Dalam dunia penjara, tindakan melarikan diri sering kali dianggap sebagai bentuk keberanian atau bahkan kelicikan. Namun, ada kasus yang menarik perhatian, terutama dari Rusia, di mana seorang narapidana nyaris berhasil kabur dengan strategi yang mirip adegan film action. Meski akhirnya gagal, kisah ini menjadi bukti bahwa napi tidak jarang memikirkan cara-cara kreatif untuk menghindari hukuman.
Kasus tersebut melibatkan Kamoljon Kalonov, seorang narapidana yang telah menjalani hukuman 22 tahun di penjara koloni IK-19 di desa Markova, dekat Irkutsk. Pada hari pembebasannya, ia justru menghilang tanpa memberi tahu siapa pun. Menurut laporan dari saluran Telegram SHOT, Kalonov dilaporkan menghilang pada pagi hari sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Ia diduga sedang dalam pelarian, meskipun secara teknis, ketidakhadirannya selama tiga hari tidak dianggap sebagai pelarian, melainkan hanya penghindaran.
Meski memiliki alasan pribadi, seperti belum bertemu keluarga dan anaknya, Kalonov memilih untuk melarikan diri. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan konsekuensi hukum bagi para tahanan. Dalam sebuah pernyataan, Departemen Regional Layanan Pemasyarakatan Federal Rusia menyebutkan bahwa jika Kalonov tidak kembali atau ditemukan, ia berisiko mendapat hukuman tambahan hingga 4 tahun penjara.
Kisah ini juga mengingatkan kita pada beberapa kasus lain di berbagai penjara di Indonesia. Seperti contohnya di Lapas Kelas IIB Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, di mana tiga narapidana mencoba kabur menggunakan tali dan melewati pagar berduri. Meski satu dari mereka berhasil ditangkap, dua lainnya masih dalam status DPO. Sementara itu, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, seorang tahanan bernama Zulkarnaen berhasil ditangkap setelah kabur dari mobil tahanan.

Dari berbagai kisah ini, terlihat bahwa upaya melarikan diri dari penjara tidak hanya menjadi tantangan bagi petugas, tetapi juga menjadi cerminan dari keputusan pribadi para tahanan. Meski ada yang berhasil, banyak juga yang akhirnya “gigit jari” karena gagal menghindari hukuman. Dengan demikian, penting bagi para tahanan untuk memahami bahwa setiap tindakan mereka memiliki konsekuensi, baik secara hukum maupun moral.




