Pembaruan perolehan medali SEA Games 2025 hari ini sebelum penutupan

Persaingan Sengit dalam Seleksi Nasional untuk Kelas 79kg di SEA Games

Rahmat Erwin Abdullah, atlet angkat besi Indonesia, harus mengubah kelasnya setelah tersisih dari rekan sejawatnya, Rizki Juniansyah, dalam seleksi nasional untuk kelas 79kg di SEA Games. Kedua atlet ini menciptakan persaingan sengit sebagai pemecah rekor. Namun, karena adanya kuota satu atlet per kelas yang diterapkan dalam ajang multievent seperti SEA Games, Rahmat harus berpindah kelas.

Pada tahun lalu, Rahmat gagal lolos ke Olimpiade Paris meskipun dijagokan untuk meraih emas karena digusur oleh Rizki dari peringkat pertama dunia di detik-detik akhir masa kualifikasi. Hal ini membuatnya merasa lebih tenang dan dapat menikmati pertandingan di kelas berat tanpa terlalu terbebani.

Bacaan Lainnya

Rahmat sebelumnya bertanding di kelas 73kg, 77kg, 79kg, dan paling berat adalah 81kg, di mana dia selalu berhasil memecahkan rekor dunianya. Kali ini, ia meraih emas keempatnya di SEA Games dengan total angkatan 362kg di kelas 88kg putra. Ini menjadi pencapaian yang sangat berbeda karena ia bertanding di kelas berat yang tidak pernah ia ikuti sebelumnya.

Perolehan Medali SEA Games 2025

Hingga Rabu, 17 Desember 2025, Indonesia masih berada di posisi kedua pada klasemen medali SEA Games 2025. Negara ini telah mengumpulkan 62 medali emas, 72 medali perak, dan 72 medali perunggu. Di bawahnya, Vietnam berada di posisi ketiga dengan raihan 48 medali emas, 55 medali perak, dan 79 medali perunggu.

Pada hari ketujuh sejak rangkaian pertandingan dimulai, kontingen Merah Putih meraup 10 medali emas, 7 medali perak, dan 9 medali perunggu. Keran medali pun sudah terbuka sejak pagi hari, terutama dari cabang olahraga triatlon di pantai Laem Mae Phim, Rayong, Thailand.

Tim triatlon Indonesia mencetak sapu bersih dalam tiga perlombaan, yaitu event estafet beregu putra, beregu putri, dan beregu campuran. Rashif Amila Yaqin, yang sebelumnya memenangi event akuatlon perorangan di Kamboja 2023, menjadi protagonis bersama rekan-rekan setimnya di beregu putra dan beregu campuran.

Keberhasilan Atlet Indonesia di Berbagai Cabang Olahraga

Di cabang atletik, Emilia Nova menutup perjuangan tim Merah Putih dengan manis. Ia memenangi lomba heptatlon yang berlangsung selama dua hari. Lomba heptatlon menggabungkan tujuh disiplin di atletik, termasuk lari halang rintang 100m, lompat tinggi, tolak peluru, lari 200m, lompat jauh, lempar lembing, dan lari 800 meter.

Nova mencatat 5.497 poin yang menjadi rekor nasional baru, melampaui rekor lama yang juga ditorehkan atas namanya. “Alhamdulillah sangat bersyukur, senang banget,” ucap Nova. Ia juga menyebutkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia meraih medali emas dalam lomba heptatlon sejak 2019.

Di cabang dayung, olimpian sekaligus mantan Juara Asia La Memo merebut emas setelah memenangi lomba satu pedayung putra. Itu menjadi emas kelima di SEA Games bagi La Memo. Tim dayung Indonesia juga meraih emas dari kelas ringan empat pedayung putra lewat Ali Mardiansyah, Ihram, Rafiq, Wijdan Yasir, dan Ardi Isadi.

Emas di Cabang Lain dan Kontroversi Juri

Di cabang angkat besi, emas ketiga dipersembahkan lifter pencetak rekor, Rahmat Erwin Abdullah, di kelas 88kg putra dengan total angkatan 362kg. Rahmat meraih emas keempatnya di SEA Games. Kali ini, torehannya terasa berbeda karena ia bertanding di kelas berat.

Selain itu, ada emas catur cepat beregu putri dari kuartet IM Medina Warda Aulia, IM Irine Kharisma Sukandar, WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite, dan WIM Laysa Latifah. Emas juga diraih oleh Fany Febriana Wulandari di lomba menembak trap perorangan putri dan Riyan Jefri Hamomanangan Lumbanbatu dari kickboxing K-1 60kg putra.

Melansir dari Kompas.id, kemenangan Jefri terasa emosional setelah tim Indonesia merasakan keputusan-keputusan tidak adil dari juri. Sebelumnya, Indonesia kehilangan potensi emas dari kampiun Piala Dunia, Aprilia Eka Putri, yang kalah di semifinal setelah sejumlah poin yang masuk tidak dihitung.

Peraih perunggu lainnya, Andi Mestara Jerni Maswara, juga sempat dilarang ke podium sebelum meminta maaf dan menghapus video protes tentang kontroversi juri di media sosialnya. Adapun Jefri hampir kalah ketika tertinggal poin dari atlet Thailand, Jakkrit Koongtok, hingga laga final tersisa 10 detik.

Dua tendangan sukses ke badan darinya akhirnya mengubah situasi. Dua dari 3 juri memberi dia keunggulan poin di akhir laga. “Ini buat almarhum ayah saya. Ayah ‘dipanggil’ saat saya persiapan SEA Games. Saya pulang ke kampung hanya untuk menguburkan ayah saya,” aku atlet asal Sumatra Utara itu.

Tim kickboxing Indonesia sebenarnya mengincar tiga medali emas tetapi akhirnya hanya satu yang bisa diraih di SEA Games 2025.


Pos terkait