PR SURABAYA– Persebaya Surabaya akan menghadapi pertandingan sulit saat menjamu Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 20 Desember 2025. Pada laga minggu ke-15 BRI Super League 2025-2026 ini, Bajol Ijo dipastikan tidak diperkuat pemain asing utamanya, yaitu Bruno Moreira dan Fransisco Rivera.
Rivera masih tidak dapat tampil karena hukuman tambahan akibat kartu merah saat Persebaya menghadapi Persik Kediri. Sementara itu, Bruno mendapat akumulasi kartu setelah menerima empat kartu kuning.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya baru-baru ini menerima kritik keras dari para pendukungnya, karena dalam empat pertandingan terakhir hanya mampu meraih hasil imbang dengan skor yang sama, yaitu 1-1.
Penuh tekananlah tim Green Force. Tanpa pelatih utama, skuad yang kurang lengkap, serta tingginya harapan dari para penggemar. Di sisi lawan, Borneo FC juga termotivasi untuk bangkit setelah kalah dalam dua pertandingan terakhirnya melawan Bali United dan Persib Bandung.
Siapa yang menggantikan Bruno dan Rivera?
Kehadiran Bruno Moreira dan Francisco Rivera dalam pertandingan melawan Borneo FC, menyebabkan Persebaya Uston Nawawi sebagai pelatih sementara harus berpikir keras. Ia diperkirakan akan memainkan Sadida Nugraha dan Malik Risaldi, dua pemain lokal asal Surabaya.
Di dua pertandingan terakhir Persebaya, Sadida tampil cukup mengesankan. Bahkan, pemain gelandang bertahan yang lahir pada 26 April 2005 tersebut dinobatkan sebagai man of the match (MOTM) dalam laga PSM melawan Persebaya.
Kedatangan Sadida memungkinkan Milos Raickovic untuk bergerak lebih maju. Pemain asal Makedonia ini akan menjalankan peran sebagai playmaker (pengatur serangan), menggantikan peran penting yang ditinggalkan Rivera.
Fleksibilitas ini mempertahankan keseimbangan sekaligus kreativitas lini tengah Bajol Ijo. Sementara itu, posisi sayap yang ditinggalkan Bruno harus diisi oleh pemain yang memiliki mobilitas tinggi.
Kandidat terkuatnya adalah Malik Risaldi. Pemain yang lahir di Surabaya pada 23 Oktober 1996 ini dikenal gesit dan memiliki kecepatan dalam melakukan serangan ke lini pertahanan lawan.
Ciri-ciri ini sangat diperlukan agar kekuatan serangan Persebaya tetap tajam, meskipun tanpa kehadiran Bruno.
Jika memang Malik Risaldi dan Sadida Nugraha dipilih oleh Uston, maka ini akan menjadi strategi baru dalam pengelolaan tim. Hal ini juga sekaligus membuktikan dukungan terhadap pemain lokal Persebaya (rasa kebanggaan lokal) di tengah situasi yang sedang sulit bagi tim.
Persebaya Wajib Bermain Habis-habisan
Persebaya Surabaya saat ini berada di posisi 9dengan 18 poin hingga pekan ke-14. Ini merupakan posisi yang tidak aman bagi tim selevel Persebaya yang memiliki riwayat panjang.
Sementara Persijap Jepara yang berada di zona degradasi mengumpukan 8 poin. Green Force hanya unggul 10 poin dari area merah. Jminuman beralkohol yang dapat diminum dengan cepat jikaPersebaya kalah dari Borneo FC.
Maka melawwan Borneo FC, Persebaya Surabaya harus bermain dengan maksimal. Jika mengumpulkan 3 poin, kepercayaan diri tim akan terangkat sangat luar biasa. Sekaligusmenjaga jarak aman dari zona merah.
Kita tekankan kepada pemain bahwa tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan. Dan terbukti, dalam dua pertandingan terakhir mereka (Borneo FC) kalah,” tandas Uston dilaporkan dari situs resmi klub, Jumat 12 Desember 2025.
Pelatih telah memulai proses mengenali elemen-elemen krusial dalam pertandingan Borneo FC. Analisis ini selanjutnya akan diubah menjadi rencana latihan agar lebih mudah diterapkan oleh pemain saat berada di lapangan.
Selain organisasi permainan, kata Coach Uston, terdapat satu nama yang mendapatkan perhatian khusus. Borneo FC memiliki salah satu pencetak gol terbanyak kompetisi yang menjadi ancaman nyata bagi lini pertahanan Persebaya yaitu Mariano Peralta.
Pada sisa waktu ini, kita pelajari bersama rekan-rekan staf, kemudian kita terapkan dalam latihan, tentu saja ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah skor tertinggi mereka,tutup dia. ***

Tinggalkan Balasan