, JAKARTA – Memasuki puncak musim hujan, masyarakat Indonesia harus selalu bersiap untuk menghadapi hujan intensitas tinggi yang dapat berujung banjir.
Bencana banjir di Indonesia lebih sering terjadi di daerah dataran rendah, khususnya di perkotaan yang memiliki tata kelola air yang kurang terencana baik dan deforestasi di dataran tinggi yang semakin masif.
Perlu diketahui, banjir dapat terjadi hanya dalam hitungan beberapa menit hingga jam setelah hujan deras yang panjang. Banjir dapat berlangsung dalam waktu berhari-hari, tergantung dari volume air yang melanda. Dikarenakan intensitas banjir yang kurang dapat diketahui dan dapat terjadi cepat, penting sekali untuk selalu menyiapkan tas siaga bencana (tas darurat).
Melansir BPBD Malang Kota, Tas Siaga Bencana adalah tas/ransel darurat yang disiapkan oleh setiap keluarga sebagai langkah antisipasi apabila terjadi bencana alam atau kondisi darurat lainnya. Tas ini penting untuk disiapkan karena dapat memenuhi kebutuhan dasar sementara selama masa awal bencana, terutama saat bantuan belum dapat segera diterima. Selain itu, dapat Tas Siaga Bencana juga bertujuan untuk memudahkan proses evakuasi sehingga masyarakat dapat bergerak lebih cepat dalam situasi darurat.
Daftar perlengkapan penting yang disarankan untuk dimasukkan ke dalam Tas Siaga Bencana
1. Dokumen dan surat penting
Surat penting yang wajib disiapkan dalam Tas Siaga Bencana meliputi sertifikat tanah, surat kendaraan, ijazah, akta kelahiran, Kartu Keluarga, KTP, nomor kontak darurat, daftar nomor rekan atau saudara, Kartu BPJS, dan dokumen berharga lainnya yang sebaiknya disimpan dalam map tahan air.
2. Perlengkapan sandang
Siapkan pakaian yang dapat disiapkan untuk dipakai dalam waktu tiga hari, meliputi pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, jas hujan, dan pakaian pendukung lainnya.
3. Makanan ringan tahan lama
Untuk bertahan saat persediaan makanan menipis, dapat disiapkan mie instan, biskuit, sarden, abon, kornet, bubur instan, dan air mineral botol. Siapkan makanan kering lain yang mudah dikonsumsi, tidak cepat rusak, dan diperkirakan untuk memenuhi kebutuhan pangan selama tiga hari.
4. Kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
P3K yang perlu disiapkan dalam Tas Siaga Bencana meliputi obat-obatan pribadi, antiseptik, perban, masker, hand sanitizer, paracetamol, obat alergi/gatal, tisu basah, serta obat-obatan umum yang diperlukan dalam kondisi darurat.
5. Alat komunikasi kecil
Agar tetap mendapatkan informasi terkait bencana, persiapkan telepon genggam yang dapat dipakai untuk menelepon tanpa internet, lengkap dengan baterai cadangan, charger, atau power bank.
6. Perlengkapan mandi
Dapat disiapkan sabun, sikat gigi, pasta gigi, sisir, cotton bud, dan perlengkapan kebersihan pribadi lainnya.
7. Peluit
Benda ini berfungsi sebagai alat bantu untuk memberikan sinyal atau meminta pertolongan dalam situasi darurat.
8. Uang tunai
Siapkan uang tunai/cash secukupnya untuk kebutuhan mendesak selama kurang lebih tiga hari, karena transaksi non-tunai (terutama mobile Banking) biasanya sulit dijangkau saat bencana terjadi.
9. Alat penerangan
Senter, lampu kepala (headlamp), korek api, lilin, atau sumber cahaya lainnya yang dapat digunakan saat terjadi pemadaman listrik.
Tas Siaga Bencana yang sudah disiapkan dengan baik perlu juga untuk selalu dicek tanggal kedaluwarsa dari setiap produk yang disimpan dalam tas tersebut. Hal ini untuk mencegah barang tersebut tidak dapat dipakai saat sedang mengungsi.
Dengan menyiapkan Tas Siaga Bencana secara lengkap dan terencana, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta meminimalkan risiko dan kepanikan saat bencana terjadi. (Stefanus Bintang Agni)







