Operasi Lilin 2025 telah resmi dimulai dengan pengerahan ratusan ribu personel kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Operasi ini melibatkan sebanyak 146.701 personel gabungan dari berbagai instansi seperti Polri, TNI, serta stakeholder terkait lainnya. Mereka akan ditempatkan di 44.436 objek pengamanan yang mencakup gereja, pusat belanja, terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, bandara, objek wisata, dan tempat perayaan.
Salah satu fokus utama operasi ini adalah pengamanan rumah ibadah, khususnya gereja, yang menjadi tujuan utama umat Kristiani dalam merayakan Natal. Contohnya, di Kabupaten Konawe Utara, Polres Konut melalui Satgas Operasi Lilin Anoa 2025 melakukan patroli ke sejumlah gereja dan lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat. Patroli ini dipimpin oleh Kabag Ops AKP Dr. La Ajima Paimo, yang juga berdialog dengan pemimpin gereja dan jemaat untuk menyampaikan pesan kamtibmas.
Di Jakarta, Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto meninjau kesiapan pengamanan di berbagai rumah ibadah dan pos pengamanan. Peninjauan dilakukan di beberapa gereja penting seperti Gereja Santo Gabriel, Gereja Santa Anna Duren Sawit, dan Gereja Antonius Padua. Tujuannya adalah memastikan kesiapan personel, kelengkapan sarana pendukung, serta penerapan pola pengamanan yang optimal.
Selain itu, operasi ini juga bertujuan untuk mengantisipasi bencana alam dan mengelola lalu lintas kendaraan yang meningkat selama Nataru. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan jajaran untuk terus memantau ramalan cuaca dari BMKG dan siap mengambil tindakan jika diperlukan. Misalnya, objek wisata yang rawan akibat cuaca buruk bisa ditutup sementara untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Dalam rangka pengamanan, pemerintah juga membuka 763 pos pelayanan sebagai tempat istirahat sementara bagi masyarakat yang ingin mudik, serta 333 pos terpadu sebagai pusat komando operasi. Selain itu, Korlantas Polri memproyeksikan sekitar 2,9 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta selama masa libur Nataru, yang merupakan peningkatan sebesar 0,9% dibandingkan tahun sebelumnya.





