Banyak informasi yang beredar mengenai kebijakan pajak di Dubai, khususnya terkait mobil. Salah satu video yang viral menunjukkan seorang perempuan yang mengklaim membeli mobil baru di Dubai dengan harga 700.000 dirham (sekitar Rp 1,7 miliar) tanpa dikenai pajak sama sekali. Dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa pembelian mobil hanya dilakukan sekali di dealer dan tidak ada pajak lanjutan yang harus dibayarkan.
Narasi dalam video itu menyebutkan bahwa seluruh kendaraan di Dubai bebas pajak seumur hidup. Bahkan, mobil yang sudah tidak layak jalan bisa langsung dibuang meski usia penggunaannya masih tergolong muda. Klaim ini semakin memicu perhatian publik, terutama karena banyak orang yang ingin tahu apakah benar-benar ada aturan pajak yang membuat mobil di Dubai bebas pajak seumur hidup.
Namun, apakah klaim tersebut benar? Apakah mobil di Dubai benar-benar bebas pajak seumur hidup, termasuk untuk kendaraan mewah? Ada beberapa hal yang perlu dipahami mengenai sistem pajak di Dubai, khususnya terkait kendaraan bermotor.
Dubai, sebagai salah satu kota utama di Uni Emirat Arab (UEA), sering disebut sebagai wilayah yang ramah pajak. Anggapan ini muncul karena tidak adanya pajak penghasilan pribadi dan pajak perusahaan untuk sebagian besar sektor usaha. Selain itu, Dubai juga tidak mengenakan pajak keuntungan modal maupun pajak atas dividen dan bunga, sehingga menarik bagi investor dan pekerja asing.
Namun, status “bebas pajak” tersebut tidak sepenuhnya mutlak. Untuk sektor tertentu seperti industri minyak, pemerintah UEA tetap memberlakukan pajak perusahaan dengan tarif tinggi, mencapai 55 persen. Di luar itu, terdapat pula sejumlah pungutan lain yang berlaku secara nasional, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) yang mulai diterapkan sejak 2018, pajak cukai, serta bea masuk impor atas barang tertentu.
Pemerintah UEA juga secara aktif memperkuat kebijakan fiskalnya melalui lebih dari 140 perjanjian penghindaran pajak berganda dengan berbagai negara di lima benua. Kesepakatan ini memungkinkan pelaku usaha dan tenaga kerja asing memperoleh manfaat berupa penghapusan pajak ganda, sekaligus menjaga iklim investasi tetap kompetitif.
Hingga kini, UEA terus menambah daftar negara mitra dalam perjanjian tersebut. Di kawasan Timur Tengah, beberapa negara penghasil minyak memang dikenal tidak memungut pajak penghasilan. Secara sederhana, Dubai hanya menerapkan tiga jenis pajak utama, yakni:
- PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
- Pajak perusahaan
- Pajak cukai
Sementara itu, pajak penghasilan pribadi dan pajak kepemilikan kendaraan tahunan tidak diberlakukan, membuat beban pajak masyarakat relatif rendah dibanding banyak negara lain.
Berikut adalah daftar pajak yang tidak ada di Dubai:
- Tidak ada pajak kendaraan bermotor tahunan
- Tidak ada pajak progresif berdasarkan kapasitas mesin
- Tidak ada pajak penghasilan pribadi
- Tidak ada pajak barang mewah khusus mobil
Dengan demikian, klaim bahwa mobil di Dubai bebas pajak seumur hidup memiliki dasar yang cukup kuat. Namun, penting untuk memahami bahwa kebijakan pajak di Dubai tidak sepenuhnya “bebas” dalam arti absolut. Beberapa pajak tetap diberlakukan, terutama pada sektor tertentu. Namun, bagi masyarakat umum, pajak kendaraan bermotor tidak dikenakan secara tahunan, sehingga memberikan kesan bahwa mobil di Dubai bebas pajak seumur hidup.
