Mualem akui tantangan pemulihan berat ‘Saya sedih melihat ini’

Ringkasan Berita:

  • Mualem tidak mampu menyembunyikan rasa prihatinnya setelah melihat langsung dampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor.
  • Saya sangat sedih melihat kondisi rakyat seperti ini. Banyak orang kehilangan rumah, tanah, dan masa depan secara tiba-tiba,” kata Mualem.
  • Mualem menekankan bahwa pemerintah akan mengirimkan alat berat untuk melakukan normalisasi lahan.
  • Mualem juga mengirim sepuluh kendaraan offroad yang membawa bantuan kebutuhan pokok ke wilayah terpencil di Kecamatan Pining.

Kemalangan saya melihat rakyat dalam keadaan seperti ini. Banyak orang kehilangan rumah, tanah, dan masa depan secara tiba-tiba,MUZAKIR MANAF, Gubernur Aceh

Bacaan Lainnya

, BLANGKEJEREN– Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem tidak mampu menyembunyikan kekhawatirannya setelah melihat langsung dampak bencana banjir dan tanah longsor yang menghancurkan beberapa kabupaten di Aceh dalam beberapa minggu terakhir.

Kunjungan Mualem ke berbagai daerah yang terkena dampak mulai dari Aceh Tenggara, Aceh Selatan, hingga Gayo Lues menunjukkan seberapa luas dan parahnya kerusakan yang terjadi. Di Gayo Lues, khususnya di Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, ia melihat barisan rumah yang hanya tersisa rangka, sawah yang tertutup lumpur, serta jalan yang hilang akibat arus air.

“Sayang sekali melihat kondisi rakyat seperti ini. Banyak orang kehilangan rumah, tanah, dan masa depan dalam sekejap,” kata Mualem saat mengunjungi Desa Rerebe, Sabtu (20/12/2025).

Mualem menekankan bahwa Aceh masih berada di masa yang sangat rentan. Pemulihan memerlukan waktu yang cukup lama, anggaran yang besar, serta koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah hingga pusat. Salah satu tantangan terbesar adalah kebutuhan akan perumahan tetap (huntap) yang mencapai puluhan ribu unit.

Pemerintah Pusat berencana membangun 1.000 unit hunian tetap untuk Aceh, namun angka tersebut dinilai masih jauh dari cukup. “Jika hanya 1.000 unit, itu baru untuk tahap awal. Padahal jumlah yang terdampak diperkirakan melebihi 100 ribu rumah di seluruh Aceh. Rumah-rumah ini bukan rusak ringan, melainkan hilang sepenuhnya,” tegasnya.

Selain tempat tinggal, banyak jembatan, jalan nasional, saluran irigasi, serta fasilitas umum yang masih tidak berfungsi. Di Gayo Lues, jalur Blangkejeren-Aceh Tenggara sempat terputus sepenuhnya selama lebih dari seminggu, mengganggu pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

Saat melakukan inspeksi, beberapa kali Mualem terlihat berhenti cukup lama di area yang mengalami kerusakan parah. Para pekerja di lapangan mengatakan bahwa ia pernah meminta seluruh aparat daerah dan relawan agar tidak kehilangan semangat.

“Rakyat berteriak, jangan biarkan mereka menunggu. Kita perlu berada di depan, bukan di belakang,” ujarnya kepada jajaran Pemkab Gayo Lues.

Di Aceh Tenggara, sejumlah warga yang kehilangan anggota keluarga memeluk Mualem sambil menangis. Ia terlihat sering kali menepuk punggung warga, berusaha menghibur situasi yang penuh dengan kesedihan.

Prioritas Lahan Pertanian

Aceh yang merupakan daerah pertanian mengalami kerusakan besar. Ribuan hektar sawah tertutup oleh lumpur dan pasir. Di Gayo Lues, sektor pertanian kopi dan padi menjadi yang paling terkena dampak. Mualem menyatakan pemerintah akan mengirimkan alat berat untuk melakukan normalisasi lahan.

“Jika sawah tidak segera ditangani, rakyat tidak akan bisa memperoleh makanan. Kita perlu melindungi hal tersebut terlebih dahulu, agar perekonomian keluarga dapat kembali berjalan,” katanya.

Salah satu tantangan yang dirasakan oleh masyarakat adalah pemadaman listrik yang terus-menerus karena kerusakan jaringan. Mualem memerintahkan PLN untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik, bukan hanya di Gayo Lues, tetapi juga seluruh wilayah Aceh yang terkena dampak.

“Listrik ini merupakan kebutuhan pokok. Pemulihan harus segera dilakukan, terlebih banyak posko dan dapur umum yang memerlukan penerangan,” tegasnya.

Meskipun tantangan sangat besar, Mualem mengajak seluruh warga Aceh tetap sabar. Ia menjamin pemerintah daerah akan memantau bantuan, pemulihan tempat tinggal, serta pembangunan infrastruktur hingga masyarakat benar-benar pulih kembali.

“Aceh pernah rusak akibat tsunami, tetapi kita bangkit kembali. Kali ini juga kita pasti akan bangkit. Saya berada di pihak rakyat Aceh, mulai dari awal hingga akhir,” tegasnya.

Offroad Bantuan

Selama kunjungan ke Gayo Lues, Mualem melepas sepuluh kendaraan offroad yang membawa bantuan kebutuhan pokok ke wilayah terpencil di Kecamatan Pining, pada hari Minggu (21/12/2025). Penyerahan bantuan ini dilakukan di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Gayo Lues, dan dihadiri oleh Bupati Suhaidi beserta jajaran Forkopimda. Turut hadir juga Anggota DPRA Hendri Muliana serta Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal Haji Isa.

Sepuluh kendaraan offroad akan mencapai daerah-daerah yang sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur setelah banjir bandang. “Bantuan ini harus sampai kepada masyarakat yang terisolasi,” ujar Mualem.

Mualem tiba di Bandara Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, pada hari Sabtu (20/12/2025). Kedatangan Mualem bertujuan untuk melihat langsung dampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa wilayah Gayo Lues. Setelah tiba di bandara, Gubernur Aceh segera mengunjungi area persawahan di Desa Rerebe dan Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, yang terkena dampak banjir bandang.e/mir)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *