jaminan, apakah pasar akan ramai jika mereka masuk. Jika pasar diatur dengan baik, tentu akan menjadi lebih baik dan ramai nantinya,” katanya.(Fajar Bahruddin Achmad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *