Pedro Matos Jadi Pilihan Serangan Varia Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya

Pedro Matos berpeluang memperluas pilihan serangan Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya pada putaran kedua Super League 2025/2026. Kedatangan pemain asal Portugal ini memberikan fleksibilitas taktis yang selama ini dicari oleh pelatih asal Portugal tersebut.

Pedro Matos terkenal mampu bermain sebagai pemain gelandang serang, gelandang tengah, hingga posisi sayap kanan dalam sistem permainan tertentu.

Bacaan Lainnya

Tokoh ini sesuai dengan kebutuhan Persebaya Surabaya yang menginginkan penampilan yang lebih dinamis dan fleksibel dalam menghadapi kompetisi yang ketat.

Nama Pedro Matos bukanlah asing bagi Bernardo Tavares. Pelatih yang saat ini memimpin Persebaya Surabaya ini telah lama mengamati kemampuan Matos sejak masih melatih PSM Makassar.

Pada awal musim Super League 2025/2026, Bernardo mengakui bahwa ia pernah berkeinginan untuk menggaet Pedro Matos guna memperkuat Juku Eja.

Namun rencana tersebut gagal karena pemain memutuskan untuk bergabung dengan Semen Padang FC.

“Saya cukup kaget. Sebelumnya saya berencana mengajak Pedro Matos, tetapi dia lebih memilih Semen Padang,” kata Bernardo Tavares, Kamis (21/8/2025).

Pernyataan tersebut mencerminkan minat lama Bernardo terhadap pemain berusia 27 tahun itu.

Pedro Matos tiba di Indonesia dengan reputasi sebagai pemain tengah yang sangat giat. Tinggi badannya 175 sentimeter dikombinasikan dengan kecepatan yang baik dan kemampuan berpikir strategis dalam permainan di lini tengah.

Sebelum pindah ke Indonesia, Matos menghabiskan karier profesionalnya di Portugal. Klub terakhir yang ia perkuat adalah AD Sanjoanense di Liga 3 Portugal.

Bersama Sanjoanense, Matos tampil sebanyak 18 kali dalam musim ini. Ia memberikan satu umpan tercipta selama babak reguler dan tampil penting dalam babak play-off degradasi.

Pada tahap kritis tersebut, Matos mencetak dua gol dan memberikan tiga umpan pembuka. Kontribusi ini membantu Sanjoanense tetap berada di kompetisi dan memperkuat semangat bertanding mereka.

Sebelumnya, Pedro Matos pernah bermain untuk SC Praiense pada musim 2022/2023. Ia kemudian bergabung dengan Valadares Gaia FC pada musim 2023/2024 meskipun hanya tampil satu kali dalam kompetisi Piala Portugal.

Salah satu momen penting dalam karier dia terjadi saat debut profesionalnya di Piala Portugal. Dalam pertandingan tersebut, Matos diberi kepercayaan untuk memakai gelang kapten meskipun usianya masih cukup muda.

Catatan prestasi tersebut membuat Semen Padang FC segera mengamankan jasanya di awal musim. Keputusan ini juga berhasil menggagalkan rencana Bernardo Tavares di PSM Makassar.

Destiny sepak bola kemudian mengumpulkan keduanya kembali dalam kondisi yang berbeda. Memasuki tahun 2026, nama Pedro Matos kembali muncul di pasar transfer Super League.

Berita tentang kepindahannya ke Persebaya Surabaya mulai menyebar pada Sabtu (17/1/2026). Data tersebut langsung mendapat perhatian dari masyarakat sepak bola nasional.

Penggemar Emosi Jiwaku menjadi pihak pertama yang mengumumkan kedatangan Pedro Matos. Akun Instagram @emosijiwakucom menyebut Matos sebagai pemain asing keempat yang dipilih oleh Bernardo Tavares.

“Selamat datang Pedro ✊???????? Informasi yang diterima EJ, Pedro Matos, pemain asal Portugal yang pernah bermain di Semen Padang FC, menjadi pemain asing keempat yang dipilih Bernardo Tavares untuk bergabung dengan Persebaya. Vamos @pedro.matos93,” tulis akun tersebut.

Eksitasi para pendukung Persebaya Surabaya langsung terasa.

Jika secara resmi bergabung, Pedro Matos membawa paket lengkap untuk lini tengah Persebaya Surabaya. Ia memiliki kemampuan serangan, pertahanan, serta fleksibilitas posisi yang tinggi.

Data statistiknya bersama Semen Padang dalam putaran pertama Super League 2025/2026 cukup baik. Dari 15 pertandingan, Matos mencetak satu gol dan memberikan empat umpan yang menghasilkan gol.

Ia hanya mengumpulkan dua kartu kuning dengan total waktu bermain sebesar 1.144 menit. Rekor ini menunjukkan konsistensi dan disiplinnya saat berada di lapangan.

Menurut Bernardo Tavares, pemain seperti Pedro Matos sangat cocok untuk menciptakan variasi dalam serangan. Ia dapat ditempatkan di belakang penyerang, sebagai pengatur ritme, atau bergerak ke sisi kanan.

Sebelumnya, Bernardo memang sedang mencari pemain yang cepat dan mampu bermain di berbagai posisi. Tujuannya adalah agar taktik dan strategi tim semakin beragam pada putaran kedua musim ini.

Tavares juga menekankan pentingnya keseimbangan komposisi pemain di dalam tim. Menurutnya, Super League memerlukan penyesuaian terhadap berbagai situasi pertandingan.

“Di Indonesia, banyak gol tercipta dari situasi bola mati. Kami membutuhkan pemain berbadan tinggi untuk pertandingan udara dan bertahan, serta pemain cepat dalam membangun serangan,” katanya. Pernyataan ini mencerminkan arah filosofi permainan yang ingin diterapkan olehnya di Persebaya Surabaya.

Pedro Matos dianggap mampu menjadi jembatan antara lini tengah dan lini depan. Gerakannya tanpa bola serta kemampuan dalam membaca ruang memberikan pilihan serangan yang lebih dinamis.

Kehadirannya memberikan Bernardo kebebasan untuk mengubah susunan pemain selama pertandingan. Persebaya Surabaya mampu tampil lebih lancar tanpa perlu mengganti banyak pemain.

Untuk Pedro Matos, pindah ke Persebaya Surabaya merupakan babak baru dalam perjalanan kariernya di Indonesia. Ia memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan pelatih yang sudah lama menginginkan kontribusinya.

Bagi Bernardo Tavares, ini merupakan proyek yang pernah tertunda dan kini akhirnya terwujud. Sepak bola kembali menunjukkan bahwa rencana yang gagal bisa menemukan jalannya pada waktu yang berbeda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *